Bharatayudha: Takdir Medan Dusta: Buku Terbaru Karya Sudjiwo Tejo

Dunia pewayangan Indonesia kembali bergetar. Setelah beberapa tahun vakum menerbitkan karya naratif baru, sang dalang serba bisa, Sudjiwo Tejo, kembali dengan karya yang ambisius sekaligus personal: Bharatayudha.

Bagi kamu pengikut setia @presidentjancukers, kembalinya ia ke ranah sastra adalah sebuah penantian panjang. Jika sebelumnya kamu dibuat terhanyut oleh romansa tragis dalam Rahvayana I & II, kali ini, Sudjiwo Tejo mengajak kamu menyelami kisah legendaris Bharatayudha, namun bukan dari kacamata pemenang.

Sinopsis

Fokus utama buku ini terletak pada sosok Karna. Di tangan Sudjiwo Tejo, konflik Pandawa-Kurawa tidak lagi sesederhana hitam melawan putih atau baik melawan jahat. Melalui kutipan yang menggetarkan jiwa:

“Mohon maaf Sang Dewi, bagi saya, seorang Ibu bukanlah seorang Pertiwi yang melahirkan. Bagi saya, mohon maaf, seorang ibu adalah seorang Pertiwi yang merawat dan membesarkan. Dan Pertiwi saya adalah Kurawa.”

Cerita Bharatayudha jadi salah satu lakon pewayangan paling populer di Indonesia. Ditulis dengan Karna sebagai protagonisnya, memberi ruang tafsir baru atas konflik Pandawa-Kurawa yang tidak sesederhana jahat vs baik.

Lebih dari Sekadar Tulisan

Buku ini bukan sekadar deretan kata. Sebagai seorang dalang yang menguasai seni rupa, Sudjiwo Tejo melengkapi buku ini dengan seratusan ilustrasi lukisan oil on canvas hasil goresannya sendiri. Membaca buku ini bakal bikin kamu merasa seperti sedang menonton pertunjukan wayang sekaligus mengunjungi galeri lukisan secara bersamaan.

Ramah bagi Penikmat Wayang Baru

Meskipun mengangkat lakon klasik yang kompleks, kamu tidak perlu merasa terintimidasi. Buku ini dirancang inklusif dengan menyertakan:

  • Silsilah Karakter: Memudahkan kamu memetakan hubungan darah yang rumit antara tokoh-tokohnya.
  • Glosarium: Penjelasan istilah-istilah pewayangan agar alunan cerita tetap nyaman kamu ikuti tanpa kehilangan konteks.

Mengapa Bharatayudha Wajib Masuk Rak Buku Kamu?

1. Obat Rindu: Ini adalah comeback Sudjiwo Tejo setelah masa vakum yang cukup lama.

2. Visual yang Estetik: Koleksi lukisan orisinal yang eksklusif hanya bisa kamu temukan di buku ini.

Bagi kamu para pengagum Karna, penikmat filsafat Jawa, atau sekadar pencari keindahan dalam sastra, Bharatayudha adalah sebuah perjalanan pulang ke dalam diri melalui peperangan paling dahsyat dalam sejarah manusia.

Tentang Penulis: Sudjiwo Tejo lahir di Jember, 31 Agustus 1962. Meski sering disebut seniman serba bisa, ia lebih senang menyebut dirinya “hanya seorang dalang.” Baginya, melukis, menulis, hingga bermusik adalah bagian sah dari proses kreatif seorang dalang yang terus menghidupkan sastra dan teater dalam setiap karyanya.

Penasaran ingin membaca buku terbarunya? Pesan sekarang di Mizanstore.com, ada diskon dan gratis ongkir yang bisa kamu nikmati!


Awita Ekasari/Content Creator Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Bharatayudha: Takdir Medan Dusta: Buku Terbaru Karya Sudjiwo Tejo
Postingan terkait

This website uses cookies.