Obituari Istimewa untuk Hernowo Hasim

Dunia literasi kehilangan satu lagi sosok yang istimewa. Hernowo Hasim, penggiat literasi, pembelajar yang tak pernah berhenti, pada hari Kamis, 24 Mei 2018 telah dipanggil Sang Pencipta sekitar pukul 20.30 malam tadi.

Sang Pengikat Makna, telah berpulang ke Maha Segala.

Mengenal Sosok Hernowo Hasim

Hernowo Hasim, lahir pada tanggal 12 Juli 1957 adalah salah satu tokoh penggiat literasi yang punya kontribusi penting di Indonesia. Beliau adalah sosok yang dikenal ramah, santun, dan memiliki semangat yang sangat tinggi terutama menyangkut segala hal yang berhubungan dengan literasi. Hernowo Hasim dikenal sebagai editor yang telah membantu lahirnya karya-karya besar di Indonesia. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai penulis, motivator, dan pembelajar yang tidak pernah berhenti belajar dan berkarya.

Kecintaan pada Dunia Literasi Tercermin dalam Konsistensi

Setelah menyelesaikan studinya di ITB, Hernowo Hasim yang begitu mencintai dunia literasi, memutuskan untuk terjun langsung dalam dunia perbukuan. Ketika Mizan lahir pada tahun 1983 membawa cita-cita literasi untuk Indonesia, Hernowo tentu tak ketinggalan untuk ikut andil dan menjadi bagian di dalamnya. Maka sejak saat itulah, kontribusi Hernowo terus mengalir tanpa henti. 

Perlahan tetapi pasti, Hernowo menjalankan pekerjaannya dengan penuh suka cita. Ia membantu menjalin kata-kata, memilihkan diksi paling tepat dan mudah dimengerti pembaca, membuat karya yang ditulis penulis-penulis hebat menjadi semakin istimewa ketika Hernowo menjabat menjadi editor kala itu.

Mulai Menulis di Usia 40 Tahun, Hernowo Mampu Menghasilkan Tak Kurang dari 37 Buku dalam Waktu Singkat

Sebelum terjun langsung di dunia kepenulisan, Hernowo Hasim telah lebih dahulu berkutat dengan dunia buku sejak tahun 1983 sejak menjabat sebagai editor hingga mempimpin, menjadi CEO di Mizan Publishing. Selanjutnya, pada usia 40 tahun Hernowo memutuskan bahwa karya pertamanya harus lahir dalam bentuk tulisannya sendiri.

Buku Mengikat Makna yang terbit di tahun 2001 ternyata menghasilkan tanggapan yang istimewa dari para pembaca. Buku yang begitu mengesankan ini pun cepat menjadi best seller di mana-mana. Hingga saat ini, setidaknya buku Mengikat Makna telah memasuki cetak ulang yang ke-7. 

Menariknya, meskipun baru memulai berkarier di usia yang tak lagi terbilang muda, Hernowo mampu membuktikan bahwa semangatnya menulis tak kalah dengan mereka yang masih muda. Terbukti, tak kurang dari 37 buku telah berhasil dituliskan dengan baik oleh Hernowo. 

Prestasi Lain yang Tak Kalah Istimewa

Selain begitu aktif menghasilkan karya, Hernowo juga dikenal sangat aktif menggalakan gerakan yang berhubungan dengan literasi dan kegiatan yang berhubungan dengan baca dan tulis. Hal positif ini membuat Hernowo Hasim mendapatkan penghargaan pada ”World Book Day Indonesia I” tahun 2006. Menurut catatan, Hernowo adalah orang pertama dari Indonesia yang mendapat penghargaan dari Panitia ”World Book Day Indonesia I”. Penghargaan yang diterimanya adalah penghargaan sebagai penulis yang berhasil menginspirasi dan membangkitkan semangat para pembaca bukunya untuk menjalankan kegiatan baca-tulis yang memberdayakan.

Selain itu, pada tahun 2010, Hernowo juga berhasil meraih penghargaan dari Perpustakaan Nasional. Salah satu karyanya yang berjudul “Agar Perpustakaan Tak Jadi Kuburan” meraih juara ketiga dalam sayembara karya tulis menuju perpustakaan nasional ideal.

Seperti Air, Semangat Hernowo Hasim Masih Ada dan Akan Terus Mengalir

Hari ini, Indonesia kehilangan salah satu sosok yang begitu giat menggemakan semangat literasi. Seorang sahabat, guru, pengajar, pembelajar yang tak pernah berhenti belajar, kini telah menempuh perjalanan baru yang lebih panjang. Mungkin sosoknya tak lagi dapat bercengkrama dengan kita semua. Akan tetapi, Hernowo akan terus hidup dalam karya-karya yang telah ditinggalkannya. 

Selamat jalan, Pak Hernowo Hasim. Terima kasih telah meninggalkan makna yang sangat berkesan untuk kami semua. 

(artikel ini ditulis dari berbagai sumber dengan penyesuaian khusus untuk mengenang Pak Hernowo Hasim)

[Hanung W L/Copywriter Mizanstore]

Bagikan ke Sekitarmu!