mizanstore.com

Menghadirkan kisah romansa yang menyentuh sekaligus membuka mata tentang perjumpaan dua dunia, Tuli dan Dengar.

Setelah sukses mencuri perhatian pembaca lewat novel, Perkumpulan Anak Luar Nikah, penulis Grace Tioso kembali hadir menyapa dunia kesastraan Indonesia. Kali ini, ia membawa karya terbarunya bertajuk Dunia Lisbeth.

Masih dibalut dengan kehangatan narasi fiksi romansa khas Grace Tioso, novel ini melangkah lebih jauh dan berani menyoroti topik sosial yang teramat penting namun kerap terpinggirkan: kehidupan, perjuangan, serta ketaksetaraan yang dihadapi oleh teman-teman Tuli.

1. Menembus Keheningan, Menyuarakan Keberagaman

Di Indonesia sendiri, novel fiksi populer yang mengimbangi jalinan cerita romansa dengan isu keberagaman penyandang disabilitas—khususnya teman-teman Tuli—masih sangat jarang ditemui. Kehadiran Dunia Lisbeth menjadi angin segar sekaligus jembatan empati bagi para pembaca.

Melalui karakter dan alur yang disusun apik, Grace Tioso mengajak pembaca untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menyelami bagaimana rasanya berinteraksi dan tumbuh di tengah masyarakat yang sering kali kurang ramah terhadap aksesibilitas komunikasi. Novel ini mengupas tuntas isu ketidakadilan sosial dan stereotip yang kerap melekat pada disabilitas pendengaran.

2. Mengapa Menggunakan Istilah “Teman Tuli”?

Definisi: Teman Tuli merupakan sebutan yang lebih disukai untuk para penyandang disabilitas pendengaran, menggantikan istilah “tunarungu”.

Makna Filosofis: Sebutan ini menghargai identitas mereka dan mengakui bahwa tiap orang memiliki cara berkomunikasi yang berbeda dan setara, termasuk melalui bahasa isyarat. Istilah ini memandang Tuli bukan sebagai kekurangan medis, melainkan identitas budaya yang unik.

3. Ada Sentuhan Romansa

Meskipun mengusung tema sosial yang mendalam, Grace Tioso tidak kehilangan porsi dinamika romansa yang menjadi ciri khasnya. Karakter-karakter dalam Dunia Lisbeth dihidupkan dengan konflik emosional yang jujur dan hangat di hati. Interaksi antar tokoh memperlihatkan betapa indahnya bahasa isyarat dan bagaimana komunikasi sejati sebenarnya tidak selalu bertumpu pada suara, melainkan pada ketulusan rasa dan pemahaman satu sama lain.

4. Mengenal Sosok Penulis: Grace Tioso

nourapublishing

Di balik karya yang menyentuh ini, ada sosok penulis berlatar belakang luar biasa. Grace Suryani Tioso 林恩慧, B.A. adalah seorang praktisi homeschooling dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun.

Setelah menyelesaikan pendidikan S-1 di Hua Qiao University, Republik Rakyat Tiongkok, Grace kembali ke tanah air dan mengajar bahasa Mandarin di berbagai sekolah nasional maupun internasional. Pengalamannya yang luas di dunia pendidikan dan kebahasaan turut memperkaya kepekaan rasa dan sudut pandang penceritaannya dalam setiap karya yang dirilisnya.

Buku ini bukan hanya sekadar sarana hiburan di kala senggang, melainkan sebuah media edukasi emosional yang membuka perspektif baru tentang pentingnya kesetaraan hak, aksesibilitas, dan sikap saling menghargai.


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Sumber: Artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian

https://www.instagram.com/p/Dbe7lKLAXXf/?img_index=1

https://www.instagram.com/p/DcC-uAOjM7z/?img_index=1

https://nourabooks.co.id/profil-penulis/grace-tioso

Bagikan ke Sekitarmu!
Dunia Lisbeth: Buku Terbaru Grace Tioso yang Mengangkat Kisah Teman Tuli