Recehan Bahasa #2 Karya Ivan Lanin Telah Terbit: Lebih Lengkap, Ringkas dengan Ilustrasi Menarik

Penggunaan bahasa gaul di media sosial menjadi bukti nyata bahwa bahasa itu hidup dan terus berkembang, seperti yang dibahas oleh Ivan Lanin dalam buku pertamanya, Recehan Bahasa: Baku Tak Mesti Kaku yang terbit pada 2020 lalu. Di bulan Mei 2026 ini, ia kembali merilis Recehan Bahasa #2: Receh Tak Selalu Remeh bersamaan dengan terbitnya edisi cetak ulang buku pertama yang tampil lebih fresh.

Kilas Balik: Recehan Bahasa #1 (2020 & 2026)

Perjalanan ini dimulai pada tahun 2020 melalui buku Recehan Bahasa #1: Baku Tak Mesti Kaku. Pada tahun 2026 ini, seri pertama tersebut hadir kembali dalam format republish dengan tampilan cover berwarna hijau yang lebih segar. Buku ini memuat informasi penting mengenai:

  • Istilah, asal-usul, tata bahasa, dan padanan kata yang sering kali diremehkan oleh penuturnya sendiri.
  • Kumpulan twit Ivan Lanin.
  • Trivia bahasa yang sering kali ditemukan dalam keseharian.

Melanjutkan kesuksesan seri sebelumnya, kini Ivan Lanin berkolaborasi dengan Harrits Rizqi dalam Recehan Bahasa #2: Receh Tak Selalu Remeh. Buku ini hadir lebih lengkap dan menarik dengan fokus pada:

  • Berbasis kaidah Bahasa Indonesia.
  • Ilustrasi menarik.
  • Sentuhan jenaka.
  • Contoh nyata dengan kehidupan sehari-hari.

Buku ini bukan sekadar kumpulan kata biasa, melainkan peta yang menggambarkan betapa hidupnya bahasa kita. Dari fenomena istilah mantan, kreativitas istilah di TikTok, hingga asal-usul sebutan bajingan dibahas dengan renyah. Siapa tahu, kita bisa lebih bijak menggunakan bahasa setelah tahu sejarah di baliknya, seperti istilah “politik burung unta” yang ternyata lahir dari sebuah mitos keliru.

Mengenal Sang Penulis

  • Ivan Lanin: Pakar bahasa yang dijuluki “Kamus Berjalan” dan pendiri Narabahasa. Lulusan Teknik Kimia ITB dan Magister TI UI ini pernah menjadi editor Google Indonesia dan dianugerahi penghargaan Pembina Bahasa Indonesia (2016). Ia aktif memopulerkan padanan kata Indonesia dan telah meraih Lifetime Achievement Award di Kompasianival 2019 atas kiprah literasinya.
  • Harrits Rizqi: Sarjana Humaniora Sastra Indonesia UI yang kini berkarier di Narabahasa. Selain aktif menyunting buku dan menulis puisi, ia juga seorang musisi yang percaya bahwa urusan kebahasaan tidak pernah jauh dari kreativitas.

Ayo, kita asah keterampilan berbahasa Indonesia dengan riang dan menyenangkan melalui akun @ivanlanin di media sosial dan membaca buku Recehan Bahasa #1 dan Recehan Bahasa #2. Tersedia promo di Mizanstore.com


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Recehan Bahasa #2 Karya Ivan Lanin Telah Terbit: Lebih Lengkap, Ringkas dengan Ilustrasi Menarik
Postingan terkait

This website uses cookies.