Dunia literasi tanah air kembali dibuat heboh! Baru-baru ini, Ibu Suri kita semua, Dee Lestari, baru saja mengunggah penampakan draf naskah berjudul “Midpoint: Mata Tenang di Tengah Badai”.
Sontak, unggahan ini memicu teori konspirasi di kalangan pembaca. Banyak yang bertanya-tanya: Apakah ini adalah kelanjutan kisah Jati Wesi dan Tanaya Suma dalam sekuel Aroma Karsa?
Namun, judul utamanya, Midpoint, juga bisa jadi petunjuk bahwa ini adalah karya yang benar-benar baru. Sebuah “titik tengah” atau refleksi dari perjalanan karier Dee selama ini. Entah itu fiksi yang penuh intrik atau non-fiksi yang kontemplatif, satu yang pasti: Dee mengerjakannya dengan totalitas tanpa batas.
45 Hari di “Batcave” yang Intens
Melalui caption Instagram-nya, Dee membocorkan bahwa draf ini lahir setelah ia “mengurung diri” di ruang kerjanya selama 45 hari kerja berturut-turut. Bayangkan, begadang berminggu-minggu demi meramu kata-kata yang pas sampai draf pertamanya selesai dijilid rapi.
“Yang bikin hepi karena suka banget sama hasilnya (walau nulisnya setengah metong),” tulis Dee.
Semangat ini pun disambut antusias oleh rekan sesama penulis. Henry Manampiring bahkan sampai ikut berkomentar, “Fifty ngamuk!”, menggambarkan betapa produktivitas Dee belakangan ini.

Fiksi atau Non-Fiksi? Masih Menjadi Rahasia
Sampai sekarang, Dee masih menutup rapat-rapat informasi mengenai genre buku ini. Apakah kita akan kembali diajak menelusuri aroma-aroma langka di pedalaman hutan, atau justru diajak menyelami pikiran Dee lewat tulisan non-fiksi yang menggugah?
Jadi, menurut kamu ini beneran sekuel Aroma Karsa atau kejutan baru yang sama sekali berbeda? Apapun itu, karya Dee Lestari nggak pernah gagal bikin kita jatuh cinta pada kata-kata.
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Sumber: https://www.instagram.com/deelestari

