Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah Islam. Bukan sekadar perjalanan luar biasa Nabi Muhammad Saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat makna tentang iman, keteguhan, dan kedekatan hamba dengan Allah Swt.
Untuk memaknai Isra Mikraj lebih dalam, mengenal sosok Rasulullah Saw. secara utuh menjadi langkah penting. Melalui buku-buku tentang kehidupan dan keteladanan Nabi, kita diajak memahami bagaimana beliau menjalani hidup, menghadapi ujian, dan membangun peradaban.
Nah, berikut rekomendasi buku-buku pilihan tentang Nabi Muhammad Saw. yang cocok dibaca untuk menemani refleksi Isra Mikraj.
1. Meeting Muhammad: Merasakan Hidup Bersama Nabi Saw.
Sebagai pengikut yang tidak pernah bersua, kita hanya bisa membayangkan dan memahami rasanya menjadi sahabat beliau di dunia ini lewat hadis-hadis. Membaca riwayat tentang beliau, tidak hanya menambah kecintaan kita, tetapi juga kerinduan kita untuk menjadi salah satu sahabatnya di surga. Buku ini mengajak kita tak sekadar mengenal Rasulullah Saw., tetapi juga ikut merasakan hidup bersama beliau melalui pengalaman para sahabat. Melalui narasi yang hangat dan reflektif, pembaca diajak mengenal Nabi dalam keseharian—sebagai manusia yang penuh kasih, sabar, dan penuh kebijaksanaan. Bacaan yang tepat untuk menumbuhkan rasa cinta dan rindu kepada Rasulullah, terutama saat merenungi Isra Mikraj.
2. Rahasia Kebesaran Nabi Muhammad Saw
Mengungkap kehidupan dan kepribadian Nabi Muhammad saw, yang seringkali tersembunyi dalam pemahaman umum. Dengan pendekatan yang mendalam dan komprehensif, buku ini mengeksplorasi berbagai aspek kehidupan Nabi, mulai dari perjalanan spiritualnya yang penuh tantangan, kepemimpinannya yang visioner, hingga sifat-sifat mulia yang menjadikannya teladan umat manusia sepanjang sejarah. Dengan merujuk langsung ke sumber-sumber autentik, buku ini menggali rahasia-rahasia kebesaran Nabi Muhammad saw yang tidak hanya tercermin dalam prestasi besar dakwah Islam, tetapi juga dalam cara beliau menghadapi masalah kehidupan sehari-hari, membangun persaudaraan antarumat, serta menyebarkan pesan kedamaian dan keadilan. Dengan fokus pada hikmah-hikmah yang bisa diambil dari tindakan dan ajaran beliau, pembaca akan diajak untuk memahami prinsip-prinsip universal yang relevan dalam kehidupan modern.
3. Muhammad (Edisi Ke-3-Republish 2022)
Armstrong, menyadari kompleksitas dan sensitivitas subjek yang ditulisnya, mencoba mengetengahkan sosok Nabi yang terhormat sekaligus manusiawi. Buku ini ditulis terutama bagi pembaca Barat, di masa-masa setelah meledaknya kasus Satanic Verses, yang membuat publik internasional lebih penasaran untuk mengenal sosok Nabi Islam ini.
Buku ini berusaha menghadirkan Nabi Muhammad sebagai seorang manusia historis dalam pergulatan intensnya menemukan pencerahan ruhani dan pergulatan zaman, lalu mengubah jalan sejarah umat manusia—sekali dan selamanya.
4. Sejarah Otentik Politik Nabi Muhammad Saw
Buku ini membahas secara ilmiah, mendalam, dan kritis tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, khususnya aspek dakwah, kepemimpinan politik, dan pembangunan negara Madinah, dengan penekanan pada objektivitas dan kejujuran sejarah, mengkritik pendekatan Sirah yang cenderung terlalu hati-hati atau bias, serta menyajikan sejarah Nabi dari sudut pandang yang berbeda dari orientalis, fokus pada iman dan politik yang benar bukan kekuasaan.
5. The Great Episodes Of Muhammad Saw.: Fiqih Sirah
Bagian pertama buku ini memberikan sebuah pendahuluan untuk para pembaca mengenai latar belakang yang diperlukan sebelum melanjutkan ke bagian-bagian selanjutnya. Hal-hal yang terkandung pada bagian ini antara lain adalah bagaimana pentingnya sîrah Nabi untuk memahami Islam dan bagaimana perkembangannya hingga dapat kita pahami di zaman sekarang ini. Maka dari itu, pembaca tidak perlu takut akan kebingungan ketika membaca bagian-bagian selanjutnya pada buku ini karena sang penulis telah mengulas hal-hal tersebut di bagian pendahuluan ini secara mendetail namun dengan cara yang ringan sehingga akan mudah dipahami. Sementara itu, kisah kehidupan Nabi Muhammad Saw. mulai dibahas pada bagian kedua hingga terakhir buku ini, di mana terbagi menjadi beberapa bagian yang terperinci.
6. Sejarah Otentik Nabi Muhammad Saw
Buku ini unik dan beda. Membahas secara ilmiah, mendalam, dan kritis tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad Saw. dengan referensi yang akurat dan lengkap. Buku ini secara genuine melaporkan dakwah Nabi Saw. periode Makkah dan Madinah, proses turunnya wahyu, perang, tentang kesehatan, dan kewafatan beliau.
Hal yang lebih menarik lagi, isinya tak sungkan mengkritik buku-buku sirah terdahulu, yang kerap ditulis ‘teramat’ hati-hati namun cenderung tak cermat. Akibatnya justru merugikan, karena banyak celah yang bisa dipelintir oleh para orientalis untuk melemahkan Islam. Penulis membeberkan sejarah Nabi Saw. secara pas, adil, dan objektif, tanpa menambah dan mengurangi, serta tak satu pun merujuk buku yang ditulis oleh para orientalis.
7. Muhammad Saw. Teladan Sempurna Umat Manusia: Dari Pembentuk Keyakinan Ke Pembangun Peradaban
Ditulis oleh ulama otoritatif dengan latar belakang akademis yang sesuai dengan subjek kajian. Gaya bahasa yang digunakan renyah dan mudah dicerna. Buku ini adalah buku tingkat lanjut bagi yang sudah pernah membaca sirah-sirah lainnya. Sebelum menulis buku ini, penulisnya telah melakukan riset secara fisik ke situs-situs bersejarah Islam sehingga dia bisa memaparkan suatu kejadian dengan akurat. Di antara buku biografi Nabi lainnya, buku ini memiliki sumber referensi terlengkap, serta memberikan wawasan yang menyegarkan tentang kehidupan Sang Nabi Terakhir. Hasilnya? Buku ini meletakkan teladan kehidupan Sang Nabi kepada konteks zaman ini.
Isra Mikraj bukan hanya peristiwa luar biasa yang dikenang setiap tahun, tetapi juga ajakan untuk melakukan perjalanan batin—mendekat kepada Allah dan meneladani Rasulullah Saw. Melalui buku-buku pilihan di atas, kita diajak mengenal Nabi Muhammad Saw. lebih dekat, agar peringatan Isra Mikraj tidak berhenti pada cerita, tetapi benar-benar hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore