Di tengah gempuran video pendek berdurasi belasan detik dan algoritma media sosial yang bikin candu, sebuah pertanyaan besar sering muncul: “Orang Indonesia itu sebenarnya masih suka membaca gak sih? Terus, apa saja yang dibaca?”
Jawabannya ternyata cukup mengejutkan dan penuh plot twist. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tingkat membaca penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas sebenarnya sudah menyentuh angka 89,75%. Artinya, mayoritas dari kita itu melek aksara dan aktif mengonsumsi teks.
Namun, yang menarik adalah jenis bacaannya. Karakteristik masyarakat kita ternyata sangat unik, memadukan antara kebutuhan spiritual, tuntutan akademis, hingga pencarian jati diri. Yuk, kita bedah daftar bacaan paling populer di Indonesia saat ini!
1. Kitab Suci (77,55%)
Posisi puncak ditempati oleh kitab suci dengan angka yang sangat mutlak. Hampir 8 dari 10 orang yang membaca di Indonesia meluangkan waktunya untuk membaca kitab suci keagamaan masing-masing.
Ini membuktikan bahwa bagi masyarakat Indonesia, aktivitas membaca bukan sekadar hobi atau pengisi waktu luang, melainkan bagian intim dari ritual ibadah, pencarian ketenangan jiwa, dan pedoman hidup sehari-hari. Hubungan masyarakat kita dengan teks spiritual masih menjadi motor penggerak literasi nomor satu.
2. Buku Pengetahuan & Pengembangan Diri (24,42%)
Berada di posisi kedua, buku-buku non-fiksi, terutama genre self-improvement, finansial, psikologi populer, dan pengetahuan umum, punya pasar yang sangat menarik.
Fenomena ini selaras dengan tren generasi muda (seperti Milenial dan Gen Z) yang makin sadar akan pentingnya kesehatan mental, kemandirian finansial, dan investasi leher ke atas. Buku bukan lagi sekadar jendela dunia, tapi sudah beralih fungsi menjadi “mentor pribadi” untuk bertahan di tengah kerasnya persaingan zaman.
3. Buku Pelajaran Sekolah (20,55%)
Pendidikan formal tetap memegang peranan besar dalam membentuk kebiasaan membaca. Angka 20,55% ini didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Meski sering kali dibaca karena faktor kewajiban akademis, buku pelajaran tetap menjadi fondasi penting yang memastikan roda literasi di kalangan usia muda tetap berputar setiap harinya.
4. Buku Cerita dan Fiksi (13,96%)
Mulai dari novel romansa, fiksi sejarah, komik, hingga cerita anak menempati porsi ini. Dunia fiksi menjadi tempat pelarian favorit masyarakat yang mencari hiburan naratif.
Menariknya, tren fiksi saat ini banyak bergeser ke cerita-cerita yang “dekat dengan bumi”—seperti lika-liku kehidupan sandwich generation, dinamika dunia kerja korporat, hingga romansa yang mengedepankan hubungan sehat (healthy relationship). Buku fiksi menjadi ruang cermin bagi pembaca untuk menertawakan sekaligus merenungkan realitas hidup mereka.
5. Koran dan Media Berita (13,27%)
Meskipun formatnya sudah banyak bermigrasi dari kertas cetak ke layar ponsel (media digital), kebiasaan membaca berita harian masih memiliki basis massa yang cukup kuat. Masyarakat kita tetap punya kebutuhan yang tinggi untuk tahu apa yang sedang terjadi di sekitar mereka, mulai dari isu politik, ekonomi, hingga tren sosial terhangat.
6. Majalah dan Tabloid (3,77%)
Di posisi paling buncit, ada majalah dan tabloid. Format bacaan yang satu ini memang harus berdarah-darah menghadapi arus informasi portal berita online dan blog yang jauh lebih cepat beradaptasi dengan tren visual. Kini, majalah dan tabloid menjadi bacaan yang sangat tersegmentasi untuk hobi atau komunitas spesifik saja.
Membaca Bukan Mati, Melainkan Berubah Bentuk
Data dari BPS ini memberikan kita satu kesimpulan penting: budaya membaca di Indonesia tidak mati, melainkan bertransformasi. Masyarakat kita mungkin mengurangi konsumsi media cetak konvensional, tetapi mereka beralih ke medium yang lebih praktis, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan emosional serta profesional mereka.
Jadi, jenis bacaan mana yang paling sering nangkring di meja atau aplikasi e-reader-mu belakangan ini? Apakah kamu termasuk tim pencari ketenangan lewat kitab suci, tim pemburu insight di buku self-help, atau tim yang suka healing lewat untaian kata di buku novel?
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Sumber: Diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian