Pernah nggak, baru dengar beberapa detik lagu langsung auto keinget satu film?
Menariknya, ada beberapa lagu Indonesia yang bukan sekadar menjadi soundtrack film. Lagu-lagu ini justru punya hubungan erat dengan novel yang menjadi sumber cerita filmnya. Ada yang diciptakan khusus untuk film, ada pula yang terinspirasi dari cerita dalam novelnya.
Dari Laskar Pelangi sampai Rectoverso, ini dia beberapa soundtrack yang begitu melekat dengan film adaptasi novel!
1. Laskar Pelangi — Nidji
Laskar Pelangi karya Andrea Hirata menjadi salah satu novel Indonesia yang sukses diadaptasi ke layar lebar. Bersamaan dengan filmnya, lahir pula lagu “Laskar Pelangi” yang dibawakan oleh Nidji.
Lagu ini diciptakan setelah Giring membaca novel Laskar Pelangi dan kemudian menjadi soundtrack yang begitu melekat dengan filmnya. Bahkan, “Laskar Pelangi” berhasil meraih penghargaan Karya Produksi Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2009.
Jadi, kalau dengar lagu ini, rasanya sulit untuk nggak langsung membayangkan kisah Ikal, Lintang, Mahar, dan teman-temannya.
2. Rindu Sendiri — Iqbaal Ramadhan
Kisah cinta Dilan dan Milea pertama kali hadir lewat novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq. Cerita tersebut kemudian diangkat ke layar lebar dengan Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan.
Iqbaal nggak cuma memerankan tokoh Dilan, tetapi juga membawakan lagu “Rindu Sendiri” sebagai soundtrack filmnya. Lagu ini kemudian ikut menjadi bagian dari identitas film Dilan 1990 dan sukses membawa pulang penghargaan OST Film Terdahsyat di Dahsyatnya Awards 2019.
Satu lagu, langsung membawa kita kembali ke Bandung dan kisah Dilan-Milea.
3. Perahu Kertas — Maudy Ayunda
Perahu Kertas karya Dee Lestari diadaptasi menjadi film dengan Maudy Ayunda sebagai Kugy. Menariknya, Maudy nggak hanya memerankan karakter utama, tetapi juga menyanyikan lagu “Perahu Kertas” yang menjadi soundtrack filmnya.
Yang mungkin belum banyak diketahui, lagu “Perahu Kertas” juga diciptakan oleh Dee Lestari. Lagu tersebut sudah diciptakan Dee sejak 2009, tidak lama setelah novelnya terbit.
Jadi, cerita Kugy dan Keenan nggak cuma hidup di halaman novel dan layar lebar, tetapi juga punya lagu yang ikut mengabadikan kisah mereka.
4. Rumah yang Baru – Mawar Eva, Adikara, Dee Lestari
Lagu “Rumah yang Baru” menceritakan tentang kerinduan Ping, sang tokoh utama novel Rapijali, akan kampung halamannya saat ia mulai merantau di Jakarta. Lagu tema yang liriknya ditulis langsung oleh Dee Lestari ini dibawakan secara apik melalui kolaborasi Mawar De Jongh dan Adhikara Fardy.
5. Sumpah & Cinta Matiku — Nidji
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Buya Hamka merupakan salah satu karya sastra Indonesia yang kemudian diadaptasi ke layar lebar pada 2013.
Untuk mengiringi kisah cinta Zainuddin dan Hayati yang penuh konflik, Nidji menciptakan soundtrack “Sumpah & Cinta Matiku” yang terinspirasi dari kisah cinta dalam ceritanya.
Lagu ini pun berhasil meraih penghargaan Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia.
Kalau filmnya saja sudah bikin hati remuk, soundtrack-nya tentu nggak mau kalah.
6. Malaikat Juga Tahu — Dee Lestari
Rectoverso karya Dee Lestari merupakan kumpulan cerita yang kemudian diadaptasi menjadi film.
Salah satu cerita yang paling dikenal adalah “Malaikat Juga Tahu”. Cerita ini juga memiliki versi lagu yang diciptakan dan dibawakan oleh Dee Lestari.
Lagu tersebut menggambarkan perasaan cinta yang begitu dalam, tetapi harus berhadapan dengan keadaan yang nggak sederhana. Nggak heran kalau “Malaikat Juga Tahu” akhirnya menjadi salah satu lagu yang paling melekat dengan Rectoverso.
Ternyata, perjalanan sebuah cerita bisa jauh lebih panjang dari yang kita kira. Dimulai dari halaman novel, kemudian dihidupkan lewat film, dan akhirnya punya lagu yang membuat ceritanya semakin melekat di ingatan.
Mulai dari semangat Laskar Pelangi, nostalgia Dilan 1990, kisah Perahu Kertas, hingga romansa tragis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, masing-masing punya song anthem yang membuat cerita di dalam bukunya terasa semakin hidup.
Song anthem apa lagi yang menurut kamu paling ikonik dari film adaptasi novel?
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore