Buat Kamu yang Sedang Lelah, Buku-Buku Ini Bisa Jadi Teman Rehat

Pernah enggak, sih, kamu merasa lelah banget sama keadaan? Bukan sekadar lelah fisik karena seharian beraktivitas, tapi lelah pikiran yang bikin dada terasa sesak dan isi kepala bising banget. Di momen-momen kayak gini, rasanya kita cuma butuh rehat sejenak, ditemani suasana yang tenang, dan satu bacaan yang paham betul kondisi hati kita.

Menyambut Hari Kesehatan Mental Sedunia, merawat diri itu enggak selalu harus lewat langkah besar. Kadang, bentuk self-care paling sederhana adalah memberi ruang untuk istirahat dan membaca buku yang enggak menghakimi.

Nah, kalau kamu lagi butuh pelukan hangat atau sekadar “puk-puk” lembut di kepala, ini 7 rekomendasi buku yang siap menemani masa-masa pemulihanmu:

1. Hati Yang Gembira Adalah Obat : Si Paling Overthinking

Bentang Pustaka

Sering kebingungan sendiri gara-gara mikirin hal yang belum tentu terjadi? Atau sering merasa terbayang trauma masa lalu? Ditulis berdasarkan perjalanan pribadi Sophie Navita yang berbakat overthinking dari kecil, buku ini dikemas dengan gaya bahasa santai seperti lagi ngobrol sama teman lama. Buku ini bakal nemenin kamu menemukan sukacita dan belajar memahami batas (boundaries) dalam hidup.

2. Selamat Tinggal Rasa Trauma

shira media

Kejadian yang enggak menyenangkan, entah kecelakaan, bencana, atau hal lain, bisa menyisakan luka panjang kalau enggak dipulihkan. Setiap orang punya cara merespons trauma yang beda-beda. Lewat buku ini, kamu bakal diajak untuk mengenali, mencegah, dan memulihkan luka psikologis perlahan-lahan dengan dukungan lingkungan sekitar.

3. Memilih Pulih

Foto: @fathiyah_azizah

Apa jadinya kalau hidup yang tadinya tenang dan bahagia tiba-tiba hancur? Rasa panik, cemas, dan kecewa pasti campur aduk jadi satu, bahkan bisa bikin kita kehilangan rasa percaya diri. Memilih Pulih hadir sebagai panduan bertahap untuk membantu kamu melihat masalah dengan lebih jernih dan berani menemukan kembali makna hidupmu.

4. Seni Berdamai Dengan Diri Sendiri

ShiraMedia

Sebelum menguatkan orang lain, diri kita sendiri dulu yang harus kuat. Buku ini mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati dimulai saat kita berhenti menjadi orang lain dan mau menerima segala ketidaksempurnaan diri. Kamu itu diciptakan spesial, jadi, peluk kekuranganmu dan maksimalkan kelebihan yang kamu punya!

5. Seni Menyikapi Hidup

Nourapublishing

Di tengah dunia yang serba cepat dan bising, kita sering lari terburu-buru tanpa tahu arah tujuan. Buku ini hadir sebagai jeda sejenak. Lewat pemikiran hangat para tokoh dunia seperti Gandhi, Hamka, hingga Epicurus, kamu diajak untuk menenangkan pikiran, memahami luka, dan merawat kembali hubungan harmonis dengan dirimu sendiri.

6. Energi Baik Hari Ini

Berapa kali dalam seminggu kamu berterima kasih pada dirimu sendiri? Buku ini adalah pengingat untuk memberikan apresiasi sederhana pada diri sendiri. Bisikkan kata terima kasih untuk pikiran dan perasaan yang sudah setia menemani serta menguatkan langkahmu sampai hari ini.

7. A Happy Life : Sebuah Perenungan

Mengejar kebahagiaan secara tergesa-gesa tanpa tahu jalannya sering kali cuma bikin kita lelah sendiri. Lewat kumpulan catatan filsuf Stoa terkenal, Seneca, kamu diajak merenungi kembali: “Apa sebenarnya tujuan hidup kita, dan mana jalan terbaik untuk mencapainya?” Tulisan yang dibuat ribuan tahun lalu ini terbukti masih sangat relevan dengan kebingungan kita di era modern.

Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia!

Terima kasih ya, sudah bertahan dan terus berjalan sejauh ini. Ingat, perasaanmu itu valid dan kamu enggak pernah sendirian. Kalau hari ini terasa terlalu berat, ambil jeda sebentar, pilih satu buku di atas, dan biarkan lembar demi lembar tulisannya memeluk harimu. Dari ke-7 buku di atas, mana nih yang rasanya paling kamu butuhin saat ini?


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Buat Kamu yang Sedang Lelah, Buku-Buku Ini Bisa Jadi Teman Rehat
Postingan terkait

This website uses cookies.