Pernah nggak sih, kamu ada di dalam situationship yang bikin serba salah? Dia rajin ngasih kabar, sering reply story, dan selalu nyariin kamu tiap kali butuh teman ngobrol atau keluh kesah. Tapi anehnya, pas ada opsi lain yang muncul atau sosok yang dia incar balik lagi, kamu perlahan hilang dari radar.
Kalau kata Gen Z zaman sekarang, kamu lagi kena fenomena backburner! Kondisi di mana kamu cuma dijadikan opsi cadangan, tempat singgah sementara pas dia lagi sepi atau belum menemukan “pilihan utama”-nya.
Uniknya, fenomena backburner ini sebenarnya bukan hal baru, lho. Jauh sebelum istilah ini viral di TikTok atau X, para pengarang klasik hingga penulis populer sudah merekam pahitnya perasaan ini ke dalam novel-novel mereka.
Yuk, intip 4 novel bertema backburner yang menggambarkan rasanya dicari, tapi nggak pernah benar-benar dipilih!
1. White Nights – Fyodor Dostoevsky
Ketika kamu hadir saat dia butuh teman melupakan sepi…
Novel klasik ini menceritakan seorang pria kesepian yang nggak sengaja bertemu Nastenka di suatu malam. Selama empat malam berturut-turut, mereka makin dekat, saling berbagi cerita, tawa, dan rasa nyaman. Si narator jelas mulai baper dan menaruh harapan besar. Tapi nyatanya, Nastenka cuma menjadikan dia tempat pelarian dari rasa sepi sambil menunggu kekasih lamanya kembali.
Kamu jadi tempatnya bercerita dan tempat dia merasa aman. Tapi begitu orang yang dia tunggu-tunggu hadir kembali, kamu harus siap tergeser dan jalan sendirian lagi.
2. Great Expectations – Charles Dickens
Ketika kamu berharap ekspektasimu bakal jadi kenyataan…
Pip, seorang anak yatim piatu, jatuh cinta setengah mati sama Estella. Sayangnya, Estella dibesarkan untuk bersikap dingin dan suka mempermainkan perasaan cowok. Demi bisa layak mendampingi Estella, Pip sampai rela mengubah hidupnya, mengejar status sosial yang lebih tinggi, dan meninggalkan masa lalunya.
Kamu menunggu, percaya, dan sudah membayangkan masa depan bareng dia. Kamu bahkan rela mengubah banyak hal demi jadi sosok yang dia mau. Tapi pada akhirnya, kamu harus sadar kalau ekspektasimu melaju jauh lebih cepat daripada perasaannya ke kamu.
3. A Tale of Two Cities – Charles Dickens
Ketika rasa sayangmu berwujud pengorbanan tanpa batas…
Berlatar gejolak Revolusi Prancis, novel ini menyajikan salah satu kisah cinta tak berbalas paling iconic. Sydney Carton punya perasaan yang sangat dalam buat Lucie Manette. Tapi Carton tahu diri kalau hati Lucie sepenuhnya cuma buat Charles Darnay. Meskipun begitu, Carton tetap memilih untuk terus menjaga Lucie dari jauh, bahkan rela melakukan pengorbanan terbesar dalam hidupnya.
Ada cinta yang tulus, ada kesetiaan tanpa syarat, dan ada seseorang yang rela memberikan segalanya—meskipun dari awal dia tahu, bukan dia yang bakal dipilih di akhir cerita.
4. Sunset Bersama Rosie – Tere Liye
Ketika keberadaanmu selalu ada, tapi hatinya tak pernah memihak padamu…
Kisah ini berfokus pada Tegar yang menyimpan perasaan mendalam ke sahabat kecilnya, Rosie. Namun, Tegar harus menelan kenyataan pahit waktu Rosie malah memilih menikah dengan Nathan, sahabat mereka sendiri. Bahkan pas tragedi datang dan Rosie berada di titik terendah dalam hidupnya, Tegar tetap setia mendampingi dan bantu memulihkan jiwanya. Tapi tetap saja, berada di sisinya nggak otomatis bikin posisi Tegar berubah dari sekadar bayang-bayang.
Setia menemani di setiap masa sulit dan jadi tempat bersandar paling kokoh, tapi tetap aja orang lain yang jadi pilihan utamanya.
Jadi, Kamu Pernah Ada di Posisi Mana?
Membaca kisah-kisah di atas pasti bikin kita makin relate dan berkaca. Pernah nggak kamu terjebak di posisi backburner yang selalu siap sedia, tapi nggak pernah dijadikan prioritas? Atau jangan-jangan… tanpa sadar kamu yang lagi bikin seseorang jadi backburner di hidupmu?
Buat kamu yang mau menyelami dinamika perasaan yang emosional dan penuh perenungan ini, seluruh novel di atas bisa kamu dapatkan untuk melengkapi koleksi bacaanmu. Yuk, temukan cuma di Mizanstore!
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore