Banyak orang mengira bahwa kesuksesan seorang penulis besar datang dalam semalam. Namun, di balik buku-buku best-seller yang ada di rak toko buku, tersimpan sejarah penolakan yang panjang dan menyakitkan. Bagi mereka, sebuah surat penolakan bukanlah akhir, melainkan ujian konsistensi.
Berikut adalah deretan penulis inspiratif yang membuktikan bahwa ketekunan adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan.
1. Stephanie Garber: Ditolak 200 Agen Sebelum Menembus New York Times
Kisah Stephanie Garber adalah definisi sejati dari kerja keras. Sebelum namanya melambung lewat novel Caraval, Stephanie harus menelan pil pahit ditolak oleh 200 agen naskah untuk tiga novel yang ia tulis sebelumnya.
Bahkan ketika novel keempatnya diterima, penjualannya jauh dari memuaskan. Namun, ia tidak menyerah. Ia rela fokus sepenuhnya, bahkan sampai harus berpisah sementara dari orang tuanya demi menyelesaikan novel kelima, Caraval. Hasilnya luar biasa: naskah tersebut langsung diterima penerbit dalam waktu semalam dan menjadi best-seller di New York Times selama 15 minggu berturut-turut. Baca juga karya Garber lainnya, Legendary, Finale, Once Upon a Broken Heart, The Ballad of Never After, A Curse For True Love.
2. J.K. Rowling: Naskah Harry Potter Pernah Ditolak 12 Penerbit
Sebelum dunia tersihir oleh kisah Harry Potter, J.K. Rowling menulis draf pertamanya di kafe-kafe kecil dalam kondisi ekonomi yang sulit. Naskah Harry Potter and the Sorcerer’s Stone ternyata pernah ditolak oleh 12 penerbit berbeda. Baru setelah penerbit Bloomsbury bersedia mengambil risiko, hidupnya berubah total. Kini, karyanya telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan menjadikannya salah satu penulis terkaya di dunia.
3. Stephen King: Naskah yang Sempat Dibuang ke Tempat Sampah
Dikenal sebagai raja horor dunia, masa lalu Stephen King sangat penuh perjuangan. Naskah novel pertamanya, Carrie, ditolak sebanyak 30 kali. Saking frustrasinya, King sempat membuang naskah tersebut ke tempat sampah karena ia sendiri membenci ceritanya. Beruntung, istrinya mengambil kembali naskah itu dan menyemangatinya untuk terus mencoba hingga akhirnya menjadi best seller.
4. Asma Nadia: Menulis di Tengah Perjuangan Melawan Penyakit
Penulis kebanggaan Indonesia ini sudah mulai menulis sejak usia muda. Di tengah kondisi fisik yang lemah dan keterbatasan kondisi kesehatan, ia tetap konsisten menulis. Meski karyanya sering kali ditolak oleh berbagai majalah di awal kariernya, ia pantang menyerah. Kini, ia telah menerbitkan lebih dari 50 buku dan banyak di antaranya telah diadaptasi ke layar lebar, seperti Surga yang Tak Dirindukan, Jangan Bercerai Bunda, Emak Ingin Naik Haji, Assalamualaikum Beijing! dan banyak lainnya.
5. Charles Dickens: Dari Tukang Semir Menjadi Penulis Klasik
Penulis legendaris asal Inggris ini tumbuh dalam kemiskinan yang ekstrem hingga harus bekerja sebagai tukang semir sepatu. Pengalaman hidup yang keras inilah yang kemudian ia tuangkan ke dalam novel pertamanya, Oliver Twist. Meskipun harus melewati jalan terjal untuk meyakinkan dunia akan bakatnya, Dickens akhirnya berhasil menjadi salah satu penulis paling berpengaruh dalam sejarah sastra. Beberapa karyanya yang bisa kamu baca dan sudah diterjemahkan, yaitu A Tale Of Two Cities, Great Expectations.
Apa Kunci Sukses Mereka?
Dari kisah para tokoh di atas, kita bisa memetik pelajaran berharga bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Penolakan bukanlah tanda bahwa karya kita buruk, melainkan bagian dari proses untuk menemukan “pintu” yang tepat.
Bagi kamu yang sedang berjuang mengirimkan naskah, jangan patah semangat hanya karena satu atau dua penolakan. Teruslah menulis, teruslah memperbaiki diri, karena mungkin saja kesuksesanmu sedang menunggu di percobaan berikutnya.
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Sumber: (diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian)
https://www.idntimes.com/life/inspiration/5-penulis-hebat-ini-karyanya-pernah-ditolak-dan-inilah-kunci-suksesnya-01-zlhf9-vgct9f
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3627178/kisah-5-penulis-sukses-yang-pernah-ditolak-berkali-kali