4 Alasan Kita Harus Peduli dengan Palestina

“Ada beberapa alasan mendasar kita mesti senantiasa peduli, mau menoleh, mau melakukan sesuatu untuk Palestina.”

Peggy Melati Sukma dalam bukunya Kun Fayakun, Menembus Palestina memaparkan setidaknya ada 4 alasan mengapa kita harus peduli mengenai saudara kita yang ada di Palestina.

Pertama, kita dapat merenungkan perjalanan sejarah dari masa ke masa.

Pada masa lalu, Palestina adalah sebuah wilayah yang dibebaskan dari penguasaan Romawi Timmur-Byzantrium, pada kepemimpinan Khalifah Umar bin Khathab, dan menjadi wilayah kekuasaan Islam hingga ribuan tahun lamanya. Pusatnya atau yang biasa disebut ibukotanya adalah Baitul Maqdis atau Kota Al-Quds atau Baitul Muqaddas atau Ur Salim atau Elia atau Yerusalem.

Singkat cerita, setelah meletusnya Perang Salib dan masuknya pasukan Eropa ke Baitul Maqdis (Yerusalem) pada 439 H/1009 M, terjadilah perpecahan yang hingga kini belum selesai mengenai permasalahan wilayah Yerusalem ini. Untuk lebih lengkap mengenai sejarah ini, kamu harus membaca sendiri dengan lengkap dalam buku Kun Fayakun, Menembus Palestina ini.

Masjidil Aqsa (image from https://www.goodnewsfromindonesia.id/)

Alasan kedua, dan bisa menjadi keutamaan terutama kepada kaum muslimin dan muslimat mengenai kenapa kita harus peduli pada Palestina, adalah pesan Rasulullah Saw yang beliau sampaikan dalam hadis berikut ini.

“La tusyaddarrihalu illa ila tsalatsati masajid, Masjidil Haram, wa masjdirrasul shallallahu a’laihi wasallam, wa Masjidil Aqsa”

‘Janganlah kamu memaksakan diri mengadakan perjalalan kecuali menuju tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidinnabiy, dan Masjidil Aqsa’

(HR Bukhari)

Dalam hadis ini terlihat betapa pentingnya Masjidil Aqsa untuk umat muslim. Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam. Begitu banyak peristiwa penting di tanah suci ini. Masjidil Aqsa merupakan tanah suci yang sudah Allah pilih.

Alasan ketiga, mengapa kita harus peduli pada tanah Palestina adalah konflik panjang antara Palestina dan Israel yang terus melakukan ekspansi menguasai wilayah Palestina bermodal kekuatan senjata. Konflik berkepanjangan yang melibatkan kekuatan senjata ini telah menelan banyak korban serta kerugian yang tidak sedikit.

ilustrasi perjuangan di Palestina (image from https://www.nasionalisme.co/)

Bayangkanlah, di sisi lain di dunia ini, ketika kamu bisa tidur nyaman di kasur yang empuk, ada masyarakat yang bahkan begitu takut untuk terlelap karena dihantui kemungkinan tidak akan pernah bangun lagi. Mereka harus terus terjaga untuk mempertahankan hidup mereka sendiri. Ini bukan cerita dongeng, teman-teman. Ini adalah kisah nyata dan betul terjadi di tanah Palestina. Masihkah kita berdiam diri saja?

Inilah juga yang menjadi alasan keempat yang diutarakan Mbak Peggy Melati Sukma. Tragedi yang terjadi di Palestina merupakan kejahatan kemanusiaan, terutama bagi warga sipil Palestina. Menurut data PBB tahun 2002, pengungsi Palestina yang tersebar di Jalur Gaza dan Tepi Barat mencapai 5 juta jiwa dan 50,55% dari jumlah tersebut adalah warga Palestina. Mereka, sampai sekarang, tidak bisa pulang ke tanah tempat tinggal mereka.

Di dunia yang penuh dengan kemajuan, masih ada kehidupan miris yang harus dirasakan masyarakat Palestina. Akankah kita terus diam?

(catatan lengkap dari Peggy Melati Sukma dapat dilihat dalam buku Kun Fayakun, Menembus Palestina)

[Hanung W L/Copywriter Mizanstore]

 

Bagikan ke Sekitarmu!