Kurasi Buku Terbaik dengan Sampul Merah yang Wajib Dikoleksi

Warna merah identik memiliki arti keberanian, kekuatan, dan semangat yang menggebu-gebu. Warna ini memicu adrenalin dan memberikan dorongan untuk menghadapi tantangan. Dalam konteks nasionalisme, merah melambangkan keberanian dalam berjuang dan mempertahankan identitas. Penggunaan warna merah mencakup berbagai ranah, tak terkecuali dalam desain sampul buku.

Namun, jika kita melihat deretan karya, seperti The Secret of Secrets, The Thursday Murder Club, hingga Madilog, muncul sebuah pertanyaan menarik: apakah buku-buku berwarna merah selalu membawa narasi perlawanan dan keberanian fisik, ataukah merah menyimpan spektrum makna yang jauh lebih luas? Nah, kalau kamu suka warna merah, berikut rekomendasi buku dengan cover merah yang bisa menjadi pilihan!

1. The Secret of Secrets

Setelah delapan tahun menunggu, Langdon kembali dalam buku terbarunya yang berlatar di Praha (Czech Republic). Cerita dimulai saat Langdon terjebak dalam pengejaran internasional untuk menemukan kunci “apa yang terjadi pada kesadaran manusia saat kita mati?”

Buku ini menggabungkan ilmu noetik (studi tentang kesadaran), sejarah alkimia di Praha, dan misteri tentang kehidupan setelah kematian. Di si

2. Who Rules The World

Dok.Bentang Pustaka

Wajar kalau buku ini menggunakan warna merah karena di dalamnya merupakan investigasi intelektual yang telak dari Chomsky tentang berbagai isu utama masa kini. Mulai dari kebangkitan Tiongkok, sanksi terhadap Iran, krisis di perbatasan Rusia, pertikaian abadi India dan Pakistan, serta penjajahan Israel terhadap Palestina. Chomsky menguak bahwa seruan Amerika soal kebebasan sering bertentangan dengan tindakannya. Sebuah modus operandi kekuasaan imperial pada abad modern.

3. Nasional.Is.Me

Ditulis oleh Pandji Pragiwaksono yang kental dengan unsur perlawanan dan politik, Nasional.Is.Me berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dengan cara yang aktif dan optimis, bukan hanya dengan komplain, melainkan dengan mengenali potensi bangsa, menemukan passion diri, lalu berkarya untuk perubahan, didukung kisah-kisah nyata dan gaya bahasa santai yang memprovokasi pembaca untuk mengambil tindakan nyata demi Indonesia yang lebih baik, dari hal kecil hingga besar. Sesuai dengan judulnya, Nasional.Is.Me memang paling cocok menggunakan warna merah sebagai cover depan.

ni, Langdon digambarkan berada dalam pelarian dan menghadapi teka-teki paling personal sepanjang kariernya. Meskipun bukan tentang perlawanan, namun warna merah masih cocok menggambarkan teka-teki dan misteri.

4. Fear: Trump di Gedung Putih

Warna merah rasanya paling tepat buat menggambarkan buku ini. Di tengah kondisi perang dan kebijakan Trump yang membuat dar-dar-dor, buku ini mengungkapkan dengan detail kehidupan mengerikan di dalam Gedung Putih, yang belum pernah terjadi sebelumnya: keputusan militer yang diumumkan lewat twitter, kebijakan luar negeri Korea Utara dan Afghanistan yang memicu perang; reformasi pajak; aturan perdagangan dan penentuan tarif yang mempengaruhi ekonomi global.

5. The Tao of Islam

The Tao of Islam adalah sebuah antologi yang lengkap dan kaya di bidang pemikiran Islam tentang hakikat hubungan antara Tuhan dan alam semesta, alam semesta dan manusia, serta manusia dan Tuhan. Dengan memusatkan perhatian pada simbolisme gender, Sachiko Murata, seorang Muslimah Jepang yang kini menjabat sebagai Profesor Studi-Studi Agama di State University of New York, Stony Brook yang memperlihatkan bahwa para pemikir Muslim klasik sering kali menganalisis realitas ketuhanan dan kaitannya dengan kosmos dan manusia melalui prinsip-prinsip polaritas atau komplementaritas, yang sangat mirip dengan gagasan filsafat Cina tentang yin/yang.

6. The Thursday Murder Club

Menceritakan penyelidikkan yang dilakukan sekelompok lansia bernama Elizabeth, Ibrahim, Joyce dan Ron yang mendirikan The Thursday Murder Club. Tiap Kamis, keempatnya berkumpul untuk membahas kasus-kasus pembunuhan yang tak terpecahkan. Hingga suatu hari, seorang pria yang bekerja sebagai kontraktor di desa itu ditemukan digebuk sampai tewas. Kasus pertama sungguhan yang bisa kelompok itu usut hingga tuntas! Penggunaan warna merah dalam cover bisa jadi menggambarkan keberanian para tokohnya, biarpun lansia tapi mereka berani memecahkan misteri yang cukup rumit.

7. The 100-Year-Old Man Who Climbed Out Of The Window And Disappeared

Allan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus dimulai. Wali Kota akan hadir. Pers akan meliput. Seluruh penghuni Rumah Lansia juga ikut merayakannya. Namun ternyata, justru yang berulangtahunlah yang tidak berniat datang ke pesta itu. Melompat lewat jendela kamarnya, Allan memutuskan untuk kabur. Dimulailah sebuah perjalanan luar biasa yang penuh dengan kegilaan. Siapa sangka, petualangannya itu menjadi pintu yang akan mengungkap kehidupan Allan sebelumnya. Sebuah kehidupan di mana-tanpa terduga-Allan memainkan peran kunci di balik berbagai peristiwa penting pada abad kedua puluh. Membantu menciptakan bom atom, berteman dengan Presiden Amerika dan tiran Rusia, bahkan membuat pemimpin komunis Tiongkok berutang budi padanya! Siapa, sih, Allan sebenarnya?

8. Brianna Dan Bottomwise

John Musiciante hancur saat gitar legendarisnya dicuri. Detektif Brianna dan Bottomwise pun turun tangan menyelidiki kasus tersebut. Di sisi lain, Sadman, musisi amatir yang baru saja sukses berjualan tauco bertekad menghidupkan kembali band lamanya yang buta nada di kampung halaman.

Pencarian gitar ini akhirnya bersinggungan dengan perjuangan berbagai musisi, dari yang jujur hingga korup, di mana instrumen yang hilang itu menjadi saksi bisu ambisi dan dinamika musik mereka.

9. Percy Jackson #5: The Last Olympian

Typhon, monster terkuat yang tak tertandingi bahkan oleh para dewa, kini bebas mengancam eksistensi Olympus dan peradaban dunia. Di tengah keputusasaan tersebut, seorang demigod terjebak dalam ramalan kematian yang menyatakan bahwa satu pilihannya akan menentukan akhir hayatnya. Meski dihantui ketakutan dan bayang-bayang kebinasaan, ia tetap berdiri di garis depan demi mencegah kehancuran total.

10. Madilog dalam Gambar

dok. bentang pustaka

Madilog adalah salah satu buku fenomenal yang banyak dicari dan menjadi salah satu best seller karena berisi tentang pemikiran-pemikiran Tan Malaka yang cukup relate dengan kondisi saat ini. Nah, kali ini Madilog kembali hadir dalam bentuk yang lebih fresh, dilengkapi dengan ilustrasi dan komik yang menarik, ini dia Madilog dalam Gambar. Madilog dalam Gambar membuat siapa saja yang membacanya akan lebih menangkap maksud pemikiran-pemikiran Tan Malaka.

Penggunaan warna merah pada sampul buku melampaui sekadar simbolisme perlawanan. Merah juga menjadi strategi untuk mencuri perhatian di tengah padatnya rak buku, sekaligus wadah bagi berbagai spektrum emosi manusia.


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Kurasi Buku Terbaik dengan Sampul Merah yang Wajib Dikoleksi
Postingan terkait

This website uses cookies.