Menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada bulan Juli ini, rasanya tidak ada momen yang lebih tepat untuk merayakan dunia literasi anak. Itulah mengapa kami memilih Andina Subarja sebagai Author of the Month: Juli 2026. Di tengah gempuran konten digital, penulis sekaligus ilustrator berbakat ini konsisten meniupkan kehangatan, tawa, sekaligus ruang refleksi bagi pembaca cilik lewat ilustrasi dan untaian kata yang selalu dinanti.
Yuk, kenalan lebih dekat dengan sosoknya!
1. Kenal Lebih Dekat

Bagi Andina Subarja (atau yang akrab disapa lewat akun Instagram-nya, @andinasubarja), dunia buku anak sebenarnya bukan sesuatu yang pernah ia rencanakan sejak awal. Andina merupakan seorang sarjana arsitektur. Namun, takdir justru menuntunnya menjadi salah satu penulis buku cerita anak paling potensial di Indonesia saat ini.
Andina dikenal dengan gaya penceritaannya yang jenaka, ringan, namun sarat akan subteks yang mendalam. Keunikan inilah yang membuat karya-karyanya tidak hanya digemari oleh anak-anak, tetapi juga menyentuh hati para pembaca dewasa yang sering kali merasa relate dengan isu-isu yang ia angkat.
2. Perjalanan Karier: “Rangkaian Salah Jalur” yang Menemukan Panggilannya

Perjalanan Andina menuju dunia perbukuan anak bisa dibilang penuh liku. Saat masih duduk di bangku kuliah arsitektur, ia banyak bergaul dengan teman-teman indekosnya yang berasal dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Dari sanalah wawasannya tentang dunia desain, warna, dan ilustrasi mulai terbuka. Sempat menaruh minat pada animasi, Andina kemudian meniti profesi sebagai background illustrator di sebuah studio animasi. Saat itu prinsipnya sederhana: “Saya pikir, asalkan berada di dunia yang saya sukai, jadi apapun tidak masalah.”
Namun, realitas tidak seindah bayangan. Andina sempat mengalami burnout (kelelahan mental) yang luar biasa. Ia mencoba mencari arah baru dengan mengeksplorasi bidang lain—mulai dari belajar desain karakter game, membuat logo, hingga mengembangkan storyboard. Sayangnya, semua itu belum bisa memuaskan panggilan hatinya.
Di tengah pencarian passion tersebut, Andina menyadari satu hal: ia sangat menikmati proses bercerita (storytelling). Ditambah lagi dengan kebiasaannya yang suka membaca buku sambil berdiri di toko buku, perhatiannya mulai terpikat oleh buku cerita anak yang kaya warna dan bernarasi simpel. Mengaku jalurnya sebagai “rangkaian salah jalur”, Andina memantapkan diri membangun portofolio baru. Ia kemudian mengambil kesempatan emas untuk menimba ilmu di lokakarya ilustrasi buku anak yang diadakan oleh lembaga nirlaba Room to Read, serta mengikuti berbagai pelatihan menulis buku cerita anak.
3. Karya dan Penghargaan



Meski ide awal karya-karyanya sering kali berangkat dari hal sederhana—seperti guyonan atau adegan lucu yang melintas di kepalanya—Andina selalu sukses menyisipkan pesan emosional yang kuat tanpa terkesan menceramahi pembaca. Baginya, anak-anak sudah menerima banyak nasihat di sekolah maupun di rumah, sehingga waktu membaca buku visual di kala santai seharusnya menjadi momen yang menyenangkan, bukan tempat untuk digurui lagi.
Dedikasinya yang tinggi dalam membungkus isu sosial dan emosional ke dalam cerita anak yang estetis membuahkan berbagai apresiasi prestisius, baik di tingkat nasional maupun internasional. Berikut beberapa penghargaan bergengsi yang pernah diraihnya:
- IKAPI Awards 2023: Meraih penghargaan bergengsi dalam kategori Children’s Book of the Year 2023.
- 20 Sastra Anak Pilihan Tacita 2024 untuk buku Gelinding
- The Unpublished Picturebook Showcase 4 (2022) oleh dPictus: Karya terbarunya berjudul Musik!
- Book Illustrators Gallery (BIG) di Asian Festival of Children’s Content (AFCC) 2026: Ilustrasinya lolos kurasi dalam pameran internasional yang berlangsung tahun ini untuk buku Musik!
- Buku Musik! menjadi salah satu dari 5 buku yang masuk dalam Sastra Anak Indonesia Pilihan Tacita 2026!
4. Koleksi Buku Karya Andina Subarja

- Kejutan Kungkang (2019) Lahir dari lokakarya Room to Read, buku ini membawa pesan jenaka: “Kungkang memang lambat, tapi dia tidak pernah terlambat.” Di balik tema besar manajemen waktu yang disajikan secara menyenangkan, Andina menyelipkan pesan emosional yang mendalam bagi siapa saja yang sering merasa tertinggal dari pencapaian orang lain. Buku inilah yang mengantarkannya meraih penghargaan Children’s Book of the Year di IKAPI Awards 2023.

- Gelinding (2021) Terinspirasi dari masa-masa ketika Andina merasa “tersesat” dalam perjalanan kariernya, buku ini mengisahkan si Kancil dan hewan-hewan lain yang mencoba mencari sisi baik dari hari yang buruk. Menggunakan gaya open-ending, buku ini mengajarkan anak-anak bahwa jatuh bangun atau merasa tersesat dalam hidup adalah hal yang wajar. Menariknya, buku ini juga telah diterbitkan secara internasional di Singapura dengan judul Golek oleh Penerbit Ungu Pen.

- Musik (2025) Buku teranyar dari Andina yang sudah mendapatkan rekognisi internasional di dPictus (2022) dan AFCC (2026) sebelum dan sesudah rilisnya. Buku ini merupakan alegori yang sangat indah tentang keberagaman dan kehidupan bermasyarakat yang digambarkan lewat harmoni musik. Melalui buku ini, Andina berharap dapat membantu mengasah empati, toleransi, serta rasa respek terhadap perbedaan sejak usia dini.
Melihat ekosistem literasi saat ini, Andina mengaku sangat optimis sekaligus “iri” dengan anak-anak zaman sekarang yang memiliki akses luar biasa mudah terhadap buku-buku fisik maupun digital dengan visual yang jauh lebih beragam dibanding era 1980 atau 1990-an.
Melalui karya-karya Andina Subarja, kita diingatkan kembali bahwa cerita yang menarik dan tidak menggurui akan lebih mudah melekat di hati anak-anak, bahkan ikut tumbuh dewasa bersama mereka. Selamat Hari Anak Nasional!
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Sumber: artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian
https://diajeng.id/andina-subarja-arsitek-yang-jatuh-hati-pada-dunia-buku-anak-hlaD
https://www.instagram.com/andinasubarja
https://afcc.com.sg/2026/big-gallery/category/indonesia/submissions
https://nourabooks.co.id/buku-read-aloud-musik
