(Resensi) Malas itu Perlu: Tidak Semua yang Malas Itu Buruk

Hidup ini bagaikan lelucon. Ada hal-hal yang tidak perlu dicari jawabannya, mengapa begini atau begitu. Jalani saja apa adanya”.

Kalimat itu merupakan kalimat yang tertuliskan di cover belakang buku Dodaeche yang berjudul Malas itu Perlu. Mendengar kata Malas, seketika kita berpikiran negatif. Tapi ternyata malas itu juga penting, lho! Kamu bakal menemukan kalau malas itu bukan sesuatu hal negatif di buku ini.

Buku yang terbitkan di bulan ini oleh Penerbit Mizan merupakan sebuah bacaan yang ringan yang di hampir setiap halamannya disisipkan gambar. Nah, buat kamu yang mudah bosan, buku ini cocok untuk dibaca dikala senggang. Isi di dalamnya akan membuat kita merasakan sensasi yang berbeda dari membaca buku-buku lain.

Konten di dalamnya berisikan tentang motivasi yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari dari mulai bangun tidur di pagi hari hingga tidur malam hari. Yang menarik, buku ini seolah menyadarkan kita akan apa yang selama ini ada di benak kita, apa yang menjadi ‘khayakan gila’ kita ketika sedang merasa malas, jenuh dan lelah akan suatu aktifitas.

Seperti ketika waktu sudah menunjukkan sore hari, sebuah waktu yang membuat jenuh bagi kita yang sedang bekerja. Dimana pekerjaan masih banyak sedangkan jam kerja hampir habis,  seketika menjadi semangat ketika ada teman yang menawarkan makanan.

Dodaeche mengulas problema sehari-hari kita secara berbeda dari sisi psikologis dan terasa lebih segar karena disisipkan sedikit humor. Dan mungkin akan membuat kita sebagai pembacanya merasa apa yang dibahas di buku ini  adalah ‘aku banget,nih!‘.

Secara ringan namun tersampaikan buku ini berusaha menjelaskan bahwa keadaan sesulit apapun bisa terselesaikan dengan baik apabila kita tenang. Masalah sehari-hari kita yang terlihat sepele namun ternyata memberi efek yang berpengaruh apabila pola pikir kita tidak cepat dibenahi padahal hal-hal itu tak perlu dianggap pusing.

Di dalam isinya sendiri buku ‘Malas Itu Perlu‘ terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

Bagian 1 mengulas rutinitas sehari-hari dan berbagai masalahnya, terutama di tempat kerja.

Bagian 2 mengulas bagaimana mengatasi rasa malas dan berbagai masalah lain dalam hidup.

Bagian 3 mengulas hal-hal yang terjadi di luar keinginan kita.

Bagian 4 memberi pelajaran kepada kita bahwa masalah bukanlah sesuatu yang harus dipikirkan terlalu dalam.

Bagian 5 mengulas  hal-hal membahagiakan yang harus dilakukan ketika kita merasa kosong dan sedih.

Bagian 6 mengulas bagaimana bertahan hidup dan belajar tertawa bahagia di situasi yang tidak menyenangkan.

Nah, gimana? Penasaran bagaimana malas versi kamu dibahas di buku ini? Dapatkan bukunya sekarang hanya di mizanstore.com. Buku ini pastinya sangat cocok dibaca kapanpun. Walaupun penyajiannya ringan, namun tak melupakan makna dan tujuan dari kandungannya!

(Nabilla/Mizanstore)

Bagikan ke Sekitarmu!