5 ALASAN KAMU WAJIB BACA DILAN 2, TERUTAMA SETELAH NONTON FILMNYA!

(Warning: spoiler alert!) Kabarnya, film Dilan sebentar lagi akan mencapai rekor sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, ya? Sudah tembus 6 juta lebih penonton, lho! Keren! Berarti sebentar lagi, akan ada lanjutannya, ya? Lebih baik dari sekarang, kamu baca dulu buku keduanya sebelum filmnya keluar, deh. Eh, kenapa? Ya, setidaknya inilah 5 alasan kamu wajib membaca buku Dilan: Dia Dilanku Tahun 1991 setelah menonton film Dilan: Dia Dilanku Tahun 1990.

1. Film Dilan 2 akan segera dirilis!

Melihat kesuksesan kisah Dilan ketika difilmkan, sepertinya tidak akan ada keraguan lagi bagi pihak perfilman untuk melanjutkan ke kisah keduanya, sesuai dengan bukunya. Menurut kesaksian Pidi Baiq dalam acara The Expert di Kumparan beberapa waktu yang lalu, rencana pembuatan filmnya akan dimulai di pertengahan tahun 2018 ini, tetapi tentu masih tentatif. Permasalahannya, Iqbaal Ramadan selaku peran utama kini tengah berkuliah di luar negeri sehingga waktu shooting harus disesuaikan. Di sisi lain, Happy Salma yang berperan sebagai bundanya Milea juga kini tengah mengandung sehingga mungkin shooting harus ditunda hingga beliau selesai bersalin. Yang pasti, film ini akan segera dirilis dan sambil menunggu kepastiannya, sebaiknya kamu baca dulu bukunya supaya tak terlalu penasaran.

Image result for dilan milea pidi baiq

Dilan dan Milea (gambar oleh Pidi Baiq)

2. Kamu akan kenalan dengan Mas Herdi yang sempat heboh itu!

Kamu pasti pernah mendengar nama ini. Nama Mas Herdi sempat viral dan heboh di sosial media karena sebuah surat yang pernah beredar di sosial media. Kalau kamu belum tahu mengenai hal tersebut, kamu dapat membacanya di sini >> Dilan, Ini Suara dari Mas Herdi, Suami Milea. Di buku kedua ini, kamu akan paham mengenai siapa tokoh Mas Herdi dan apakah benar ada surat seperti yang sempat viral itu.

3. Ada banyak kehadiran tokoh baru yang mengejutkan!

Selain Mas Herdi, ada juga kehadiran beberapa tokoh lain yang tentu punya peran penting dalam kelangsungan hubungan Dilan dan Milea. Kalau disebutkan satu per satu, bisa jadi nggak menarik, nih. Tokoh-tokoh ini bisa mengaduk-aduk perasaan serta membuat emosimu naik turun, deh, yang pasti. Gemes banget! Apalagi tokoh Yugo itu…eh. Pokoknya baca, ya. Nanti juga ketemu nama-nama baru yang belum ada di buku pertama.

Dilan dan Milea (gambar oleh Pidi Baiq)

4. Lebih banyak konflik, perasaanmu akan diaduk-aduk oleh kisah Milea-Dilan

Kalau kata Surayah konflik di buku pertama cuma ada adegan Milea ditampar Anhar yang membuat konflik memuncak, di buku kedua ini kamu akan mendapat konflik yang kamu mau. Asli! Semua bermula dengan kisah bahagia di bab-bab pertama sebab itulah hari-hari setelah Dilan dan Milea resmi berpacaran. Akan tetapi, mulai dari bab 4 hingga selesai, bisa dipastikan kamu akan merasakan emosimu yang naik turun. Surayah memang jago sekali mengolah kata-kata sehingga kamu akan sedemikian merasakan konflik yang dialami Dilan dan Milea seperti seakan kamu merasakannya juga, lho.

5. Kamu akan tahu akhir cerita Dilan dan Milea dari sudut pandang Milea

Meskipun ini baru buku kedua dari Trilogi Dilan, akan tetapi ini sekaligus menjadi buku terakhir kisah cinta Dilan dan Milea dari sudut pandang Milea. Di buku ketiganya nanti, kamu akan melihat kisah tersebut dari sudut pandang Dilan. Nah, mengenai akhir ceritanya, kamu harus siapkan hati dengan akhir yang tak akan kamu duga sebelumnya! Mau diceritain juga percuma karena kamu hanya bisa mengetahui “rasanya” ketika membaca sendiri bukunya.

Jadi, sudah siapkan hati untuk membaca kisah lanjutan Dilan: Dia Dilanku Tahun 1991?

[Hanung W L/Copywriter Mizanstore]

Bagikan ke Sekitarmu!