Bongkar Reading List Iqbaal, Leya Princy, Nadin Amizah, hingga El Putra Sarira!

Bagi Gen Z, bacaan bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan ruang untuk mencari jati diri, menyelami emosi, hingga memahami akar budaya. Tren membaca di kalangan muda belakangan ini kian semarak, terutama ketika figur publik kesayangan mereka membagikan daftar buku di rak pribadi masing-masing.

Jika kamu sedang mencari referensi buku yang insightful, emosional, atau sarat akan makna sastra, berikut rekomendasi buku favorit para publik figur muda yang bisa masuk ke dalam reading list-mu.

1. Iqbaal Ramadhan

IDNTIMES

Aktor dan musisi Iqbaal Ramadhan membagikan kegemarannya membaca karya-karya pengarang kawakan asal Jepang, Haruki Murakami, saat berbincang di podcast Raditya Dika. Gaya penceritaan Murakami yang khas dengan elemen surealisme dan pencarian jati diri menjadi daya tarik utama baginya.

  • Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage — Mengangkat kisah tentang pengasingan diri, perjalanan menyembuhkan luka masa lalu, dan arti penting sebuah pemaafan.
  • A Wild Sheep Chase — Petualangan misteri ala detektif berbalut elemen surealis tentang pencarian identitas.
  • The Wind-Up Bird Chronicle — Bermula dari kisah Toru Okada yang mencari kucingnya yang hilang, cerita berkembang menjadi rangkaian peristiwa kompleks yang menguji realitas.

2. Leya Princy

detik.com

Pemeran Cinta dalam film Rangga dan Cinta (2025) ini memiliki selera bacaan yang sangat beragam—mulai dari fiksi emosional, literatur klasik dunia, hingga karya-karya kuat dari penulis Indonesia.

  • Fiksi Terjemahan & Klasik Dunia:
    • A Little Life karya Hanya Yanagihara — Kisah persahabatan dan trauma mendalam yang menguras emosi.
    • The Pilgrimage karya Paulo Coelho — Catatan perjalanan spiritual sang penulis saat melintasi rute ziarah Santiago de Compostela.
    • A Tale of Two Cities karya Charles Dickens — Karya klasik berlatar Revolusi Prancis.
    • The Passions of the Soul — Karya filsafat klasik (1649) yang mengulas dasar-dasar emosi manusia secara rasional.
  • Karya Sastra Indonesia:
    • Laut Bercerita karya Leila S. Chudori — Buku tentang perjuangan dan aktivisme yang bahkan dibacanya hingga dua kali.
    • Pulang karya Leila S. Chudori.
    • Sepotong Senja untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma.
    • Mereka Bilang Saya Monyet karya Djenar Maesa Ayu.

3. El Putra Sarira

instagram/elputra

Dalam proses pendalaman karakter sebagai Rangga untuk film Rangga & Cinta (2025), El Putra Sarira disarankan oleh sutradara Riri Riza untuk melahap banyak bacaan dan giat menulis. Selera bacaannya mencakup karya sastra Indonesia modern yang tajam serta fiksi populer.

  • Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan — Mengisahkan tragedi Margio dan motif di balik pembunuhan Anwar Sadat yang sarat akan realisme magis.
  • Animal Farm karya George Orwell — Satir politik klasik yang relevan sepanjang zaman.
  • The Alchemist karya Paulo Coelho.
  • Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna.
  • Malam Terakhir karya Leila S. Chudori.
  • Judul-judul bernuansa seni dan budaya seperti Satine, Kokokan Mencari Arumbawangi, Aku karya Sjuman Jaya, serta Conversations on Love karya Natasha Lunn.

4. Nadin Amizah

detik.com

Dikenal dengan lirik-lirik lagunya yang puitis dan dalam, Nadin Amizah kerap membagikan momen membacanya melalui Instagram. Pilihan bukunya cenderung bernuansa kontemplatif dan penuh dengan bait-bait indah.

  • Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo — Kumpulan puisi penuh humor halus, irony, dan perenungan atas kehidupan sehari-hari.
  • Melihat Api Bekerja karya M. Aan Mansyur — Seleksi puisi yang menyentuh imajinasi dan perasaan secara emosional.

5. Rania Maheswari Yamin

instagram/raniaayamin

Sebagai cicit dari pahlawan nasional Moh. Yamin dan keturunan Mangkunegaran, content creator Rania Yamin dibesarkan di lingkungan yang kaya akan budaya. Ketertarikannya pada sastra Indonesia klasik tumbuh secara alami dari inspirasi eyang dan ibunya. Bagi Rania, bacaan-bacaan ini membentuk dirinya menjadi perempuan tangguh yang paham akan jati diri.

  • Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer — Bagian kedua dari Tetralogi Buru yang mengulas kesadaran kebangsaan dan perjuangan.
  • Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana — Novel klasik tentang emansipasi dan pemikiran perempuan muda Indonesia.
  • 6000 Tahun Sang Merah Putih karya Muhammad Yamin — Karya sejarah yang mengupas akar simbol warna bendera kebangsaan.
  • Selain sastra klasik Indonesia, Rania juga menikmati fiksi populer dan internasional, seperti Norwegian Wood karya Haruki Murakami dan After I Do karya Taylor Jenkins Reid.

Dari kisah magis Murakami, puisi-puisi reflektif, hingga pergerakan sastra klasik Indonesia, daftar bacaan di atas membuktikan bahwa rekomendasi buku Gen Z sangat luas dan kaya warna. Mana judul yang paling ingin kamu masukin ke daftar bacaanmu minggu ini?


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Sumber: Artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian

https://www.tiktok.com/@beautynesia.id/video/7564613731297086728

https://www.idntimes.com/life/education/buku-murakami-favorit-iqbaal-ramadhan-c1c2-01-wdyz2-g0s62d

https://www.instagram.com/p/DQjW2y_geUo/?img_index=11

https://www.instagram.com/p/Bla6Eh8HHU8

https://www.herworld.co.id/cover-digital/rania-yamin

https://www.tiktok.com/@raniaayamin/video/7330561527747022086

Bagikan ke Sekitarmu!
Bongkar Reading List Iqbaal, Leya Princy, Nadin Amizah, hingga El Putra Sarira!
Postingan terkait

This website uses cookies.