Goodreads bukan hanya platform untuk memberi rating buku, tetapi juga ruang berkumpulnya suara pembaca dari berbagai latar. Melalui sistem voting, pembaca ikut menentukan buku mana yang dianggap paling berpengaruh dan dicintai. Dari ribuan suara inilah lahir daftar 10 novel Indonesia dengan voting tertinggi versi Goodreads.
Berikut daftarnya, lengkap dengan keterangan voting dari pengguna Goodreads.
1. Bumi Manusia — Pramoedya Ananta Toer

Novel pembuka Tetralogi Buru ini mengikuti kisah Minke, seorang pribumi terpelajar di era kolonial Belanda yang mulai mempertanyakan identitas, ketidakadilan, dan relasi kuasa antara penjajah dan yang dijajah. Lewat kisah cinta, pendidikan, dan perlawanan, Bumi Manusia membuka mata pembaca tentang lahirnya kesadaran nasional. Novel ini bukan hanya cerita personal, tetapi juga potret sosial-politik Indonesia awal abad ke-20.
Voting Goodreads: skor: 23.097 | 232 pemilih.
2. Laskar Pelangi — Andrea Hirata

Berangkat dari pengalaman pribadi penulis, Laskar Pelangi menceritakan sekelompok anak dari keluarga sederhana di Belitung yang berjuang mempertahankan sekolah mereka. Dengan bahasa yang hangat dan humor yang jujur, novel ini menyoroti pendidikan, kemiskinan, persahabatan, dan mimpi. Kesederhanaan ceritanya justru menjadi kekuatan utama yang membuat buku ini dicintai lintas usia.
Voting Goodreads: skor: 12.037 | 122 pemilih.
3. Anak Semua Bangsa — Pramoedya Ananta Toer

Sebagai lanjutan Bumi Manusia, novel ini menunjukkan perkembangan intelektual dan politik Minke. Ia mulai menyadari bahwa penindasan bukan hanya persoalan individu, melainkan sistem. Anak Semua Bangsa memperluas cakrawala cerita ke isu global, jurnalisme, dan kesadaran kelas, menjadikannya refleksi mendalam tentang kolonialisme dan kemanusiaan.
Voting Goodreads: skor: 8.630 | 88 pemilih.
4. Ronggeng Dukuh Paruk — Ahmad Tohari

Novel ini mengangkat kehidupan desa kecil Dukuh Paruk melalui tokoh Srintil, seorang ronggeng yang tubuh dan hidupnya dikonstruksi oleh tradisi. Ahmad Tohari dengan lirih menuliskan benturan antara budaya, moral, dan tragedi politik 1965. Kisahnya sederhana, namun menyimpan luka sejarah yang dalam dan sunyi.
Voting Goodreads: skor: 7.353 | 75 pemilih.
5. Negeri 5 Menara — Ahmad Fuadi

Terinspirasi dari kehidupan pesantren modern, novel ini mengikuti Alif dan teman-temannya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan semangat man jadda wajada, Negeri 5 Menara menekankan pentingnya disiplin, mimpi, dan persahabatan. Buku ini kerap dianggap sebagai novel motivasional yang membumi dan relevan bagi pembaca muda.
Voting Goodreads: skor: 6.255 | 64 pemilih.
6. Jejak Langkah — Pramoedya Ananta Toer

Dalam buku ketiga Tetralogi Buru ini, Minke terlibat lebih jauh dalam organisasi dan pergerakan politik. Novel ini menggambarkan bagaimana ide-ide besar bertemu dengan realitas birokrasi, kekuasaan, dan pengawasan kolonial. Jejak Langkah memperlihatkan bahwa perjuangan tidak selalu heroik, tetapi penuh kompromi dan risiko.
Voting Goodreads: skor: 5.410 | 56 pemilih.
7. Cantik Itu Luka — Eka Kurniawan

Dengan gaya realisme magis, novel ini mengisahkan kehidupan Dewi Ayu dan keluarganya dalam latar sejarah Indonesia yang penuh kekerasan dan absurditas. Eka Kurniawan meramu humor gelap, mitos, seksualitas, dan tragedi sejarah menjadi kisah yang brutal sekaligus memikat. Novel ini sering disebut sebagai tonggak sastra Indonesia modern di mata internasional.
Voting Goodreads: skor: 5.385 | 56 pemilih.
8. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin — Tere Liye

Novel ini mengisahkan cinta yang tumbuh diam-diam, kehilangan, dan proses belajar merelakan. Dengan bahasa sederhana dan emosional, Tere Liye menyampaikan pesan tentang keikhlasan dan ketulusan. Buku ini banyak disukai pembaca karena dekat dengan pengalaman emosional sehari-hari.
Voting Goodreads: skor: 5.191 | 53 pemilih.
9. Rumah Kaca — Pramoedya Ananta Toer

Sebagai penutup Tetralogi Buru, Rumah Kaca mengambil sudut pandang yang tak biasa: dari pihak penguasa kolonial. Novel ini menyingkap bagaimana kekuasaan bekerja melalui arsip, laporan, dan pengawasan. Dengan pendekatan dingin dan reflektif, buku ini menjadi kritik tajam terhadap sistem kontrol negara.
Voting Goodreads: skor: 4.688 | 49 pemilih.
10. Sang Pemimpi — Andrea Hirata

Melanjutkan kisah Ikal dan Arai, Sang Pemimpi berbicara tentang keberanian bermimpi besar di tengah keterbatasan. Novel ini lebih emosional dan reflektif, menyoroti persahabatan, keluarga, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Voting Goodreads: skor: 4.557 | 47 pemilih.
Daftar ini menunjukkan bahwa pembaca Indonesia di Goodreads sangat menghargai novel dengan tema sejarah, pendidikan, perjuangan, dan kemanusiaan. Nama Pramoedya Ananta Toer mendominasi daftar, menegaskan posisinya sebagai salah satu penulis paling berpengaruh dalam sastra Indonesia.
Lebih dari sekadar angka, voting ini menjadi bukti bahwa buku-buku tersebut terus hidup lewat pembacanya—dibaca ulang, dibicarakan, dan diwariskan ke generasi berikutnya.
Artikel diolah dengan penyesuaian
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Sumber: https://www.goodreads.com/list/show/67567.Novel_Indonesia_Terbaik
