Dari “Firasat” sampai “Kali Kedua”, Ini Song Anthem Galau Ciptaan Dee Lestari

Kalau mendengar nama Dee Lestari, apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Novel Supernova? Perahu Kertas? Atau mungkin sosok penulis dengan gaya bercerita yang puitis dan penuh makna?

Sebelum dikenal luas sebagai novelis, Dee Lestari sebenarnya sudah lebih dulu berkarier di dunia musik. Ia dikenal sebagai singer-songwriter dan telah menciptakan banyak lagu yang kemudian dibawakan oleh penyanyi lain. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menjadi hit dan tetap didengarkan lintas generasi.

Menariknya, lagu-lagu ciptaan Dee punya satu kesamaan: liriknya sering terasa seperti sedang menerjemahkan perasaan yang susah kita jelaskan sendiri. Mulai dari cinta bertepuk sebelah tangan, jatuh cinta, firasat kehilangan, sampai kesempatan kedua.

Yuk, kenalan lagi dengan beberapa song anthem galau ciptaan Dee Lestari!

1. Firasat – Marcell

Kalau bicara soal lagu ciptaan Dee Lestari, rasanya nggak mungkin melewatkan “Firasat”.

Lagu yang dibawakan Marcell Siahaan ini dikenal karena liriknya yang penuh metafora. Dee menggunakan benda-benda langit untuk menggambarkan seseorang yang begitu istimewa.

Ditambah karakter vokal Marcell yang elegan, “Firasat” pun menjadi salah satu lagu yang tetap terasa relevan meski sudah bertahun-tahun berlalu.

2. Perahu Kertas – Maudy Ayunda

Ini salah satu karya Dee Lestari yang punya perjalanan paling menarik.

Perahu Kertas awalnya merupakan novel karya Dewi Lestari, atau yang lebih dikenal sebagai Dee Lestari, yang berkisah tentang Kugy dan Keenan. Cerita tersebut kemudian diadaptasi menjadi film dengan Maudy Ayunda sebagai Kugy.

Menariknya, “Perahu Kertas” juga diciptakan oleh Dee Lestari. Lagu ini awalnya ditulis pada 2012 dan kemudian dipopulerkan oleh Maudy Ayunda sebagai bagian dari jalur suara atau soundtrack film Perahu Kertas 2.

Karena diciptakan oleh penulis cerita aslinya, lagu ini terasa begitu dekat dengan dunia Perahu Kertas. Liriknya seolah membawa kembali perasaan, mimpi, dan perjalanan Kugy dan Keenan dalam bentuk yang berbeda.

Satu lagu, tapi vibes-nya langsung: Kugy, Keenan, dan segala perasaan yang belum selesai.

3. Tahu Diri – Maudy Ayunda

Selain “Perahu Kertas”, Maudy Ayunda juga membawakan lagu ciptaan Dee Lestari berjudul “Tahu Diri”.

Lagu ini ditulis Dee pada 2012 dan menjadi bagian dari soundtrack film Perahu Kertas 2. Lewat lagu ini, Dee menggambarkan perasaan seseorang yang menyadari bahwa dirinya harus tahu diri dalam sebuah hubungan.

Meski perasaan masih ada, nggak semua cinta harus dipaksakan untuk memiliki. Ada kalanya seseorang harus menerima bahwa mencintai juga berarti tahu kapan harus mundur dan melepaskan.

Dibawakan dengan suara lembut Maudy, “Tahu Diri” punya nuansa galau yang lebih tenang. Bukan tentang memperjuangkan seseorang sampai akhir, melainkan tentang belajar menerima bahwa nggak semua rasa harus berakhir dengan memiliki.

4. Malaikat Juga Tahu – Glenn Fredly

Kalau ada lagu yang bisa bikin hati sesak tanpa perlu banyak drama, mungkin ini salah satunya.

“Malaikat Juga Tahu” menjadi salah satu karya Dee Lestari yang paling melekat di ingatan banyak orang.

Versi Glenn Fredly menjadi lagu tema film Rectoverso, sementara cerita “Malaikat Juga Tahu” sendiri merupakan bagian dari karya Dee yang mempertemukan fiksi dan musik.

Kekuatan lagu ini ada pada cara Dee menggambarkan cinta yang begitu besar, tetapi nggak selalu bisa dimiliki dengan cara yang kita inginkan.

Ada rasa cinta, pengorbanan, kecemburuan, dan ketidakberdayaan yang bercampur menjadi satu.

Dan seperti judulnya, rasanya bahkan malaikat pun tahu betapa rumitnya perasaan itu.

5. Kali Kedua – Raisa

Setelah lagu-lagu dengan tema galau yang cukup dalam, Dee juga punya versi cinta yang lebih hangat lewat “Kali Kedua” yang dinyanyikan Raisa.

Lagu ini berbicara tentang memberikan kesempatan kedua kepada seseorang yang dianggap tepat. Bukan sekadar mengulang hubungan lama, tetapi tentang menemukan keyakinan bahwa kali ini mungkin memang orangnya.

Dengan vokal Raisa yang lembut, “Kali Kedua” terdengar seperti lagu cinta yang manis, tetapi tetap punya kedalaman khas tulisan Dee.

Karena nggak semua kesempatan kedua harus berakhir dengan penyesalan.

6. Satu Bintang di Langit Kelam – Rida Sita Dewi

Dirilis pada 1995 dan dibawakan oleh Rida Sita Dewi, “Satu Bintang di Langit Kelam” menjadi salah satu karya awal Dee dalam perjalanan bermusiknya.

Alih-alih menggambarkan patah hati dengan kata-kata sederhana, Dee menggunakan benda-benda langit untuk menggambarkan seseorang yang begitu diinginkan, tetapi terasa mustahil untuk digapai. Cinta yang nggak berbalas pun terasa seperti tersesat di tengah galaksi yang luas.

Vokal Dee yang dominan berpadu dengan suara Rida dan Sita, membuat lagu ini terasa semakin dramatis.

7. Kusadari – Rida Sita Dewi

Pada 1999, Rida Sita Dewi kembali membawakan karya yang liriknya ditulis Dee Lestari, yaitu “Kusadari”. Musik lagu ini diciptakan Yovie Widianto, sementara Dee menggarap liriknya.

Walaupun nggak se-dark “Satu Bintang di Langit Kelam”, karakter khas Dee tetap terasa lewat permainan rima dalam liriknya. Tema jatuh cinta yang sebenarnya sudah sering muncul di lagu pop dibuat terasa lebih puitis lewat pilihan kata Dee.

Karena kadang yang bikin galau bukan cintanya, tetapi momen ketika kita baru sadar kalau ternyata sudah jatuh terlalu dalam.

8. Bintang Utara – Dee Lestari


Sebuah lagu yang berbicara tentang makna melepaskan dengan ikhlas. Lagu ini mengangkat hubungan universal antara orang tua dan anak, menggambarkan proses menerima ketika seseorang yang dicintai tumbuh dan menjalani jalannya sendiri. Dengan aransemen orkestral dari Lafa Pratomo, Bintang Utara menjadi penutup yang emosional di album ketiganya yang rilis pada Juni 2026. Albumnya berisi delapan lagu terbaru yang merangkum berbagai fase perjalanan emosional tentang cinta. Selain menjadi judul lagu, kabarnya ‘Bintang Utara’ juga akan menjadi judul buku anak terbarunya yang akan rilis dalam waktu dekat. Wah, bakalan seperti apa ya debut buku anak Dee Lestari? Kita nantikan saja ya kabar terbitnya!

Dari “Firasat” hingga “Kali Kedua”, terlihat bagaimana Dee Lestari punya cara sendiri dalam menerjemahkan perasaan menjadi kata-kata. Ia nggak sekadar menulis tentang cinta, tetapi membuat kita melihat cinta dari sudut yang sebelumnya nggak terpikirkan.

Nggak heran kalau karya-karyanya bisa dinyanyikan oleh Rida Sita Dewi, Marcell, Maudy Ayunda, Glenn Fredly, hingga Raisa dan tetap terasa dekat dengan pendengarnya.

Jadi, dari delapan lagu ini, mana yang paling pantas kamu nobatkan sebagai song anthem galau ciptaan Dee Lestari?


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Dari “Firasat” sampai “Kali Kedua”, Ini Song Anthem Galau Ciptaan Dee Lestari
Postingan terkait

This website uses cookies.