8 Pria Paling Puitis Di Indonesia

“terima kasih, puisi.

karenamu semua bisa menyuarakan isi hati.

yang mungkin tak tertuang lewat suara,

yang hanya mau menjelma dari kata-kata.”

Mendengar kata puisi, siapa sajakah pemuisi atau penyair Indonesia favoritmu? Tentu ada banyak nama yang langsung muncul di kepalamu. Apakah salah satunya ada di sini?

Chairil Anwar

Siapa yang tak mengenalnya? Hampir di semua buku pelajaran bahasa Indonesia, puisinya pasti tertera. Puisi “Aku” dan “Krawang-Bekasi” juga kerap tak lupa absen dari soal-soal ujian nasional. Chairil dan puisi seperti tak pernah lepas dan selalu lekat satu sama lain. Meskipun demikian, kamu tak boleh lupa bahwa ada banyak nama lain yang tak kalah hebat dengan Chairil.

Sapardi Djoko Damono

Jangan-jangan Sapardi memang dilahirkan untuk mewarnai dunia dengan puisi. Hari lahirnya pun berdekatan dengan hari puisi, Sapardi lahir pada 20 Maret dan Hari Puisi Sedunia diperingati setiap 21 Maret. Apakah ini yang namanya konspirasi alam semesta, ya?

Sudah banyak puisi tercipta dari sosok Sapardi. Puisi-puisi karya Sapardi mewarnai undangan-undangan pernikahan, menjadi inspirasi bagi puisi dan karya sastra lainnya, seperti dijadikan musikalisasi puisi, dijadikan bahan untuk membuat nasah drama, juga menjadi bahan untuk membuat buku novel, cerpen, bahkan film. Saat ini, Sapardi masih aktif menulis, meskipun kini tak lagi terbatas hanya puisi, tetapi juga banyak buah karya lainnya.

Aan Mansyur

Di antara nama yang akan muncul dalam daftar ini, sepertinya nama Aan adalah yang termuda. Meskipun demikian, karya-karya Aan patut masuk perhitungan. Aan mencintai diksi dan pemahamannya tentang itu membuat puisi-puisinya menjadi kaya akan pilihan kata yang mungkin tidak populer, sebelumnya. Sejak kecil, Aan terbiasa untuk banyak membaca. Kemungkinan besar inilah sebab puisinya menjadi kaya akan pilihan kata.

Joko Pinurbo

Kalau ada yang bilang puisi membosankan karena melulu membicarakan soal cinta, orang itu pasti belum membaca karya Jokpin (sapaan akrab Joko Pinurbo). Puisi-puisi karyanya memang terkesan “nyentrik” dan berbeda, karena mengangkat topik-topik yang mungkin tak terbayang sebelumnya untuk dijadikan puisi. Celana, tikus, kopi, perias jenazah, dompet bahkan telepon genggam!

Sujiwo Tejo

Siapa tak kenal dengannya? Penampilannya yang “beda” juga pembawaannya yang “tak biasa” adalah daya tarik Presiden Jancukers ini. Sujiwo Tejo dikenal sebagai sastrawan sekaligus budayawan yang telah menghasilkan puluhan karya yang tak terhitung, termasuk juga puisi. Salah satu yang terbaru, Talijiwo adalah salah satu karya yang harus kamu punya.

W.S. Rendra

Meskipun telah mangkat, W. S. Rendra tetap abadi dalam karya. Terbukti, berbagai tulisannya masih relevan sehingga banyak bukunya yang masih terus dicetak ulang hingga kini. Di buku-buku bahasa Indonesia pun, puisi W. S. Rendra seperti tak pernah absen masuk dan berdampingan dengan puisi-puisi terkenal dari penyair lainnya, seperti puisi Chairil Anwar.

Candra Malik

Kamu tahu dari mana pelukan berasal? Candra Malik mungkin lebih paham soal itu. Ia menuangkannya dalam puisi yang berjudul “Asal Muasal Pelukan“. Ada pula berbagai puisi lain tentang makna kehidupan bagi Candra Malik dan juga hal-hal mengenai kerinduannya kepada Sang Pencipta. Dari puisi-puisinya kita bisa mengetahui bahwa puisi tidak melulu ditujukan untuk sesama, tetapi juga bisa menggambarkan perasaan rindu kepada Sang Maha Segala.

Emha Ainun Najib

Tak hanya menulis novel dan cerpen, Emha Ainun Najib juga pandai penulis puisi. Tema yang diambil juga berkenaan dengan kerinduan dengan Tuhan dan masih banyak topik-topik kemanusiaan lain yang diangkatnya. Emha juga sering memasukkan tokoh-tokoh pewayangan untuk dijadikan objek puisi atau karyanya yang lain.

Kalau kamu bertanya-tanya, kenapa di dalam daftar ini semuanya pria? Tulisan ini membuktikan bahwa puisi adalah hak segala bangsa yang siapa saja boleh menulisnya. Tidak melulu hanya perempuan yang boleh menuangkan perasaan dengan menulis puisi kemudian diidentikkan dengan kegalauan (dan bahkan para penyair perempuan pun tak melulu menulis puisi dengan tema cinta, kok). Para pria juga boleh menulis puisi dan mengungkapkan perasaan yang sama.

[Hanung W L/Copywriter Mizanstore]

Bagikan ke Sekitarmu!