Setelah puluhan tahun sejak pertama kali terbit pada 1945, Animal Farm karya George Orwell kembali mencuri perhatian publik. Novel alegoris yang tajam dan berani ini akan hadir dalam bentuk film animasi terbaru yang digarap oleh Cinesite, menandai babak baru perjalanan panjang kisah satir tentang kekuasaan, propaganda, dan pengkhianatan terhadap idealisme.

Versi animasi terbaru ini diproduseri oleh Adam Nagle dan Dave Rosenbaum dari Aniventure, bersama Jonathan Cavendish dari Imaginarium Productions, serta disutradarai oleh Andy Serkis. Film ini telah menjalani pemutaran perdana di Annecy International Animation Film Festival, salah satu festival animasi paling bergengsi di dunia. Deretan pengisi suara ternama turut terlibat, mulai dari Seth Rogen, Glenn Close, Woody Harrelson, hingga Kieran Culkin, yang semakin memperkuat daya tarik adaptasi ini. Animal Farm versi animasi 2026 dijadwalkan tayang di Amerika Serikat mulai 1 Mei 2026.

Kisah yang Tak Pernah Kehilangan Relevansi

Animal Farm mengikuti kisah hewan-hewan ternak yang memberontak melawan pemilik manusia demi menciptakan masyarakat yang adil dan setara. Namun, seiring berjalannya waktu, revolusi tersebut justru berakhir dengan lahirnya rezim diktator baru yang dipimpin oleh para babi. Melalui alegori sederhana, George Orwell mengkritik bagaimana kekuasaan bisa disalahgunakan, bagaimana propaganda bekerja, serta bagaimana ketimpangan dapat muncul dari sistem yang awalnya menjanjikan keadilan.

Tema-tema inilah yang membuat Animal Farm terus relevan lintas generasi—baik sebagai bacaan sastra klasik maupun sebagai cermin realitas sosial dan politik modern.

Jejak Adaptasi Animal Farm Sebelumnya

Sebelum versi animasi terbaru ini, Animal Farm telah beberapa kali diadaptasi ke layar:

1. Animal Farm (Animasi 1954)

https://www.imdb.com/title/tt0047834/

Adaptasi animasi pertama ini diproduksi di Inggris–Amerika dan disutradarai oleh John Halas dan Joy Batchelor. Meski mengikuti alur utama novel, film ini menghadirkan akhir cerita yang berbeda. Jika novel berakhir dengan nada pesimistis—di mana manusia dan babi tak lagi bisa dibedakan—versi animasi 1954 memilih akhir yang lebih optimistis, dengan hewan-hewan kembali bersatu untuk menggulingkan rezim babi yang dipimpin Napoleon.

2. Animal Farm (Film Televisi 1999)

https://www.amazon.co.uk/Animal-Farm-DVD-Region-NTSC/dp/B0000365DS

Versi televisi ini digarap oleh John Stephenson dan menggunakan animatronik untuk menggambarkan hewan-hewan, menciptakan kesan yang lebih realistis. Salah satu perbedaan utama terletak pada nasib Old Major, yang dalam film digambarkan tewas tertembak secara tidak sengaja oleh Farmer Jones. Film ini menyoroti manipulasi melalui rasa takut dan propaganda, dengan akhir yang lebih optimistis dibandingkan novel aslinya.

3. Animal Farm (Animasi 2026)
Adaptasi terbaru yang disutradarai Andy Serkis disebut menghadirkan pendekatan yang lebih modern dan bernuansa petualangan, dengan fokus yang lebih kuat pada karakter dan relasi antartokoh. Meski dinilai lebih ringan dan mudah diakses, film ini tetap mempertahankan pesan politik yang menjadi inti Animal Farm.

https://www.youtube.com/@AngelStudiosInc

Pengakuan Kritis: Novel Klasik Paling Berpengaruh Abad ke-20

Menariknya, Animal Farm tidak dikenal karena banyaknya penghargaan sastra pada masa awal penerbitannya. Namun, seiring waktu, novel ini justru mendapat pengakuan luas sebagai salah satu karya paling berpengaruh di abad ke-20.

Beberapa pengakuan penting yang mengukuhkan posisinya antara lain:

  • Time Magazine memasukkan Animal Farm ke dalam daftar 100 Best English-Language Novels of the 20th Century, sejajar dengan karya-karya klasik besar lainnya.
  • Modern Library menempatkan Animal Farm dalam daftar 100 Best Novels versi dewan editorialnya.
  • Novel ini juga masuk dalam jajak pendapat BBC Big Read, yang merepresentasikan pilihan dan pengaruhnya di kalangan pembaca luas.

Selain itu, Animal Farm telah menjadi bacaan wajib di banyak sekolah dan universitas di seluruh dunia sebagai referensi penting untuk memahami satire politik, dan dinamika kekuasaan.

dok.mizanstore

Dari halaman buku hingga layar lebar, dari animasi klasik tahun 1954 hingga adaptasi modern 2026, Animal Farm membuktikan dirinya sebagai karya yang terus hidup bersama zamannya. Sebuah pengingat bahwa kisah tentang kekuasaan, manipulasi, dan ketimpangan tak pernah benar-benar usang—hanya terus menemukan cara baru untuk diceritakan.

Artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian

Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Adaptasi Animal Farm Akan Hadir dalam Bentuk Film Animasi di 2026: Tetap Mengusung Satir Kekuasaan