Yakin Kamu Sudah Siap Ikut Tren Nikah Muda?

“Tujuan pacaran itu untuk putus, bisa karena berpisah, bisa karena menikah.”

Pidi Baiq

Kamu pilih yang mana, nih? Menikah dong, pastinya. Tapi, kalau buru-buru alias menikah muda, kamu sudah siap belum menghadapinya, sekarang?

Siapa, sih, yang nggak mau nikah, apalagi dengan sang pujaan hati. Selidik punya selidik, masih ada, lho, wanita atau pria yang takut akan dunia pernikahan dengan segudang alasan. Misalnya saja, mereka takut pasangannya akan berubah ketika sudah menikah. Ketika pacaran, semua serba menyenangkan, tapi setelah menikah semua berubah. Kok, bisa? Yap! Pacaran adalah dimana pasangan memakai topeng dan saat sudah menikah, topeng itu harus dibuka. Saat pacaran, kepura-puraan itu hanya dipakai kurang dari 24 jam. Namun, setelah menikah, selama 7 x 24 jam kita harus bertemu dengan pasangan. Masih bisakah kepura-puraan itu dipertahankan selama bermiggu-minggu bahkan bertahun-tahun? Pasti jawabannya, tidak.  Jadi, pikiran “berubah saat menikah” sebenarnya tidak pas untuk dikeluhkan karena pacaran dan menikah itu dua hubungan yang berbeda.

 

Judul Buku: Marriage With Heart: Hidup Bersama Bahagia

Penulis: Elia Daryanti & Anna Farida

Penerbit: Kaifa

Tebal: 204 Halaman

 

Takut Mertua. Ini yang ada dipikiran calon pengantin, bahkan pada pasangan yang sudah menikah. Biasanya hal ini terjadi pada pengantin wanita. Coba kita lihat dan jabarkan sebenarnya mertua itu seperti apa sih. Ketika seorang ibu memberi restu anak laki-lakinya menikah dengan seorang wanita,  maka ada wanita asing yang akan masuk ke dunia anaknya yang akan mengurus anaknya tersebut, seperti yang dilakukannya selama 25 tahun. Kita wajib sadar bahwa mertua adalah orang tua yang sangat cinta kepada anaknya. Jika menantu takut jika cinta sang suami jadi terbagi, mertua pun merasakan hal yang sama. Tahu tidak, mertua sebenarnya ingin akur dengan wanita yang dicintai anak lelakinya, tapi tidak tahu caranya. Perbedaan umur dan statuslah yang membuat kesenjangan komunikasi. Tapi tenang…ada berbagai cara agar mertua dan menantu bisa akur serta kompak, loh!

Takut diselingkuhi? Wanita/pria mana yang ingin diselingkuhi di dunia ini. Diselingkuhi saat pacaran saja pasti kita sudah sakit hati banget, apalagi diselingkuhi saat sudah menikah? Mungkin dunia lebih baik runtuh saja! Selingkuh bisa disebabkan adanya Teman Tapi Mesra (TTM), dengan alasan pamungkasnya “sahabat/teman dekat”. Banyak orang yang jatuh cinta lagi setelah menikah, baik itu pada orang baru, teman lama, teman satu kantor, bahkan mantan pacar. Bisa berawal diskusi ringan, lalu muncul kenyamanan dan muncullah benih-benih cinta. Ih, amit-amit, deh!

Buku Marriage With Heart ditulis oleh penulis buku Parenting With Heart, Elis Daryati & Anna Farida. Di dalam buku ini akan dijabarkan secara detail masalah-masalah yang terjadi saat menikah + cara menghadapinya, dilengkapi juga kisah-kisah nyata dari berbagai sumber. So, menikah = welcome to the real life!

[Pujil]

Bagikan ke Sekitarmu!