Novel Dunia Lisbeth merupakan salah satu karya fiksi yang mengangkat kisah dan realitas kehidupan teman-teman Tuli di sekitar kita. Di balik proses kreatifnya, terdapat berbagai cerita menarik serta fakta unik dari sang penulis, Grace Tioso, selama menyusun karya ini. Berikut adalah rangkuman fakta di balik pembuatan novel Dunia Lisbeth:

Nourapublishing

1. Inspirasi Cerita Datang dari Adik dan Teman SLB

Inspirasi utama kisah Dunia Lisbeth muncul dari cerita adiknya beserta teman-temannya di SLB-B Pangudi Luhur. Dari sana, ide cerita langsung tebersit di benaknya. Sementara itu, karakter utama Lisbeth terinspirasi dari gabungan beberapa teman Tuli dan rekan kerjanya yang berprofesi sebagai desainer.

2. Berkolaborasi Langsung dengan 6 Beta Reader Tuli

Untuk menjaga keaslian dan perspektif cerita, Grace dibantu oleh 6 orang beta reader Tuli. Proses kolaborasi ini melibatkan berbagai diskusi mendalam:

  • Pengembangan Konsep & Sekolah: Menanyakan impian mereka tentang sekolah Tuli yang ideal serta pengalaman bersekolah di SLB maupun sekolah umum.
  • Koreksi Teks & Isyarat: Para beta reader memberikan masukan langsung terkait plot, pengalaman hidup, pemilihan kata, gaya bahasa/tata bahasa, hingga kosa isyarat (BISINDO) dan budaya Tuli.

3. Membuka Wawasan tentang Keberagaman dan Realitas Teman Tuli

Melalui kolaborasi ini, Grace memperoleh banyak wawasan baru:

  • Teman Tuli Itu Heterogen: Komunitas Tuli tidak homogen, melainkan sangat beragam (heterogen). Perbedaan pola asuh, latar belakang keluarga, kondisi keuangan, hingga kadar residu pendengaran membentuk kepribadian dan kondisi yang berbeda-beda pada setiap individu Tuli.
  • Tantangan & Diskriminasi Nyata: Penulis mendengarkan langsung berbagai pengalaman diskriminasi yang dialami teman Tuli, salah satunya dalam hal pelayanan kesehatan (seperti kisah seorang ibu Tuli yang dipaksa melakukan prosedur C-section padahal kandungannya sehat).

4. Strategi Penulisan dan Bahasa

  • Penggunaan Kalimat BISINDO: Kalimat BISINDO ditandai dan ditulis dalam tanda kurung siku [...], namun disesuaikan menggunakan tata bahasa Indonesia agar lebih mudah diterima oleh pembaca luas.
  • Keunggulan Visual & Audio Cerita:
    • Menggunakan istilah Tuli serta latar Sekolah Tuli Maitra berdasarkan masukan langsung dari komunitas Tuli.
    • Menghadirkan tokoh Tuli dengan spektrum emosi yang beragam—tidak hanya digambarkan sebagai sosok yang harus dikasihani atau selalu sempurna.
    • Menggunakan efek onomatope untuk membantu menghadirkan pengalaman bunyi di dalam cerita.

5. Pesan Utama Penulis

Melalui Dunia Lisbeth, Grace berharap masyarakat umum dapat lebih terbuka untuk memberikan kesempatan yang setara bagi teman Tuli, khususnya dalam bidang pekerjaan. Novel ini hadir untuk mengajak para penikmat fiksi lebih dekat dengan kehidupan teman-teman Tuli yang hidup bersisian di sekitar kita.

6. Berawal dari Keinginan “Menjaga Waras” saat Pandemi

Grace Tioso mulai menulis novel Dunia Lisbeth pada bulan Maret 2020 di awal pandemi COVID-19 melalui platform Wattpad. Awalnya, penulisan cerita ini bertujuan sederhana, yaitu sebagai sarana untuk “menjaga otak” tetap waras di tengah situasi pandemi yang penuh ketidakpastian.

Novel Dunia Lisbeth bukan sekadar ruang rehat dari rutinitas, melainkan ajakan untuk melihat sekeliling dengan kacamata yang lebih empati. Bagi yang ingin menyelami kisah hangat ini, periode pemesanan khusus resmi dibuka mulai 29 September hingga 18 Oktober lengkap dengan bonus menarik untuk setiap pembeliannya.


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Libatkan 6 Teman Tuli, Ini Fakta Menarik di Balik Novel Dunia Lisbeth
Tag pada: