7 Buku yang Harus Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

Selamat hari buku Internasional! Sudah berapa banyak buku yang kamu baca hari ini?

Mungkin kamu bingung karena setidaknya ada 1 judul buku baru yang diproduksi di seluruh dunia dalam waktu satu hari. Jadi bingung harus mulai dari yang mana dulu, ya?

Tahukah kamu bahwa ada judul-judul buku yang terus-menerus dicetak ulang karena buku tersebut dianggap penting dan perlu untuk dibaca turun-menurun dari generasi ke generasi? Buku-buku tersebut, setidaknya wajib kamu baca minimal satu kali seumur hidupmu. Kamu, bisa mulai membacanya dari sini.

1. To Kill The Mockingbird (Harper Lee)

 

Sepanjang karier kepenulisannya, Harper Lee hanya menulis 2 buku saja. Akan tetapi, kedua buku tersebut kini menjadi dua buku penting yang paling berpengaruh di abad ke-21. Adalah To Kill The Mockingbird dan Go Set A Watchman, 2 karya fenomenal Lee yang telah ribuan kali dicetak ulang dalam berbagai bahasa. Buku yang terinspirasi dari kisah pembunuhan Richard Hickock dan Perry Smith pada tahun 1960 ini juga dinobatkan sebagai buku klasik sastra yang paling berpengaruh di dunia.

 

2. 1984 (George Orwell)

 

Buku 1984 adalah karya George Orwell yang pertama kali diterbitkan pada 1949 dan telah menjadi bacaan wajib di banyak sekolah menengah atas dan universitas sejak saat itu. Tidak hanya itu, buku ini juga telah diterbitkan ke segala penjuru dunia dengan terjemahan dalam berbagai bahasa. Kabarnya, buku ini adalah buku best seller sepanjang masa karena telah puluhan kali dicetak ulang. Sebuah artikel bahkan menyebutkan bahwa di tahun 2017 lalu, buku ini juga masuk ke dalam 200 buku yang paling dicari di Amazon.com.

 

3. Pride and Prejudice (Jane Austen)

 

Buku Pride and Prejudice adalah salah satu karya terlaris yang Jane Austen pernah tulis. Setidaknya, telah 20 juta eksemplar buku Pride and Prejudice yang telah diproduksi dan telah tersebar di seluruh dunia. Jane Austen menuangkan detail yang memikat mengenai kaum menengah ke atas pada abad 18. Karakter Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy yang memukau membuat novel ini menjadi salah satu roman paling populer sepanjang masa.

 

4. Serial Harry Potter (J. K. Rowling)

 

Siapa tak kenal Harry Potter? Ceritanya yang mendunia telah menjadi bahan bacaan para remaja bahkan orang dewasa di seluruh dunia. J.K. Rowling telah berhasil membangun imajinasi dengan sangat apik, seolah-olah kisah tentang para penyihir itu betul-betul nyata. Kisah tentang Harry dan teman-temannya dibagi ke dalam 7 seri buku. Jangan sampai kamu melewatkan serinya karena buku ini betul-betul menarik dan layak untuk dibaca. Terjemahan dalam bahasa Indonesia pun sudah tersedia, jadi tak ada alasan lagi untuk tak membaca serial Harry Potter ini, ya.

 

5. Fiesta (Ernest Hemingway)

 

Fiesta adalah novel pertama karya Ernest Hemingway. Debut pertama peraih nobel sastra di tahun 1954 ini bercerita tentang peristiwa adu-banteng yang memang sangat digemari Ernest Hemingway. Cerita yang ingin ditunjukkan adalah bahwa para pengadu banteng bukan hanya memperlihatkan pertunjukan semata, melainkan tentang perjuangan yang dekat dengan kematian nyaris setiap hari, mereka ditantang untuk mempertahankan makna perburuan kesenangan, perebutan cinta, dan apa yang sesungguhnya benar-benar berarti bagi mereka.

 

6. Gulag (Aleksandr Isayevich Solzhenitsyn)

 

Jika sebelumnya, Fiesta adalah buku peraih nobel sastra di tahun 1954, maka Gulag menjadi semacam penerusnya. Novel Gulag telah meraih penghargaan nobel sastra di tahun 1970. Novel Gulag bahkan disebut-sebut merupakan karya terbaik yang pernah ditulis oleh Aleksandr Isayevich Solzhenitsyn, sastrawan berbakat asal Rusia. Novel ini telah menjadi warisan sastra dunia dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, salah satunya bahasa Indonesia.

 

7. The Name of The Rose (Umberto Eco)

 

Buku ini telah terjual lebih dari 50 juta eksemplar di seluruh dunia. The Name of The Rose pun dianggap sebagai salah satu karya yang masih berpengaruh hingga saat ini. Penulisnya, Umberto Eco adalah sosok yang penuh wawasan sehingga mampu menghasilkan sebuah karya sefenomenal The Name of The Rose. Kengerian digambarkan dengan begitu apik dan bersyukurlah kita bahwa salah satu karya terbaik yang pernah ditulis ini telah tersedia edisi terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

 

Yuk rayakan hari buku internasional dengan membaca salah satu dari daftar buku di atas! Apakah kamu punya referensi buku lain yang wajib dibaca minimal satu kali seumur hidup?

[Hanung W L/Copywriter Mizanstore]

Bagikan ke Sekitarmu!