Sebelum Jadi Penulis Legendaris, Franz Kafka Ternyata Seorang Pegawai Asuransi

Banyak orang membayangkan Franz Kafka sebagai sosok seniman yang muram, menutup diri dari dunia, dan menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk menulis cerita-cerita aneh. Namun, sejarah mencatat realitas yang bertolak belakang. Penulis legendaris asal Praha ini sebenarnya adalah seorang pekerja kantoran 9-to-5 sejati. Dia menghabiskan waktu 14 tahun hidupnya berkutat dengan tumpukan dokumen klaim asuransi buruh.

Wikpedia

Bagi Kafka, dunia kerja adalah kutukan sekaligus berkah. Frustrasinya terhadap rutinitas meja kerja justru menjadi inspirasi utama yang melahirkan gambaran birokrasi dingin dan kaku dalam mahakaryanya seperti The Trial dan The Castle.

Perjalanan Karier Franz Kafka

Bukan sekadar staf administrasi biasa yang malas-malasan, Kafka adalah seorang pegawai yang sangat kompeten, teliti, dan efisien. Di siang hari, dia adalah model aparatur sipil yang andal. Rekam jejak kariernya di Workers’ Accident Insurance Institute for the Kingdom of Bohemia membuktikan bagaimana dia sukses meniti tangga karier berkat kinerjanya yang dinilai luar biasa oleh para atasan:

  • 30 Agustus 1908: Diterima sebagai asisten.
  • 1 Oktober 1909: Diangkat menjadi pegawai magang (probationer).
  • 1 Mei 1910: Ditetapkan sebagai pegawai negeri sipil tetap.
  • 1 Maret 1913: Diangkat menjadi Sekretaris Muda Lembaga.
  • 1 Januari 1920: Diangkat menjadi Sekretaris Lembaga.
  • 3 Februari 1922: Mencapai posisi Sekretaris Senior Lembaga, sebelum akhirnya pensiun dini karena kesehatannya yang memburuk pada 1 Juli 1922.

Padahal, untuk bisa masuk dan bertahan di lembaga semi-pemerintah ini tidaklah mudah. Sebagai lembaga asuransi kecelakaan kerja paling penting di seluruh Austria yang memegang sepertiga polis kecelakaan di masa monarki, institusi ini sangat membatasi akses bagi warga keturunan Yahudi. Sebagai gambaran, pada tahun 1913, dari total 263 karyawan, hanya ada 2 orang yang beretnis Yahudi—salah satunya adalah Kafka.

Kafka berhasil masuk berkat bantuan koneksi teman kuliahnya, Ewald Felix Příbram, yang ayahnya menjabat sebagai Presiden Lembaga hingga tahun 1917. Kemampuan Kafka bertahan juga diuji saat kekaisaran runtuh pada tahun 1918. Ketika mayoritas staf berganti menjadi orang Ceko dan hanya menyisakan warga Jerman yang setia pada negara Cekoslowakia, Kafka tetap dipertahankan karena ia dikenal sebagai warga negara yang baik.

Karier Cemerlang di Bidang Asuransi

Kafka tidak terjun ke dunia asuransi dengan tangan kosong. Ia sangat terdidik untuk bidang ini. Selama masa magang pengadilan pada Februari hingga Mei 1907, ia mengambil kursus asuransi industri di German Commercial Academy di Masný trh Square.

Menariknya, para dosen di akademi tersebut kelak menjadi bos dan rekan kerjanya di kantor, seperti Dr. Rudolf Marschner (yang segera menjadi direktur setelah Kafka bergabung, di mana Kafka ditunjuk menyampaikan pidato sambutan karena kemampuan bahasanya yang bagus), Inspektur Eugen Pfohl (atasan langsung yang sangat ia hormati), serta Dr. Salomon Fleischmann (orang Yahudi kedua di lembaga tersebut sekaligus rekan kerja dekatnya).

Sebagai pegawai baru, Kafka memulai kariernya dengan gaji yang sangat rendah menurut kebiasaan saat itu, yaitu hanya 3 crown per hari ditambah bonus sebesar 10%.

“Kehidupan Ganda” yang Menyiksa Jiwa

Jika kita membaca surat-surat pribadi dan buku harian Kafka, kita akan menemukan rentetan keluhan mendalam tentang kehidupan kerjanya. Mulai dari masa kerja singkatnya di perusahaan asuransi Assicurazioni Generali di Wenceslas Square, hingga 14 tahun masa baktinya di gedung Workers’ Accident Insurance Institute di Na Poříčí Street 7. (Uniknya, kedua kantor ini berjarak sangat dekat dari tempat tinggalnya).

Namun, keluhan Kafka bukan karena dia membenci pekerjaannya atau depresi akibat tidak mampu bekerja. Keberatan terbesar Kafka justru bersumber dari konflik batin akibat “kehidupan ganda” yang terpaksa dia jalani.

Bagi Kafka, pekerjaan kantor adalah penjamin stabilitas yang memberinya kepastian hidup secara finansial. Di sisi lain, menulis adalah panggilan jiwa utamanya—sebuah dunia yang terus-menerus membuatnya merasa cemas dan tidak tenang, namun tidak bisa dia tinggalkan. Waktu yang habis di balik meja kantor dipandangnya sebagai hambatan terbesar yang menyita energi kreatifnya untuk melahirkan karya sastra.

Untuk menyiasatinya, Kafka menjalani rutinitas yang ekstrem. Sepulang kantor di sore hari, dia akan tidur beberapa jam karena kelelahan mental, lalu baru mulai menyalakan lampu mejanya untuk menulis dari jam 11 malam hingga menjelang subuh.

Penyelamatan Terbesar dalam Sejarah Sastra

Ironisnya, semua dedikasi malam hari dan pengorbanan batin Kafka ini hampir saja lenyap tak berbekas dari muka bumi. Sebelum meninggal dunia pada tahun 1924 akibat komplikasi tuberkulosis, Kafka menulis sebuah surat wasiat yang ditujukan khusus kepada sahabat dekatnya, Max Brod.

https://www.bbc.com/news/in-pictures-57267874

Dalam surat tersebut, Kafka meminta dengan sangat agar seluruh draf, buku harian, surat, dan manuskrip novel yang belum selesai—termasuk The Trial dan The Castle—untuk segera dibakar dan dimusnahkan tanpa dibaca sama sekali. Kafka merasa karya-karyanya tidak cukup berharga untuk dipublikasikan.

Namun, Max Brod menghadapi pilihan yang sulit. Alih-alih mematuhi wasiat terakhir sang sahabat, Brod memilih untuk mengabaikan permintaan itu demi alasan yang mulia. Ia tahu persis kejeniusan yang tersembunyi dalam tumpukan kertas tersebut. Brod memutuskan untuk tetap mengedit dan menerbitkan naskah-naskah itu ke dunia karena ia ingin nama Franz Kafka dan segala buah pemikirannya terus dikenang, bukannya terkubur dan terlupakan.

Rekomendasi Karya Kafka yang Bisa Kamu Baca Saat Ini

Berkat keputusan berani Max Brod, warisan tulisan Kafka selamat dan kini menjadi bacaan wajib para pencinta sastra di seluruh dunia. Jika kamu ingin mulai membaca karyanya, berikut adalah beberapa buku penting yang bisa kamu temukan:

  • The Metamorphosis (Metamorfosis): Ini adalah cerita paling terkenal dari Kafka. Mengisahkan tentang Gregor Samsa, seorang sales keliling yang bekerja keras menghidupi keluarganya, namun suatu pagi terbangun dan mendapati dirinya berubah menjadi seekor serangga raksasa yang menjijikkan. Cerita ini menjadi kritik tajam tentang bagaimana manusia dihargai hanya berdasarkan nilai ekonomisnya.
  • The Stoker (Petugas Sekop Batubara): Cerita pendek ini ditulis Kafka pada tahun 1912 dan awalnya terbit sebagai buku mandiri, sebelum akhirnya menjadi bab pertama dari novel panjangnya yang belum selesai. Kisahnya mengikuti Karl Rossmann, seorang remaja yang dikirim ke New York oleh orang tuanya karena sebuah skandal. Di kapal yang bersandar di pelabuhan New York, ia berteman dengan seorang petugas sekop batubara (stoker) di bagian mesin kapal. Cerita ini sangat menarik karena menggambarkan labirin koridor kapal dan sistem keadilan yang kacau di atas kapal—sebuah prototipe awal dari kebingungan menghadapi sistem kekuasaan khas Kafka.
  • The Trial (Proses Peradilan): Novel ini menceritakan tentang seorang pegawai bank bernama Josef K. yang tiba-tiba ditangkap dan diadili atas sebuah kesalahan yang tidak pernah diberi tahu kepadanya. Kisahnya menggambarkan keputusasaan manusia menghadapi labirin hukum dan birokrasi pemerintahan yang absurd serta tidak punya hati.
  • The Castle (Puri): Buku ini mengikuti kisah seorang pria bernama K. yang datang ke sebuah desa terpencil karena ditugaskan menjadi juru ukur tanah oleh otoritas yang tinggal di sebuah puri misterius. Namun, sepanjang cerita, dia terjebak dalam lingkaran dokumen, aturan aneh warga desa, dan tidak pernah berhasil masuk atau menghubungi pihak puri tersebut.

Melalui kisah hidupnya, Kafka membuktikan sebuah hal menarik: kejenuhan dunia kerja tidak selalu membunuh kreativitas. Frustrasinya menghadapi tumpukan berkas klaim cedera buruh, sistem birokrasi yang rumit, dan rutinitas kantor yang monoton justru berhasil dia ubah menjadi mahakarya sastra dunia yang abadi.

Berkat ketekunan Kafka di sela-sela jam kantornya, serta keberanian Max Brod untuk menjaga warisan tersebut, kita hari ini masih bisa menikmati isi kepala salah satu penulis paling berpengaruh di abad modern. Bagi kamu yang hari ini sedang merasa jenuh dengan rutinitas kantor, ingatlah bahwa Kafka pernah berada di posisi yang sama—dan dia mengubah rasa bosan itu menjadi sejarah.


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Sumber: artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian

https://kafkamuseum.cz/en/his-works

https://www.idntimes.com/science/discovery/franz-kafka-jalan-hidup-tragis-penulis-berpengaruh-eropa-abad-20-c1c2-01-gqyzz-9ltsg6

https://www.zenius.net/blog/biografi-franz-kafka

Bagikan ke Sekitarmu!
Sebelum Jadi Penulis Legendaris, Franz Kafka Ternyata Seorang Pegawai Asuransi
Postingan terkait

This website uses cookies.