Banyak orang menyangka bahwa jejak Pidi Baiq di layar lebar hanya Dilan Universe saja. Padahal, jika menelusuri rak bukunya lebih dalam, kamu akan menemukan bahwa “Ayah” telah membangun semesta yang jauh lebih luas dari sekadar cinta monyet di SMA. Dari humor absurd mahasiswa tingkat akhir hingga drama melankolis di sudut kota Jogja, kekuatan magis dialog Pidi Baiq telah berhasil menghidupkan banyak cerita lain ke dalam format sinematik yang tak kalah fenomenal.
Nah, berikut daftar lengkap buku-buku Pidi Baiq yang telah melompat dari halaman kertas ke layar bioskop:
1. Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu
Jika kamu mencari sisi Pidi Baiq yang lebih serius dan melankolis, buku inilah jawabannya.
- Inti Cerita: Berlatar Yogyakarta tahun 1998, mengisahkan Sadali yang pergi merantau untuk kuliah seni. Ia terjebak di antara dilema, antara janji masa lalu di kampung halaman atau perasaan barunya terhadap seorang perempuan di Jogja bernama Mera.
- Versi Film: Dirilis pada akhir 2024, karya ini menawarkan visual yang puitis dan emosi yang lebih dewasa, menunjukkan kedalaman tulisan Pidi Baiq dalam memotret kerumitan hati.
- Film: Diperankan Ajil Ditto sebagai Sadali, Ardinia Wirasti sebagai Mera, dan Hanggini sebagai Arnaza si gadis desa.
2. Koboy Kampus
Berbeda dengan kisah cinta, buku ini adalah catatan biografi fiktif masa kuliah Pidi Baiq sendiri yang penuh warna.
- Inti Cerita: Mengisahkan keseruan sekelompok mahasiswa yang mendirikan “Negara Kesatuan Republik The Panasdalam” di lingkungan kampus ITB sebagai bentuk protes kreatif terhadap situasi zaman tersebut.
- Versi Film: Film ini adalah perayaan terhadap kreativitas mahasiswa dan persahabatan yang absurd namun setia kawan.
- Film: Diperankan Jason Ranti (Pidi Baiq), Danilla Riyadi (Nova), Bisma Karisma (Deni). Tayang pada 2019.
3. Baracas (Barisan Anti Cinta Asmara)
Lahir dari pemikiran liar Pidi Baiq, Baracas adalah potret “patah hati” yang diolah menjadi komedi segar.
- Inti Cerita: Tentang sekelompok pria yang gagal dalam cinta dan memutuskan membuat markas khusus untuk membenci para mantan.
- Versi Film: Film ini menunjukkan bahwa di tangan Pidi Baiq, kesedihan karena ditinggal kekasih bisa berubah menjadi gerakan kelompok yang sangat lucu dan tidak masuk akal.
- Film: Ringgo Agus Rahman (Agus), Tika Bravani (Sarah), dan Ajun Perwira (Ajo). Tayang pada 2017.
4. Dan Bandung
Satu lagi buku Pidi Baiq yang siap tayang di 2026 ini. Melalui akun resmi instagram @thepanasdalampictures mengkonfirmasi kalau proses syuting film Dan Bandung sudah selesai berbarengan dengan selesainya syuting Dilan ITB 1997.
- Inti Cerita: Berdasarkan akun penerbit @thepanasdalampublishing dan @pastelbooks.id Dan Bandung akan bercerita tentang pulang, pergi dan perasaan yang tertinggal di satu kota.
- Film: Belum ada konfirmasi resmi siapa yang akan memerankan, namun berdasarkan komen netizen di akun @thepanasdalampictures kalau sederet nama, seperti Samo Ravael, Keisya Levronka, Shanna Shannon, dan Razan Zu akan beradu akting di film ini.
5. Dilan ITB 1997
Menceritakan setelah enam bulan belajar di Kuba, pada 7 Maret 1997 Dilan akhirnya kembali ke Indonesia yang tengah memanas menjelang pemilu. Bertemu lagi dengan hiruk pikuk politik yang mewarnai suasana saat itu. Ia juga bertemu dengan Ancika, pacarnya setelah empat tahun sejak hubungan dengan Milea berakhir.
- Inti Cerita: Mengisahkan kehidupan Dilan saat resmi menjadi mahasiswa di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB.
- Versi Film: Fokus ceritanya mulai bergeser menjadi tentang pertemanan, idealisme mahasiswa, dan dinamika sosial politik kampus di penghujung era 90-an di Bandung.
- Film: Ariel Noah (Dilan), Ancika dan Milea yang masih dirahasiakan. Rencana tayang Lebaran 2026.
6. Ancika: Dia yang Bersamaku Tahun 1995
Setelah perpisahannya dengan Milea, semesta Dilan terus berlanjut melalui sosok perempuan baru yang tangguh.
- Inti Cerita: Berlatar tahun 1995, Dilan yang sudah mahasiswa mulai mengejar Ancika Mehrunisa Rabu, seorang siswi SMA yang sangat mandiri dan sulit ditaklukkan.
- Versi Film: Film ini memperlihatkan sisi Dilan yang lebih dewasa namun tetap mempertahankan kecerdasan logikanya yang khas saat berhadapan dengan perempuan yang punya prinsip kuat.
- Film: Arbani Yasiz (Dilan) dan Zee JKT48 (Ancika). Tayang pada 2024.
7. Dilan Wo Ai Ni 1983
- Inti cerita: Sebuah prekuel yang mengajak kamu kembali ke masa lalu saat Dilan masih berusia 12 tahun. Di sini kita melihat bagaimana karakter Dilan kecil terbentuk saat ia tinggal di Timor Timur dan kembali ke Bandung.
- Film: Muhammad Adhiyat (Dilan Kecil) dan Malea Emma (Mei Lien). Tayang 2024 lalu.
8. Trilogi Dilan & Milea (1990, 1991, & Suara dari Dilan)
Inilah lokomotif utama yang menjadi fenomena nasional dan mengubah peta perfilman remaja di Indonesia.
- Inti Cerita: Kisah cinta legendaris antara Dilan, sang panglima tempur geng motor yang puitis, dan Milea, gadis pindahan dari Jakarta.
- Versi Film: Ketiga bukunya sukses besar di bioskop dan berhasil menciptakan standar baru dalam dialog romantis film Indonesia.
- Film: Iqbaal Ramadhan (Dilan) dan Vanesha Prescilla (Milea). Tayang pada 2018, 2019, dan 2020.
Pada akhirnya, alasan mengapa karya-karya Pidi Baiq begitu hidup saat diangkat ke layar lebar adalah karena ia tidak sedang menjual cerita yang muluk-muluk. Ia memotret keseharian kita—tentang rindu yang berat, janji yang sulit ditepati, hingga kekonyolan masa kuliah—dengan kacamata yang jujur. Menonton atau membaca karya Ayah adalah sebuah perjalanan untuk kembali menemukan diri kita yang mungkin pernah sama lugunya dengan Dilan, atau sama bimbangnya dengan Sadali. Di tangan Pidi Baiq, realita yang biasa saja berubah menjadi rangkaian memori yang puitis dan selalu layak untuk dikenang kembali.
(Artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian)
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore