Melihat Dunia Buku dalam Angka (Part 2)

Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei bukan sekadar seremoni tahunan. Sejak dicetuskan pada tahun 2002 oleh Abdul Malik Fadjar, Menteri Pendidikan era Kabinet Gotong Royong. Momen ini menjadi pengingat penting akan sejarah intelektualitas bangsa. Pemilihan tanggalnya pun memiliki makna mendalam, yakni bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) pada 17 Mei 1980. Kini, lebih dari dua dekade sejak penetapannya, mari kita melihat sejauh mana ekosistem literasi kita berkembang melalui data.

Pertumbuhan Penerbit di Indonesia Tahun 2024

Memasuki tahun 2024, infrastruktur pendukung budaya baca di Indonesia menunjukkan angka yang cukup masif. Berdasarkan data dari Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), saat ini terdapat lebih dari 2.500 penerbit yang terdaftar sebagai anggota. Kekuatan ini didukung oleh keberadaan 1.200 toko buku yang tersebar di berbagai wilayah serta lebih dari 60.000 perpustakaan yang menjadi garda terdepan akses literasi bagi masyarakat.

Dominasi Pulau Jawa dalam Industri Penerbitan

Berikut adalah data dari grafik Kota/Kabupaten dengan Penerbit Terbanyak di Indonesia (Oktober 2024), berdasarkan data Perpustakan Nasional RI tahun 2024.

Tabel Jumlah Penerbit per Kota/Kabupaten (Oktober 2024)

PeringkatKota/KabupatenEstimasi Jumlah Penerbit
1Jakarta Selatan1.017
2Jakarta Pusat740
3Kab. Sleman579
4Bandung560
5Surabaya456
6Jakarta Timur442
7Depok333
8Tangerang Selatan303
9Kab. Bantul284
10Makassar255

10 Daerah dengan Terbitan Buku Terbanyak (November 2024)

PeringkatDaerahEstimasi Jumlah Terbitan (Buku)
1Jakarta Pusat75.930
2Sleman73.692
3Bandung55.553
4Bantul46.925
5Jakarta Selatan36.994
6Surabaya36.605
7Malang32.851
8Jakarta Timur31.929
9Jakarta Barat29.718
10Yogyakarta25.121

Menariknya, meskipun secara provinsi Jakarta mendominasi jumlah unit usaha penerbitan, produktivitas judul buku baru per kabupaten/kota menunjukkan persaingan yang ketat antara Jakarta dan Yogyakarta. Hingga November 2024, Jakarta Pusat menempati urutan pertama dengan koleksi 75.930 buku yang diterbitkan.

Namun, Sleman di DIY membayangi ketat di posisi kedua dengan 73.692 buku, membuktikan bahwa daerah ini sangat produktif. Kota Bandung dan Bantul juga menunjukkan angka yang signifikan, masing-masing menyumbang di atas 45.000 judul buku.

10 Provinsi Teratas dalam Penerbitan Buku Berdasarkan ISBN (2023)

PeringkatProvinsiJumlah Nomor ISBN
1Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta19.267
2Daerah Istimewa Yogyakarta19.032
3Jawa Barat16.978
4Jawa Timur16.790
5Jawa Tengah16.493
6Sumatera Barat3.693
7Sulawesi Selatan2.751
8Banten2.524
9Sumatera Utara2.353
10Nusa Tenggara Barat822

Data di atas memberikan gambaran bahwa industri penerbitan Indonesia terus bertumbuh. Meski konsentrasi industri masih berpusat di beberapa titik utama, angka-angka ini mencerminkan optimisme terhadap ketersediaan bahan bacaan bagi masyarakat.

Momentum Hari Buku Nasional seharusnya tidak hanya menjadi ajang perayaan statistik, tetapi juga pemicu untuk memastikan bahwa puluhan ribu buku yang terbit setiap tahunnya benar-benar sampai ke tangan pembaca dan mampu meningkatkan kualitas literasi bangsa secara merata.


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Sumber: (Artikel diolah dengan penyesuaian)

Ikapi.org

Perpusnas 2024

https://data.goodstats.id/statistic/berkumpul-di-jawa-inilah-daerah-dengan-penerbit-terbanyak-per-oktober-2024-Oa1YS

https://www.kompasiana.com/mallawa/65936599de948f3d284be2b3/10-provinsi-teratas-dalam-penerbitan-buku-2023-berdasarkan-isbn-di-indonesia

Bagikan ke Sekitarmu!
Melihat Dunia Buku dalam Angka (Part 2)
Postingan terkait

This website uses cookies.