Selama ini, kita mengenal Dee Lestari sebagai “penyihir” kata-kata yang mampu membawa kita ke galaksi Supernova atau mencium aroma mistis Puspa Karsa. Namun, ada sebuah kejutan bagi para pembaca setianya: Dee adalah seorang pengamat realita yang sangat tajam melalui karya-karya non-fiksinya.

Membaca sisi non-fiksi Dee Lestari adalah pengalaman yang berbeda. Jika dalam novel ia mengajak kita berkhayala, dalam non-fiksi ia memberikan pandangan-pandangan baru. Berikut beberapa karya buku non-fiksi yang pernah ditulisnya.

1. Di Balik Tirai Aroma Karsa (2019)

Kalau kamu pernah bertanya-tanya bagaimana sebuah buku best-seller (Aroma Karsa) diciptakan, inilah jawabannya. Buku ini adalah dokumentasi proses kreatif yang sangat transparan. Dee tidak hanya bercerita tentang menulis, ia memperlihatkan kepada kamu sebuah standar kerja yang luar biasa.

Di dalam buku ini, Dee membedah perjalanan risetnya yang melelahkan namun menarik, mulai dari melakukan kursus singkat mengenai penciuman (olfaktori) di Grasse, Prancis, hingga melakukan ekspedisi fisik mendaki Gunung Lawu. Kamu akan diajak melihat bagaimana ia menyusun struktur plot, melakukan verifikasi data sejarah, hingga tantangan menulis dalam format cerbung digital dengan tenggat waktu yang ketat. Ini adalah “kitab suci” bagi kamu yang ingin memahami bahwa fiksi yang hebat selalu berdiri di atas fondasi riset yang kokoh. Kamu akan sadar bahwa inspirasi hanyalah sebagian kecil, sisanya adalah kerja keras teknis.

2. Rantai Tak Putus (2020)

Buku ini membuktikan bahwa Dee Lestari memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Keluar dari dunia literasi yang terkadang terasa eksklusif, ia turun ke lapangan untuk memotret realitas UMKM di Indonesia secara langsung agar kamu bisa melihat wajah asli perjuangan mereka.

Bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Dee mengunjungi berbagai bengkel bubut dan industri rumahan di pelosok daerah. Ia tidak menyajikan data statistik yang membosankan, melainkan menyuguhkan “ruh” di balik bisnis tersebut lewat gaya bercerita. Rantai Tak Putus memberikan sudut pandang nyata sendu-ceria menjadi penggerak UMKM. Realitas yang diangkat apik oleh Dee merangkum proses perjuangan panjang para wirausaha. Sarat pesan, haru, dan bangga membacanya. Buku ini hadir membasahi dahaga para pelaku UMKM, yang haus akan pengetahuan. Format buku ini sungguh unik dalam menyampaikan perspektif ilmu wirausaha, menarik untuk disimak, inspiratif untuk diterapkan.

3. Tanpa Rencana (2024)

Dirilis pada tahun 2024, buku ini adalah sisi paling personal dan kontemplatif dari Dee Lestari. Disertai ilustrasi yang memperkuat pengalaman menghayati bukunya secara utuh, Tanpa Rencana bukan hanya tentang instruksi, melainkan tentang refleksi yang dibagikan Dee untuk menemani perjalanan hidup kamu.

Berisi kumpulan esai dan catatan harian yang ditulis dengan gaya bahasa yang hangat dan intim. Dee berbagi tentang bagaimana ia menavigasi hidup saat rencana-rencana besarnya tidak berjalan mulus. Ia menulis tentang duka, tentang menjadi ibu, tentang proses kreatif yang buntu, hingga tentang kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang sering terlewatkan. Membaca buku ini rasanya seperti kamu sedang duduk di beranda rumah dan mendengarkan Dee bercerita secara jujur tentang apa artinya menjadi manusia di dunia yang serba tidak pasti. Ia mengajak kamu untuk berdamai dengan keadaan tanpa harus kehilangan arah.

4. Selaras (2025)

Sebagai karya non-fiksi terbaru di tahun 2025, Selaras menjadi puncak dari perjalanan spiritual dan intelektual Dee Lestari. Buku ini merupakan persembahan cinta sekaligus panduan hidup yang ia susun bersama warisan pemikiran mendiang suaminya, Reza Gunawan.

Buku ini menawarkan konsep hidup berkesadaran (mindfulness) yang sangat praktis bagi manusia modern. Dee menjelaskan kepada kamu bahwa kesehatan fisik tidak bisa dipisahkan dari kesehatan mental dan emosional. Ia membagikan teknik-teknik sederhana untuk mengelola stres, cara mendengarkan sinyal tubuh sendiri, dan bagaimana membangun harmoni (keselarasan) dengan diri sendiri serta alam semesta. Ini adalah buku yang mengajak kamu untuk “pulang” ke dalam diri dan menemukan ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia yang semakin bising.

Mengetahui bahwa Dee Lestari menulis non-fiksi adalah sebuah kejutan yang menyenangkan. Karya-karya ini membuktikan bahwa kualitas seorang penulis tidak hanya diukur dari seberapa hebat ia berimajinasi, tapi dari seberapa dalam ia mampu memahami dan menghargai realita di sekitarnya. Kamu, sudah baca yang mana?

Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Bukan Cuma Novel, Intip Deretan Karya Non-Fiksi Dee Lestari yang Membuka Dapur Kreatifnya