Dunia literasi internasional kerap kali menghadirkan sosok-sosok inspiratif yang mampu menyentuh hati pembaca lewat karya yang sarat makna. Salah satu nama yang kini tengah menjadi sorotan adalah Zoulfa Katouh. Novel-novelnya tidak hanya sukses secara global dan diterjemahkan ke belasan bahasa, tetapi juga membawa angin segar bagi genre fiksi remaja lewat narasi yang kuat, jujur, dan emosional.
Kenal Lebih Dekat
Lahir pada 29 Maret 1994 di Calgary, Kanada, penulis muda keturunan Suriah yang dibesarkan di Dubai dan Swiss ini tidak hanya dikenal lewat kekuatan narasinya yang menyentuh hati serta sarat empati. Di balik keindahan cerita yang ia lahirkan, Zoulfa menyimpan latar belakang yang unik. Zoulfa memegang gelar Sarjana Farmasi dan Magister Ilmu Obat-obatan (Drug Sciences).
Perjalanan Karier
- Gadis Kota yang Menjadi “Heidi Versi Arab”: Lahir di Kanada dan memiliki darah Suriah, Zoulfa sempat tumbuh besar di tengah kemegahan kota Dubai sebelum akhirnya berpindah dan menetap di Swiss.
- Menguasai Banyak Bahasa: Sebagai seorang yang mahir dalam tiga bahasa (trilingual), Zoulfa fasih berbicara dalam bahasa Inggris, Arab, dan Jerman. Selain ketiga bahasa tersebut, ia juga memiliki impian untuk mempelajari bahasa Prancis dan Korea.
- Pencetak Sejarah Literasi Dunia: Melalui novel As Long As the Lemon Trees Grow yang mulai ditulisnya sejak 2017, Zoulfa resmi menjadi penulis Suriah pertama yang berhasil menerbitkan novel remaja berbahasa Inggris di pasar internasional Inggris dan Amerika Serikat.
Sisi Akademis
- Seorang Ilmuwan dan Apoteker: Di balik kemampuannya merangkai cerita yang emosional, Zoulfa merupakan seorang lulusan bidang sains dan kesehatan. Ia memegang gelar Sarjana Farmasi dan Magister Ilmu Obat-obatan (Drug Sciences) dari Swiss.
- Melihat Sains sebagai Cerita Rekaan: Latar belakang pendidikannya memberi sudut pandang unik terhadap tubuh manusia. Bagi Zoulfa, tubuh digambarkan sebagai pahlawan utama, virus sebagai musuh, dan obat-obatan sebagai senjata ampuh untuk menang, persis seperti alur cerita dalam buku -bukunya.
Daftar Karya
- As Long As The Lemon Trees Grow (2022): Novel perdana Zoulfa yang mengangkat kisah emosional berlatar konflik Suriah. Buku ini mencetak sukses besar secara internasional dan telah diterjemahkan ke dalam 23 bahasa.
- The Ocean Would Paint Me Blue (2026): Novel kedua Zoulfa Katouh yang sangat dinantikan kini sudah terbit dalam edisi bahasa Indonesia. Peluncurannya menghadirkan edisi spesial pinggiran buku berilustrasi (illustrated edges) yang dijual secara terbatas dan telah habis terjual, serta edisi pinggiran buku berwarna (sprayed edges).
Penghargaan
Beberapa penghargaan berhasil diraihnya berkat novel debutnya, As Long As The Lemon Trees Grow. Berikut di antaranya!
- Amazon Best Young Adult Books of the Year 2022: Memenangkan penghargaan sebagai salah satu buku remaja terbaik tahun tersebut.
- The British Book Awards 2023: Masuk dalam daftar kandidat unggulan (shortlisted) untuk kategori Book of the Year Discover.
- Finalis Governor General’s Awards 2023: Menjadi salah satu kandidat penerima penghargaan tahunan bergengsi di Kanada.
- Pemenang Amy Mathers Teen Book Award 2023: Raihan penghargaan untuk karya sastra remaja terbaik.
- Nominasi Yoto Carnegie Medal for Writing 2024: Masuk dalam pendaftaran penghargaan sastra anak dan remaja yang sangat bergengsi di Inggris.
Fakta Menarik
- Impian Adaptasi Animasi: Jika novel pertamanya diangkat ke layar lebar, Zoulfa tidak menginginkan versi pemeran manusia (live-action). Impian terbesarnya adalah melihat kisah Salama dan Kenan diwujudkan dalam bentuk film animasi bergaya Studio Ghibli, sesuai dengan selera kedua karakter utamanya.
- Pencinta Museum dan Musik Instrumen: Gambaran suasana dalam tulisannya terasa sangat hidup karena Zoulfa gemar menghabiskan waktu seharian di museum untuk mengamati lukisan, memperhatikan warna matahari terbenam, serta mendengarkan musik instrumen karya komposer seperti Ólafur Arnalds dan Ludovico Einaudi.
- Buku Favorit: Zoulfa tumbuh bersama buku klasik Anne of Green Gables. Untuk cerita remaja, ia sangat mengagumi trilogi Inkheart (Cornelia Funke), Sadie (Courtney Summers), The Sun Is Also a Star (Nicola Yoon), dan Legendborn (Tracy Deonn).
- Memasak dan Cerita Penggemar untuk Mengatasi Writer’s Block: Saat mengalami writer’s block, Zoulfa memilih istirahat sejenak dengan menulis cerita rekaan penggemar (fanfiction), berjalan-jalan di hutan, atau membuat kue dan memasak di dapur.
Mengenal Zoulfa Katouh membuktikan bahwa sebuah karya yang luar biasa lahir dari jiwa yang kaya akan pengalaman, empati, dan keberanian. Zoulfa menunjukkan bahwa seseorang tidak harus membatasi diri pada satu bidang saja, kita bisa menjadi seorang ilmuwan sekaligus seniman yang menyuarakan perubahan lewat karya.
Semoga perjalanan hidup Zoulfa ini dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang sedang berjuang meraih mimpi dan merangkai ceritanya sendiri.
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Sumber: Artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian
https://carnegies.co.uk/writing-nominated-titles-2024
https://library.torontomu.ca/asianheritage/authors/zoulfa-katouh
https://www.zoulfakatouh.com/about
https://www.bloomsbury.com/uk/discover/articles/interviews/interview-with-zoulfa-katouh
https://en.wikipedia.org/wiki/Amy_Mathers_Teen_Book_Award