Aan Mansyur, Ismail Basbeth, dan Perjalanan Lain Menuju Bulan

Aan Mansyur sudah terkenal andal di bidang perpuisian. Tidak sedikit yang menyatakan bahwa Aan Mansyur adalah tokoh pemuisi terlaris saat ini. Bagaimana tidak? Buku-buku puisi Aan telah terjual lebih dari 10.000 eksemplar. Sampai saat ini, Aan masih terus berkarya, bermain-main dengan diksi yang mengesankan. Simaklah karya terbarunya: Perjalanan Lain Menuju Bulan.

Karya teranyar ini merupakan sebuah kolaborasi, buah karya Aan Mansyur bersama dengan Ismail Basbeth. Sebuah karya cemerlang yang terispirasi dari film Another Trip to The Moon yang tidak lain adalah karya Ismail Basbeth, sendiri. Sebelum melangkah lebih jauh ke buku Perjalanan Lain Menuju Bulan, simak terlebih dahulu review singkat dari film Another Trip to The Moon yang menginspirasinya.

Dimulai dari Film Another Trip to The Moon

Another Trip to The Moon adalah film karya sutradara bernama Ismail Basbeth. Film ini berhasil masuk kompetisi utama Hivos Tiger Awards dalam International Film Festival Rotterdam (IFFR) ke-44 di Belanda. Durasi film ini berlatar belakang fiksi surealis secara keseluruhan adalah 1 jam 20 menit. Seperti apa sebenarnya cerita yang ditawarkan oleh film Another Trip to The Moon?

Sebenarnya, kisah Another Trip to The Moon merupakan adaptasi dari cerita rakyat masyarakat setempat, yakni kisah Dayang Sumbi. Dalam pernyataan Ismail, ia berusahan untuk mengadaptasi dan membuat presentasi ulang atas beberapa dongeng, terutama kisal Dayang Sumbi ini. Ismail melakukan perjalanan ke masa lalu, melakukan adaptasi serta beberapa koreksi versinya atas cerita-cerita yang turut membawanya menjadi Ismail yang sekarang.

230295_medium

Perjalanan Lain Menuju Bulan, Another Trip to The Moon (image from berlinale-talents.de)

Asa dan Laras, tokoh utama dalam cerita ini tinggal dan besar di hutan. Mereka makan dari hasil perburuan, minum dan mandi di sungai, serta tidur di sebuah tempat yang mirip sangkar burung raksasa. Setiap kali Asa bepergian, selalu ada Laras yang menemani. Mereka berdua hidup rukun dan saling melengkapi.

Sampai pada suatu ketika, Laras terkena musibah dan akhirnya Asa harus tinggal sendirian. Asa tidak pernah bisa tanpa Laras. Ia kebingungan dalam kesendirian.

Tak lama berselang muncul tokoh manusia anjing yang datang untuk menemani Asa. Tokoh tersebut adalah utusan dari Ibunda Asa yang berharap Asa kembali ke rumah dan tak lagi tinggal di hutan seorang diri. Apakah kepulangan dapat membuat hati tenang?

Seperti itu kira-kira gambaran umum film Another Trip to The Moon. Tidak banyak kata yang diungkapkan di sini. Pikiran-pikiran Ismail berkelebat saling bergerumul. Manakala adegan tidak dapat diungkapkan dengan kata, maka para tokoh akan menari. Seperti itulah film ini berjalan.

Kata-kata yang Tak Terungkap Kini Jadi Pelengkap

Jika dalam film Another Trip to The Moon tidak banyak dialog diungkap, barangkali buku inilah yang dapat menjadi pelengkap. Aan yang dikenal mahir memainkan kata dipadukan dengan film yang memaparkan banyak adegan yang perlu interpretasi lebih dari kata-kata sepertinya menjadi panduan yang cocok dan saling melengkapi.

Di dalam buku ini pun, terdapat CD yang berisi lagu-lagu yang dapat menjadi pelengkap untuk dapat menikmati karya-karya menjadi satu kesatuan yang utuh. Menonton, membaca, dan mendengarkan dapat dipadukan dan diharapkan akan berujung pada pemahaman yang padu atas sebuah karya.

Sudah siapkah kamu menjadi penikmat  Perjalanan Lain Menuju Bulan?

One thought on “Aan Mansyur, Ismail Basbeth, dan Perjalanan Lain Menuju Bulan

Comments are closed.