Tahun baru selalu datang dengan perasaan yang campur aduk. Ada harapan yang ingin disambut, ada lelah yang belum sepenuhnya reda, dan ada banyak rencana yang masih ingin disusun ulang. Di tengah semua itu, kita sering lupa bahwa memulai kembali tak selalu harus dengan langkah besar. Kadang, cukup dengan meluangkan waktu, duduk sejenak, dan membuka halaman pertama sebuah buku.

Buku memberi kita ruang untuk pelan-pelan menata pikiran, memahami diri sendiri, dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Di awal tahun, membaca bukan sekadar resolusi, melainkan cara lembut untuk menemani proses bertumbuh—tanpa tuntutan, tanpa terburu-buru. Karena setiap cerita yang kita baca bisa menjadi teman perjalanan, sekaligus pengingat bahwa setiap awal selalu punya maknanya sendiri.

Berikut beberapa rekomendasi bacaan yang bisa menemani kamu menyambut tahun baru dengan cerita baru.

1. Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam 2000

Kisah Dilan dan Milea berlanjut ke fase yang lebih dewasa. Dilan ITB 1997 menghadirkan Dilan dalam masa pencarian jati diri, pertemanan, dan pilihan hidup. Novel ini melanjutkan kisah Dilan setelah ia menjalin hubungan dengan Ancika dan resmi menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1997. Bisa jadi fokus utama cerita ini adalah transisi Dilan dari Panglima Tempur menjadi mahasiswa dengan segala kehidupannya. Bisa jadi Dilan ITB 1997 akan berfokus pada bagaimana Dilan berusaha menyeimbangkan passion lamanya dengan tuntutan kedewasaan, serta bagaimana hubungannya (kemungkinan dengan Ancika) bertahan di tengah kesibukan dan tekanan masa perkuliahan. Sedangkan Dilan Amsterdam 2000 kemungkinan menceritakan kelanjutan perjalanan Dilan setelah lulus kuliah dan pindah ke Amsterdam.

2. The Secret of Secrets — Dan Brown

Bagi kamu yang ingin mengawali tahun dengan rasa penasaran dan adrenalin, novel terbaru Dan Brown ini menghadirkan misteri, simbol, dan rahasia besar yang saling terhubung. The Secret of Secrets mengikuti perjalanan Robert Langdon dalam penyelidikan paling berbahaya sepanjang hidupnya. Semuanya bermula dari kemunculan sebuah naskah kuno yang dipercaya menyimpan “formula” yang selama berabad-abad hanya dianggap mitos. Namun kemunculan naskah itu justru memicu kejar-kejaran internasional yang melibatkan ilmuwan, kelompok rahasia, organisasi global, hingga institusi kuat yang memiliki agenda masing-masing.

Setiap simbol yang Langdon hadapi tidak hanya membuka pintu menuju kebenaran—tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas dunia. Dan Brown kembali memadukan sejarah, sains, seni, dan konspirasi dalam racikan khasnya yang membuat pembaca sulit berhenti di setiap halaman.

3. Ibu Kamu Tidak (Gila) Sendirian

Buku ini membuka percakapan penting tentang kesehatan mental, peran ibu, dan tekanan emosional yang sering tak terlihat. Ditulis dengan empati dan kejujuran, buku ini menjadi bacaan reflektif yang mengingatkan bahwa merasa lelah atau kewalahan adalah hal yang manusiawi—dan kamu tidak sendirian. Buku ini bukanlah panduan mengasuh anak, melainkan teman refleksi—sebuah pengingat bahwa menjadi ibu adalah proses yang kompleks, manusiawi, dan penuh emosi. Intinya, buku ini ingin mengatakan satu hal penting: merasa lelah, rapuh, atau bingung setelah melahirkan adalah hal yang wajar, dan ibu tidak sendirian. Buku ini ditulis oleh Fransisca Kumalasari (seorang psikolog anak, remaja, dan keluarga), Lucia Priandarini (reporter media cetak), dan Rinda Amalia (pendiri komunitas Teman Ibu Indonesia dan aktif memberikan penyuluhan terkait maternal mental health).

4. Bu, Ayah Mana? – Ana D. Itsna Pebriana

Buku anak terbitan DAR Mizan ini adalah buku cerita anak yang ditulis dengan bahasa sederhana dan lembut untuk membantu anak memahami arti meninggal dan kehilangan. Buku ini mengikuti kisah Lili yang belajar menghadapi rasa sedih setelah ayahnya berpulang, ditemani penjelasan penuh empati dari orang-orang terdekatnya. Melalui ilustrasi hangat dan alur yang menenangkan, buku ini mengajarkan bahwa perasaan duka adalah hal yang wajar, serta menunjukkan bagaimana kenangan dan cinta tetap tinggal di hati meski seseorang telah pergi. Buku ini cocok untuk dibacakan orangtua saat mendampingi anak menghadapi masa duka, buku ini dirancang untuk memberikan rasa aman, pengertian, dan harapan. Ditulis oleh Ana D. Itsna Pebriana (editor buku anak di Penerbit Mizan) dia menekuni dunia buku anak dan banyak belajar tentang cara memahami apa yang disukai anak-anak dan bagaimana menghadirkannya dalam sebuah buku. Buku Bu, Ayah Mana? terinspirasi dari kisah nyata rekan kerjanya yang tutup usia pada awal 2025. Almarhum meninggalkan putri kecil yang lucu, pintar, dan menggemaskan.

5. Wrath of the Triple Goddess (Percy Jackson Seri ke-7)

Buku ketujuh ini adalah buku kedua dalam sub-seri yang dijuluki “The Senior Year Adventures” (Petualangan Tahun Terakhir SMA), yang berfokus pada perjuangan Percy mendapatkan surat rekomendasi kuliah. Fokus cerita ke 3 karakter utama: Cerita ini kembali fokus penuh pada ketiga tokoh utama yang paling dicintai: Percy Jackson, Annabeth Chase, dan Grover Underwood. Ini adalah perpaduan sempurna antara dinamika akrab dan humor khas yang dirindukan pembaca. Ancaman Sihir dan Hantu: Kali ini, petualangan Percy melibatkan elemen yang lebih gelap dan spooky. Misi mereka melibatkan sihir dan melawan para hantu menyeramkan yang berusaha mengambil alih New York.

6. Seni Menyikapi Hidup – Fahruddin Faiz

Buku yang ditulis Fahruddin Faiz ini hadir sebagai jeda untuk mengajak kita menenangkan pikiran, memahami luka, dan menata kembali hubungan dengan diri sendiri. Lewat refleksi para pemikir seperti Erich Fromm, Ibnul-Jauzi, Gandhi, Epicurus, dan Hamka, buku ini menuntun kita menemukan makna sejati di balik hiruk-pikuk modernitas.

Awal Tahun, Awal Cerita

Tak ada cara yang benar atau salah untuk menyambut tahun baru. Tapi membuka buku baru bisa menjadi langkah kecil yang berarti besar. Entah itu cerita cinta, misteri, refleksi diri, atau petualangan, setiap buku menawarkan sudut pandang baru untuk menjalani hari-hari ke depan. Karena siapa tahu, satu buku yang kamu baca di awal tahun ini akan menemani perjalananmu sepanjang tahun. Selamat tahun baru 2026!

Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Membuka Tahun Baru dengan Buku Baru