Menemukan Dirimu dalam Catatan Juang, Fiersa Besari

Seseorang pernah mengajukan satu pertanyaan yang cukup menarik. Bagaimana jika, suatu saat, kamu diberikan buku yang berisi seluruh kehidupanmu, sejak lahir hingga meninggal dunia. Akankah kamu mau membacanya? Kurang lebih, beginilah yang hendak disampaikan Fiersa Besari dalam buku terbarunya, Catatan Juang.

Kasuarina atau yang akrab disapa Suar, sebagai tokoh utama dalam buku ini berkesempatan untuk membaca buku semacam itu. Memang itu bukan sebuah buku bocoran dari Tuhan atas seluruh kehidupannya. Buku itu hanya catatan usang bersampul merah yang bertuliskan Catatan Juang. Sebuah buku yang ternyata, entah bagaimana begitu relevan dengan kehidupan Suar.

 

Judul: Catatan Juang

Penulis: Fiersa Besari

Penerbit: mediakita

Jumlah halaman: 322

Format : Soft Cover

 

 

Suar bahkan tidak mengetahui pemiliknya. Ia menemukan buku itu di dalam angkutan umum ketika ia sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggalnya. Hanya nama Juang itu yang ia ketahui sebagai nama pemiliknya. Itu pun entah sebuah nama pena atau apa. Mencari nama itu di dunia maya? Terlalu umum agaknya untuk sebuah kata kunci yang akan mengarahkan Suar pada ketidaktahuan lainnya.

Awalnya, Suar membaca buku itu dengan niatan menemukan identitas lain atas pemiliknya agar dapat ia kembalikan. Alih-alih menemukan info penting tentang penulisnya, Suar malah seperti menemukan dirinya dalam buku itu. Setiap lembar seakan ia semakin merasa bahwa apa yang sedang dialaminya seakan sudah tertulis dalam buku itu. Seperti mantra penenang, seperti obat yang menyembuhkan luka, setiap kali suar membaca Catatan Juang, semakin ia merasa lebih tenang menghadapi kenyataan hidup yang tak mudah.

Kapan Terakhir Kali Kamu Membaca Sebuah Buku yang Begitu Menenangkanmu?

Membaca kadang membawa kita bertualang ke luar diri, menjelajah dunia mengarungi samudra tanpa batas bernama imajinasi. Di sisi lain, dengan membaca, kita justru akan merasa kita sedang pulang. Seolah-olah dengan itu kita merasakan katarsis.

Di antara kita, pasti ada setidaknya satu buku yang membawa perubahan yang begitu besar dalam diri kita setelah membacanya. Bagi Suar, mungkin buku Catatan Juang inilah yang telah banyak membawa perubahan besar dalam hidupnya. Juga, mungkin bagimu yang telah selesai membaca buku ini.

Fiersa Besari membuat Catatan Juang dalam bentuk cerita berbingkai. Kita membaca cerita Suar yang menceritakan kisah lain mengenai Juang. Dengan cara ini, kita bisa membaca seolah dari dua sudut pandang yang berbeda, mengenai hal-hal yang begitu dekat dengan kehidupan yang dialami sehari-hari.

Ada dua catatan penting yang sepertinya ingin disampaikan Fiersa Besari melalui buku Catatan Juang ini. Pertama untuk penulis, mungkin pada awalnya kamu hanya menulis untuk dirimu sendiri. Akan tetapi, ketika ada orang lain yang membaca tulisanmu, kemudian memperoleh kebahagiaan pun ketenangan dalam tulisanmu, bukankah itu jadi lebih menyenangkan? Seolah-olah dengan menulis, kamu bisa berkawan dengan banyak orang baru.

Dan untukmu yang baru saja akan mulai menulis, selalu ingat ini: menulis adalah terapi. Dan kita tidak perlu melakukannya agar terlihat keren dihadapan orang lain, atau berekspektasi punya buku yang diterbitkan penerbit besar. Menulis adalah sebuah kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi oleh feses pemikiran. Maka, menulislah. Entah itu di buku tulis, daun lontar, prasasti, atau bahkan media sosial, menulislah terus tanpa peduli karyamu akan dihargai oleh siapa dan senilai berapa. Menulislah meski orang-orang mengejekmu. Menulislah agar kelak saat kau meninggal, anak-cucumu tahu bahwa suatu ketika engkau pernah ada, pernah menjadi bagian dari sejarah. (hal. 198)

Kedua, untuk pembaca. Kamu tidak akan pernah bisa menduga kejutan yang bisa kamu dapatkan ketika membaca sebuah buku. Bisa jadi suatu saat kamu akan menemukan dirimu dalam tulisan orang lain. Mungkin juga, kamu bisa mengubah sifatmu, menjadi seperti apa yang kamu baca. Kamu tidak akan pernah tahu, sampai kamu menyelesaikan bacaanmu.

Dan bukankah harta yang paling tak ternilai adalah persahabatan? Ketika seseorang yang tak kukenal membaca tulisanku, lalu merasakan apa yang ku sampaikan, aku telah bersahabat dengannya. (hal. 29)

Apa pun itu, tidak pernah ada ruginya kegiatan membaca. Bacalah sebuah buku hari ini, temukan kejutan yang akan mengubah banyak hal dalam hidupmu, selamanya.

[Hanung W L/Copywriter Mizanstore]

Bagikan ke Sekitarmu!