Setiap tanggal 23 Juli, atmosfer di sekitar kita mendadak riuh dengan perayaan Hari Anak Nasional. Fokus kita otomatis tertuju pada mereka: makhluk-makhluk mungil yang tawa dan energinya memenuhi hari-hari kita.

Namun, pernahkah kita menyadari bahwa di balik tubuh dewasa kita yang penuh tanggung jawab, ada seorang “anak kecil” yang juga sedang mendengarkan riuhnya perayaan ini?

Hari Anak Nasional sebenarnya bukan hanya milik anak-anak di sekitar kita. Hari ini juga momen yang tepat untuk menengok ke dalam diri dan menyapa kembali inner child. Dikutip dari buku The Child in You yang ditulis Stefanie Stahl, inner child adalah sebuah metafora untuk bagian-bagian tak sadar dalam kepribadian yang terbentuk sejak masa kecil kita. Bagian ini tidak hanya menyimpan rasa takut dan luka, tetapi juga kebahagiaan serta cinta.

Mengenal Dua Sisi di Diri Kita: Shadow Child dan Sun Child

dok.mizanstore/thechildinyou

Dalam buku The Child in You, psikoterapis Stefanie Stahl menjelaskan bahwa struktur psikis kita tidak sekompleks yang dibayangkan. Gampangnya, alam bawah sadar kita terbagi menjadi dua keadaan kesadaran praktis yang merujuk pada inner child: Shadow Child (anak terluka) dan Sun Child (anak bahagia).

Banyak masalah emosional orang dewasa yang bersifat “homemade”—artinya bersumber dari diri sendiri, seperti persoalan relasi, suasana hati yang tertekan, stres, hingga ledakan amarah—berakar pada pengaruh Shadow Child. Sisi ini mewakili bagian dari harga diri kita yang terluka, tidak stabil, dan membawa keyakinan negatif akibat interaksi masa kecil. Misalnya, saat seorang anak sering ditolak atau tidak dihargai, ia akan menginternalisasi keyakinan “Aku tidak baik-baik saja”.

Ketika kita tumbuh dewasa tanpa merefleksikannya, pikiran sadar dan rasional kita (inner adult) dengan mudah dikuasai oleh Shadow Child. Akibatnya, saat menghadapi pemicu emosional, kita sering kali bereaksi berlebihan secara impulsif alih-alih merespons situasi secara tenang dan bijak.

Sebaliknya, ada pula sisi Sun Child yang mewakili sosok “anak bahagia” di dalam diri kita. Sisi ini melambangkan spontanitas, semangat bertualang, rasa ingin tahu yang tinggi, energi positif, dan perasaan yang menguatkan. Sayangnya, bagi orang-orang yang mengalami masa kecil kelam, Sun Child ini sering kali jarang muncul karena teredam oleh strategi perlindungan diri yang kaku, seperti perfeksionisme atau dorongan menyerang untuk mempertahankan kendali.

Memutus Rantai untuk Mengasuh Lebih Bijak

dok.mizanstore/thechildinyou

Stefanie Stahl menegaskan bahwa kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan emosional dewasa adalah dengan belajar beralih secara sadar ke mode diri-dewasa (inner adult). Kita harus berani menengok Shadow Child untuk menenangkan dan membuatnya merasa aman, sekaligus memperkuat kehadiran Sun Child agar sisi diri yang terang bisa berkembang.

Ketika kita mampu memisahkan respons masa lalu dari kenyataan sekarang, kita tidak lagi mengartikan tindakan anak-anak kita secara keliru. Kita tidak akan dengan mudah meledak marah hanya karena menganggap anak egois atau tidak menghargai kita, padahal mereka hanya sedang menjadi anak kecil yang wajar.

Langkah menyembuhkan diri ini selaras dengan konsep mindful parenting dan imbauan Kementerian PPPA untuk membangun ketahanan mental sejak dini. Ingatlah, lingkungan terdekat anak—yaitu kita sebagai orang tua—harus terlebih dahulu memiliki regulasi emosi yang sehat agar fungsi proteksi dan kasih sayang pada anak bisa berjalan optimal.

Rayakan Hari Ini untuk Kita dan Anak

Pada peringatan Hari Anak Nasional ini, mari luangkan waktu sejenak demi kebaikan mental kita dan anak-anak kita.

Peluk anak-anakmu dengan erat, penuhi hak-hak mereka, dan biarkan mereka menjadi anak kecil seutuhnya. Namun setelah mereka terlelap, duduklah dengan tenang, letakkan tangan di dada, dan lakukan dialog internal untuk menenangkan bagian diri kecilmu yang mungkin masih cemas. Bisikkan pada diri sendiri: “Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Hari ini kamu aman bersama diriku yang dewasa.”

Selamat Hari Anak Nasional untuk anak-anak Indonesia, dan selamat merawat serta membahagiakan inner child yang ada di dalam dirimu!

Bagikan ke Sekitarmu!
Hari Anak Nasional: Bukan Cuma Soal Si Kecil, tapi Juga Merawat “Inner Child” dalam Diri Kita