Mungkin,  inilah  yang  tidak  banyak  dimiliki  SDM  kita: kemampuan  untuk  keluar  dari  zona  nyaman.  Tanpa keterampilan  itu,  perusahaan-perusahaan  Indonesia  akan “stuck  in  the  middle”,  birokrasi  kita  sulit  “diajak  berdansa” menjelajahi  dunia  baru  yang  penuh  perubahan,  dan  kaum muda sulit memimpin pembaruan.

Tidak hanya itu, orangtua juga kesulitan mendidik anak- anaknya agar tabah menghadapi kesulitan. Dengan memberikan pendidikan formal yang cukup atau kehidupan yang nyaman, tidak berarti mereka menjadi manusia yang terlatih  menghadapi  perubahan.  Apa  artinya  bergelar  S-2 kalau  penakut,  jaringannya  terbatas,  “lembek”,  cepat  menyerah, dan gemar menyangkal?

zona nyaman

keluar dari zona nyaman (gambar dari pixabay.com)

Namun, maaf, ketidakmampuan keluar dari zona nyaman ini bukanlah monopoli kaum muda. Kebanyakan orangtua yang hidupnya mapan dan merasa sudah pandai pun terperangkap di sana. Seperti apakah gejala-gejalanya?

“Saya pikir hidup yang nyaman, terlindungi, tercukupi adalah hidup yang aman,” begitu pemikiran banyak orang. Kita berpikir, apa-apa yang kita kerjakan dan membuat kita  mahir  sehari-hari  sudah  final.  Dengan  cara  seperti  itu, kita akan melakukan hal yang sama berulang-ulang sepanjang hari, melewati jalan atau cara-cara yang sama sepanjang tahun.

Padahal, segala sesuatu selalu berubah. Ilmu pengetahuan baru selalu bermunculan dan saling menghancurkan. Teknologi baru berdatangan menuntut keterampilan baru. Demikian  juga  peraturan  dan  undang-undang.  Pemimpin dan generasi baru juga mengubah kebiasaan dan cara pandang. Ketika satu elemen berubah, semua kebiasaan, struktur, pola, budaya kerja, dan cara pengambilan keputusan ikut berubah. Ilmu, keterampilan, dan kebiasaan kita pun menjadi cepat usang.

Orang-orang yang terperangkap dalam zona nyaman biasanya takut mencari jalan, tersasar atau tersesat di jalan buntu. Padahal, solusinya mudah sekali: putar arah saja, bedakan a dead end dengan detour. Jadi, apakah anda berani keluar dari zona nyaman?

(Tulisan pendek dari Rhenald Kasali dalam buku Strawberry Generation)

[Melati/Expose]

Bagikan ke Sekitarmu!
Keluar dari  Zona Nyaman