Sebentar lagi Ramadan, saatnya kita reset hati dan pikiran! Supaya tahun ini ibadahnya nggak cuma dapat lapar dan haus saja, yuk siapkan ‘amunisi’ bacaan yang berkualitas. Dari soal rahasia salat sampai cara mengenal Nabi lebih dekat, 7 buku ini siap jadi teman terbaikmu untuk meraih Ramadan yang lebih berisi dan bermakna.
1. Ketika Quran Jatuh di Hati Hamba yang Merasa Biasa
Biasanya di bulan Ramadan kita fokus membaca Juz 30. Buku ini bikin kegiatan tadarusmu nggak cuma sekadar lisan yang bergerak, tapi hati yang ikut paham. Bikin Al-Qur’an Terasa Dekat: Karena isinya kisah-kisah orang biasa yang nyata, kamu nggak akan merasa Al-Qur’an itu “berat” atau hanya untuk orang alim saja. Buku ini mengemas tafsir surat-surat pendek di Juz Amma lewat cerita nyata dari berbagai profil orang yang sangat relate dengan kehidupan kita sehari-hari. Membacanya sebagai bekal Ramadan akan sangat membantu kita agar tidak sekadar mengejar target jumlah bacaan (khatam), tapi juga memahami bahwa setiap ayatnya punya pesan khusus yang menyentuh urusan hidup kita. Ramadan adalah waktu terbaik untuk membiarkan Al-Qur’an masuk dan ‘mereparasi’ hati kita dengan cara yang paling tulus.
2. Ringkasan Ihya Ulumiddin
Di dalam kitab legendaris Ihya Ulumuddin, ada bagian khusus bernama Al-Muhlikat yang membahas tuntas soal ‘penyakit hati’. Di sana, Imam Al-Ghazali menjelaskan apa saja ciri-ciri penyakit hati, masalah apa yang muncul gara-gara itu, sampai cara mengobatinya.
Nah, buku yang disusun oleh Al-Habib Umar bin Hafizh ini adalah ringkasan dari bagian tersebut. Isinya dibuat jauh lebih simpel dan pas buat kita yang hidup di zaman modern, supaya lebih gampang dipahami dan langsung bisa dipraktikkan. Buku ini sangat cocok jadi bekal Ramadan karena bulan suci adalah momen terbaik untuk ‘detoks’ hati agar ibadah kita jadi lebih bersih dan diterima.
3. Meeting Muhammad
Ramadan adalah bulan di mana kita memperbanyak shalawat. Membaca buku ini bakal bikin rasa rindu dan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW jadi makin dalam karena buku ini bukan sekadar biografi biasa. Syaikh Omar Suleiman mengajak kita untuk seolah-olah ‘hidup bareng’ Rasulullah SAW dengan melihat keseharian beliau dari sudut pandang para sahabat yang paling dekat dengannya. Kita diajak merasakan kehangatan dan keindahan akhlak beliau secara langsung.
4. Berpuasa Seperti Nabi : Resep Ilahi Agar Sehat Ruhani-Jasmani (Republish 2023)
Sangat pas dibaca di awal Ramadan sebagai pengingat agar kita tidak mengulang kesalahan yang sama (puasa sekadar formalitas). Kalau sudah sering puasa tapi rasanya sifat dan kualitas diri kita masih begitu-begitu saja, mungkin ada yang keliru dengan cara kita berpuasa. Jangan-jangan, selama ini kita cuma dapat lapar dan haus saja tanpa benar-benar meresapi maknanya. Di buku ini, kamu akan diajak memahami tiga hal penting: Cara menjalankan puasa yang benar secara aturan, cara menghayati makna di balik rasa lapar yang kita rasakan, dan cara agar kita bisa benar-benar menikmati setiap detik ibadah puasa kita.
5. Ikutilah Shalat Nabi (Edisi Ke 5) Republish 2022
Buku ini wajib banget dimiliki oleh siapa pun yang ingin memperbaiki kualitas shalatnya agar bisa seindah shalatnya Rasulullah SAW. Menjelaskan secara jelas dan sederhana tentang tiga hal utama dalam shalat: Cara yang benar: Panduan langkah demi langkah agar gerakan dan bacaan shalatmu sesuai dengan tuntunan Nabi. Makna di baliknya: Memahami arti dari setiap gerakan dan syarat shalat, supaya shalatmu tidak terasa seperti rutinitas kosong. Kunci khusyuk: Tips nyata untuk menenangkan pikiran dan benar-benar ‘hadir’ saat berhadapan dengan Allah. Di bulan Ramadan, frekuensi shalat kita meningkat drastis. Membaca buku ini bakal bikin setiap rakaat yang kamu jalani terasa lebih bermakna dan nggak sekadar capek berdiri.
6. Buat Apa Shalat?!
Dengan membaca buku ini, setiap rakaat tarawih yang panjang tidak akan terasa melelahkan karena kamu paham sedang “curhat” apa kepada Allah. Tujuannya satu: supaya shalat kita nggak cuma sekadar ‘setor kewajiban’ atau rutinitas harian saja, tapi benar-benar bisa membersihkan hati, memperbaiki akhlak, dan ujungnya bikin hidup kita jadi lebih tenang serta bahagia.
7. Kalbu Al-Quran
Memperdalam Surah “Jantung” Al-Quran: Surah Yasin sering banget dibaca oleh umat Muslim di Indonesia. Ramadan adalah momen yang pas untuk nggak cuma hafal atau lancar baca, tapi juga paham apa yang sebenarnya Allah sampaikan di dalamnya. Surah ini punya pesan utama yang sangat kuat: membuktikan bahwa risalah Nabi itu benar dan hari kebangkitan itu nyata adanya. Buku ini membedah isi Surah Yasin ke dalam 6 tema besar—mulai dari cerita tentang orang-orang yang lalai, pelajaran dari alam semesta, hingga sindiran untuk mereka yang sombong dan keras kepala. Menariknya, buku ini dilengkapi dengan diagram dan ringkasan, jadi kamu nggak bakal pusing membacanya.
Pada akhirnya, persiapan ilmu sama pentingnya dengan persiapan fisik. Dengan memahami apa yang kita kerjakan di bulan suci nanti, semoga setiap sujud dan puasa kita tidak lagi menjadi sekadar rutinitas, melainkan sebuah transformasi diri yang nyata.
Mari jadikan Ramadan kali ini sebagai momen untuk benar-benar pulang dan mendekat kepada-Nya. Selamat menuntut ilmu dan selamat menyambut bulan penuh keberkahan.
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore