Pernah nggak sih kamu ngerasa kalau dunia ini lagi berisik banget? Isinya cuma tuntutan, kerjaan, atau drama media sosial yang nggak ada abisnya. Pas lagi ngerasa overthinking kayak gitu, dengerin atau baca tulisan Fahruddin Faiz itu rasanya kayak dapet pelukan hangat. Tenang banget!

Pak Faiz—begitu sapaan akrabnya—adalah sosok yang berhasil bikin filsafat nggak lagi kelihatan “serem” atau ngebosenin. Lewat gerakan Ngaji Filsafat yang viral, beliau ngebuktiin kalau obrolan soal hidup itu bisa dibawa santai, sambil duduk lesehan, dan masuk banget di logika kita.

Siapa Sih Fahruddin Faiz?

https://kumparan.com/kumparannews/fahruddin-faiz-filsafat-melatih-berpikir-benar-itu-perintah-agama-1rEFbx5wNJC

Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag., adalah seorang filsuf Muslim dan seorang dosen di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada 16 Agustus 1975. Ia menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di bidang Aqidah dan Filsafat Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, masing-masing selesai pada 1998 dan 2001. Fahruddin mendapatkan gelar S3 dalam Studi Islam di universitas yang sama pada 2014.

Buat banyak orang, beliau selalu punya jawaban adem buat masalah anak muda. Pak Faiz punya cara ajaib buat nyeritain pemikiran filsuf dunia pakai bahasa yang kita pakai sehari-hari. Nggak heran kalau forum ngajinya selalu penuh sama anak muda yang pengen “healing” lewat ilmu.


Perjalanan Karier Fahruddin Faiz – Dari Ruang Kelas Hingga ke Serambi Masjid

https://images.noiceid.cc/catalog/catalog-1689265971021

Perjalanan karier Pak Faiz bermula dari kecintaannya pada dunia pendidikan. Beliau mendedikasikan ilmunya sebagai dosen di almamater tercinta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di sana, beliau nggak cuma mengajar, tapi juga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Dekan di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam.

Namun, nama Fahruddin Faiz benar-benar “nyantol” di hati banyak orang saat beliau mulai melangkah keluar dari ruang kelas akademik menuju serambi masjid. Sejak tahun 2013, beliau konsisten mengasuh kajian “Ngaji Filsafat” di Masjid Jenderal Sudirman, Yogyakarta.

Kajian ini jadi fenomenal karena Pak Faiz berani mendobrak stigma. Beliau berhasil mengawinkan pembahasan agama yang sakral dengan filsafat yang kritis melalui pendekatan yang sangat sejuk—sesuatu yang jarang banget kita temui di tempat lain.

Lebih dari satu dekade berjalan, “Ngaji Filsafat” nggak cuma jadi acara offline yang selalu penuh sesak, tapi juga meledak di media sosial. Rekaman-rekaman suaranya yang tenang dan penuh hikmah kini tersebar luas, menjadi teman “healing” sekaligus sumber inspirasi bagi jutaan pendengar di seluruh Indonesia. Dari sinilah, sosok Pak Faiz bertransformasi menjadi “guru bangsa” versi anak muda yang haus akan ketenangan pikiran.


Deretan Karya #NgajiFilsafat

Buku-buku beliau itu sebenernya materi ngajinya yang dibukukan. Jadi, bahasanya bener-bener kayak beliau lagi ngomong langsung ke kita. Berikut karya-karyanya:

Seri Ngaji Filsafat:

1. Jatuh Cinta KepadaNya

Jatuh Cinta kepada-Nya adalah perjalanan menuju cinta hakiki, cinta yang mengalir dari hati yang telah melampaui keduniawian. Melalui ajaran-ajaran para sufi dan filsuf yang telah menempuh jalan ini, pembaca diajak merenungkan makna mendalam tentang cinta Ilahi dan langkah-langkah untuk menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Seni Menyikapi Hidup

Hadir sebagai jeda—mengajak kita menenangkan pikiran, memahami luka, dan menata kembali hubungan dengan diri sendiri. Lewat refleksi para pemikir seperti Erich Fromm, Ibnul Jauzi, Gandhi, Epicurus, dan Hamka, buku ini menuntun kita menemukan makna sejati di balik hiruk-pikuk modernitas.

3. Mati Sebelum Mati, Buka Kesadaran Hakiki

Membahas kearifan-kearifan Jawa dengan menyelami makna, menemukan hikmah serta kaitannya dengan kehidupan masa kini. Siapa pun, dari latar belakang apa pun, bisa mengambil pelajaran dan menerapkan nilai-nilai luhur di dalamnya.

4. Menghilang, Menemukan Diri Sejati

Mengajak pembaca menjelajahi dan memahami diri dari berbagai perspektif, demi mendapatkan dan menghidupkan makna-makna yang menjadi kompas kita menjalani hidup. “Menghilang” bukan berarti menceraikan dunia, melainkan justru melebur, terlibat penuh ke dalam berbagai persoalannya. “Menghilang” berarti mengesampingkan ego dan kepentingan diri—menyadari sepenuhnya misi penciptaan yang diembankan kepada setiap manusia, yaitu menjadi rahmat bagi semesta.


Karya Best Seller Lainnya dan Prestasi

Selain seri #NgajiFilsafat, beberapa buku lainnya yang wajib jadi peganganmu kalau mau kenal dunia filsafat, yaitu ada Filsafat Seni Islam, Filsafat Moral. Filsafat Kebahagiaan, Menjadi Manusia Menjadi Hamba. Fahruddin Faiz juga dinobatkan sebagai pemenang 𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐨𝐟 𝐓𝐡𝐞 𝐘𝐞𝐚𝐫 di Mizan Awards 2024.

Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

(artikel diolah dengan penyesuaian)

https://uin-suka.ac.id/id/page/detil_dosen/197508162000031001-Fahruddin-Faiz

https://bukunesia.com/tokoh/fahruddin-faiz

https://www.sejarahkita.id/2023/09/biografi-lengkap-dr-fahruddin-faiz.html

https://www.instagram.com/p/DEwlW4MuEQc/?img_index=1

Bagikan ke Sekitarmu!
Author of The Month: Belajar Tenang di Dunia yang Ramai, Melalui Karya Fahruddin Faiz