Pernah kebayang nggak sih, buku-buku yang sering kamu lihat di rak best seller toko buku lokal tiba-tiba dipajang di Tokyo dengan sampul penuh aksara Kanji? Ternyata, dunia literasi kita diam-diam sudah melangkah jauh banget. Beberapa penulis kebanggaan Indonesia berhasil membuktikan kalau kisah lokal mereka punya daya tarik universal yang mampu memikat hati para pembaca di Negeri Sakura.

Bukan cuma sekadar diterjemahkan, beberapa di antaranya bahkan laku keras! Penasaran apa saja bukunya? Yuk, simak 6 mahakarya sastra Indonesia yang sukses bersolek dalam bahasa Jepang berikut ini:

1. Laskar Pelangi – Andrea Hirata

http://hiroakikato.com/discography/discography.html

Siapa yang nggak tahu kisah perjuangan anak-anak Belitong ini? Novel fenomenal Laskar Pelangi karya Andrea Hirata resmi menyapa publik Jepang dengan judul Niji no Shōnen-tachi (虹の少年たち). Novel ini diterjemahkan oleh sekelompok penerjemah terkemuka di Jepang dan diterbitkan oleh penerjemah rakrsa di sana untuk memperkenalkan dunia pendidikan.

Kisah persahabatan, dan mimpi besar untuk meraih pendidikan tinggi yang disajikan Andrea Hirata terbukti memiliki magis universal. Pembaca di Jepang sangat tersentuh dengan kegigihan Ikal dan kawan-kawan, membuktikan bahwa pesan kemanusiaan di dalam buku ini bisa melintasi batas bahasa dan budaya.

2. Filosofi Kopi – Dee Lestari

https://www.threads.com/@deelestari/post/DIvVdDtR1C-/media (kiri filosofi kopi, kanan supernova 1: Kestaria, Putri, dan Bintang Jatuh)

Sukses mencetak ulang versi kumpulan cerpennya di tanah air, Filosofi Kopi karya Dee Lestari juga ikut melebarkan sayap ke pasar Jepang. Antologi edisi bahasa Jepang ini merupakan hasil dari penerjemah Keiko Nishino dan musisi Hiroaki Kato, yang kemudian diterbitkan oleh Sofia Press dengan judul Coffee no Tetsugaku (コーヒーの哲学)

Melalui buku yang pertama kali rilis tahun 2006 ini, Dee menghadirkan bagaimana perjuangan seseorang yang mencintai kopi sekaligus cara memaknai kehidupan dari sudut pandang secangkir kopi. Di Indonesia sendiri, buku ini dinobatkan sebagai karya sastra terbaik tahun 2006 oleh majalah Tempo, masuk 5 Besar Khatulistiwa Award, hingga sukses diadaptasi menjadi film layar lebar.

3. Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan

https://www.instagram.com/gnolbo/?g=5

Edisi bahasa Jepang Cantik Itu Luka pertama kali terbit pada tahun 2006 melalui penerbit Shinpu-sha. Saat itu, sang penerjemah, Ribeka Ota, membagi ceritanya ke dalam dua volume buku. Berselang hampir dua dekade, tepatnya pada tahun 2025, edisi keduanya dirilis kembali dalam format hardcover utuh tanpa dibagi menjadi dua bagian. Cantik Itu Luka dalam bahasa Jepang berjudul 美は傷 (Bi wa Kizu)

Cantik Itu Luka menggabungkan sejarah kelam masa kolonial dengan sentuhan realisme magis. Kisahnya berpusat pada kehidupan tragis seorang pelacur yang melahirkan anak keempat berwajah buruk rupa, namun ironisnya dinamai si Cantik. Narasi sejarah yang kuat dibalut satire tajam ini sukses memikat kritikus internasional, hingga berhasil diterjemahkan ke dalam 33 bahasa dan mengantarkan Eka meraih penghargaan World Readers Award pada tahun 2016.

4. Supernova #1: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh – Dee Lestari

Dee Lestari (Instagram.com/deelestari)

Pada tahun 2021, novel sains-fiksi ikonik Supernova #1: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh resmi diterbitkan oleh Sophia Press dalam versi bahasa Jepang dengan judul Supernova 1: Kishi, Himegimi, & Ryuusei (スーパーノヴァ 1 騎士、王女、流れ星). Proses penerjemahannya digarap rapi oleh Keiko Nishino.

Di Indonesia sendiri, novel yang menjadi debut manis Dee Lestari di dunia kepenulisan ini merupakan buku mega-best seller yang mencetak rekor penjualan 12.000 eksemplar hanya dalam waktu 35 hari saat pertama kali rilis. Prestasi tersebut kian lengkap saat Supernova berhasil masuk dalam jajaran Top 5 Khatulistiwa Literary Award tahun 2001.

5. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati – Brian Khrisna

gramedia.com

Sejak Januari 2026, novel laris karya Brian Khrisna, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, resmi menyapa pembaca Jepang dengan judul Douse Shinunara Saigo Ni Mi Ayam. Proses penerjemahannya digarap oleh Keiko Nishino yang menilai bahwa pergulatan batin tokoh utamanya sangat dekat dengan realitas sosial emosional yang kerap dirasakan masyarakat urban di Jepang (seperti kesepian dan tekanan hidup).

Buku yang menjadi salah satu masterpiece Brian Khrisna ini menyoroti isu kesehatan mental dan pencarian makna hidup di tengah kerasnya dunia. Novel yang telah terjual lebih dari 100 ribu eksemplar ini juga tengah bersiap untuk dialihwahanakan menjadi film layar lebar oleh Sinergi Pictures dan Ben Film, dengan skenario yang ditulis oleh Alim Studio.

6. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

https://www.instagram.com/appbipa.jepang/?g=5

Mahakarya legendaris Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer hadir bagi pembaca Jepang dengan judul Ningen no Daichi (人間の大地). Diterjemahkan oleh Noriaki Oshikawa dan diterbitkan oleh penerbit Mekong, buku ini mencetak kesuksesan luar biasa di Jepang saat cetakan pertamanya sebanyak 10.000 eksemplar habis terjual hanya dalam waktu 12 hari.

Dalam sejarah literasi tanah air, Bumi Manusia diakui sebagai salah satu novel terbaik yang menjadi warisan histori terbesar bagi bangsa Indonesia. Banjir pujian internasional atas novel ini pula yang berulang kali mengantarkan nama Pramoedya menjadi kandidat kuat pemenang penghargaan Nobel Sastra.

Nah, dari keenam novel keren di atas, mana nih yang sudah pernah kamu baca versi bahasa Indonesianya?


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Sumber: artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian

Instagram/bukudeelestari

https://hot.detik.com/book/d-4848416/dee-lestari-luncurkan-filosofi-kopi-edisi-bahasa-jepang-di-tokyo

https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/id/shows/audio/listener-20251214-1

https://www.idntimes.com/hype/entertainment/supernova-karya-dee-lestari-rilis-edisi-jepang-c1c2-01-lzvyt-8p5bwf

https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/id/shows/99990bk

https://www.amazon.co.jp/

Bagikan ke Sekitarmu!
Menembus Negeri Sakura, Karya Penulis Indonesia Ini Terbit dalam Bahasa Jepang