Ramadan adalah bulan di mana setiap rintihan doa punya jalur khusus menuju langit. Di antara sela-sela waktu sahur yang tenang atau momen-momen syahdu menjelang berbuka, seringkali hati kita terasa penuh. Ada sesal atas khilaf yang lalu, ada juga beban masalah yang rasanya sulit dicari ujungnya.
dok.mizanstore
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tapi momen untuk “pulang” dan memperbaiki komunikasi kita dengan Allah. Namun, seringkali kita bingung harus mulai bicara dari mana. Beruntungnya, Allah telah mengabadikan “naskah” doa para Nabi di dalam Al-Qur’an sebagai panduan kita melangitkan harapan.
Lewat buku “Doa dalam Al-Qur’an” karya Anis Masykhur dan Jejen Musfah, kita diajak menyelami kembali tiga doa dahsyat yang bisa menjadi teman setiamu di bulan mulia ini:
1. Doa Nabi Adam: Mohon Dihapuskan Dosa
Ramadan adalah bulan ampunan. Nabi Adam AS mengajarkan bahwa cara terbaik untuk kembali suci adalah dengan mengakui kesalahan tanpa mencari pembelaan.
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf: 23)
Doa ini adalah pengakuan paling rendah hati. Jika ada sesal yang belum tuntas, sujudkan doa ini di malam-malam Ramadanmu.
2. Doa Nabi Yunus: Agar Terlepas dari Kesulitan
Pernah terjepit masalah yang rasanya mustahil diselesaikan? Nabi Yunus AS melangitkan doa ini saat berada di kegelapan perut ikan:
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)
Doa ini adalah kunci keajaiban. Gunakan kekuatan bulan Ramadan untuk memohon jalan keluar dari segala kebuntuan hidupmu.
3. Doa Nabi Musa: Mohon Ampun dari Kekhilafan
Saat merasa lemah dan butuh perlindungan, Nabi Musa AS mengajarkan kita untuk mengakui segala kekurangan di hadapan Allah:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” (QS. Al-Qashash: 16)
Pengakuan tulus ini justru akan menguatkan jiwamu untuk menghadapi ujian hidup setelah Ramadan nanti.
Maksimalkan Ramadanmu dengan Doa yang Berarti
Dalam buku “Doa dalam Al-Qur’an”, Anis Masykhur dan Jejen Musfah menjelaskan bahwa kekuatan doa ada pada pemahaman kita terhadap Asbabun Nuzul (latar belakang) dan maknanya. Buku ini membantu kita tahu “rasa” dari setiap kalimat yang kita ucapkan, sehingga ibadah Ramadanmu jadi jauh lebih berkualitas.
Jadikan Ramadan tahun ini momen perubahanmu.
Ingin tahu lebih banyak doa-doa lainnya? Kamu bisa baca selengkapnya di buku Doa dalam Al-Quran. Cek promonya di sini: Ramadan di Mizan