Ajang pameran buku internasional bergengsi, Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026, resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) bersama dukungan penuh Kementerian Kebudayaan RI, gelaran tahunan ke-46 ini berlangsung mulai Rabu (30/9/2026) hingga Minggu (4/10/2026).
Mengusung tema besar “Read Today, Lead Tomorrow”, IIBF 2026 bertindak tidak sekadar sebagai ajang perburuan buku, melainkan juga wadah pengembangan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP), budaya, teknologi, serta penguat industri kreatif nasional maupun global.
Salah satu momen terpenting dalam rangkaian perhelatan ini adalah penganugerahan IKAPI Awards 2026. Penghargaan tahunan tersebut merupakan pilar apresiasi dan penghormatan tertinggi bagi para penulis, tokoh literasi, serta insan perbukuan yang secara konsisten menghidupkan ekosistem perbukuan Tanah Air.
Para Deretan Pemenang IKAPI Awards 2026
Pada tahun ini, IKAPI Awards memberikan apresiasi kepada figur-figur inspiratif dan karya-karya terbaik yang telah memberi dampak signifikan dalam dunia literasi Indonesia:
- Writer of the Year — Brian Khrisna. Predikat penulis terbaik tahun ini dianugerahkan kepada Brian Khrisna atas konsistensi dan produktivitas karyanya yang berulang kali menyentuh hati para pembaca serta menggerakkan gairah membaca anak muda.
- Book of the Year — Gaza: Suatu Malam di Jakarta. Buku kumpulan cerpen karya sastrawan ternama Helvy Tiana Rosa
- Literacy Promoter — Puty Puar. Kontribusi luar biasanya dalam membangun dan mengembangkan budaya membaca masyarakat di Indonesia
- Rookie of the Year — Andi Muhammad Akbar. Pendatang baru di bidang kepenulisan dengan seri buku Archipelagos.
- Children’s Book of the Year — Whispers of the Shadow: Three Tales of Wonder. Karya M. Sutandi dengan ilustrasi oleh Gratiani B. Pratita (diterbitkan oleh Grasindo)
- Local Content of the Year — Mitigasi Kultural Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatra Barat karya Yose Hendra . Kategori konten lokal bergengsi ini jatuh pada karya yang mengangkat kearifan lokal Sumatra Barat dalam menghadapi bencana. Buku ini diapresiasi tinggi karena menggabungkan literasi, studi budaya, dan solusi praktis berbasis kearifan tradisi.
Mendorong Reading Society dan Kolaborasi Global
Ketua Panitia IIBF 2026, Wedha Stratesti Yudha, menegaskan bahwa pameran ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap bacaan bermutu demi membangun reading society.
“Pameran ini tidak hanya mendorong masyarakat untuk membaca lebih banyak, tetapi juga memperkuat peran buku dan literasi dalam membentuk pemimpin serta masa depan Indonesia,” ujar Wedha.
Sejak diselenggarakan pertama kali pada 1980, IIBF terus bertransformasi menjadi ruang kolaborasi global. Tahun ini, IIBF menghadirkan jajaran agenda strategis seperti:
- Indonesia Rights Fair (IRF): Diikuti sekitar 125 peserta yang mewakili 93 lembaga penerbit dan agensi dari 18 negara untuk transaksi hak cipta naskah.
- Lit Connect: Diskusi isu strategis industri seperti kecerdasan buatan (AI), teknologi digital, alih wahana, dan pemberantasan pembajakan buku.
- Story Market & Illustration Exhibitions: Ruang temu pemilik IP dengan pelaku industri kreatif serta pameran karya visual para ilustrator.
- Zona Kalap, Cosplay Carnival, & Children’s Book Festival: Area favorit pengunjung untuk berburu buku bestseller hingga hidden gems dengan promo menarik.
Kemeriahan Stan Mizan Group
Turut meramaikan gelaran IIBF 2026, penerbit terkemuka Mizan Group hadir menyapa para pengunjung di area Assembly Hall JICC. Selain menghadirkan koleksi buku-buku unggulan, stan Mizan Group menyajikan rangkaian acara seru, diskusi interaktif, hingga sesi temu penulis secara langsung sepanjang pameran berlangsung.
Ajang perayaan literasi terbesar tahun ini masih dibuka untuk umum setiap harinya mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB hingga Minggu, 4 Oktober 2026. Mari hadir dan menjadi bagian dari masa depan literasi Indonesia!
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Instagram/International Book Fair 2026