Apa jadinya jika sebuah warna bisa berbicara? Atau jika sesosok mayat bisa menceritakan detik-detik kematiannya? Dalam novel My Name Is Red (Benim Adım Kırmızı), penulis peraih Nobel Sastra asal Turki, Orhan Pamuk, membawa kita melintasi waktu menuju Istanbul tahun 1591—sebuah masa di mana seni bukan sekadar keindahan, melainkan pertaruhan nyawa.

My Name is Red edisi bahasa Turki pertama kali terbit tahun 1998, sedangkan edisi terjemahan bahasa Inggrisnya terbit tahun 2001. Buku ini mendapat rating sebesar 3.87 dengan 61,414 yang memberikan rating dan 5,742 ulasan.

Sinopsis: Pembunuhan di Balik Kuas Sang Ilustrator

Berlatar di Istanbul abad ke-16, kisah ini bermula dari ambisi Sultan untuk merayakan kejayaannya melalui sebuah buku rahasia yang digarap oleh miniaturis senior Enishte Effendi bersama empat seniman berbakat lainnya bernama: Elok Effendi, Zaitun, Bangau, dan Kupu-Kupu. Namun, proyek ambisius ini segera berubah menjadi tragedi ketika Elok Effendi dan Enishte Effendi ditemukan tewas terbunuh secara misterius, yang diduga kuat akibat pertentangan ideologi terhadap gaya lukis “orang-orang Frank” (Eropa) dalam buku tersebut yang dianggap menistakan agama Islam. Di tengah situasi mencekam, muncul Hitam—keponakan Enishte—yang datang untuk membantu proyek paman sekaligus memperjuangkan cintanya kepada putri Enishte, Shekure, hingga akhirnya ia diperintahkan langsung oleh Sultan untuk menyingkap teka-teki gelap dan menemukan siapa pembunuh sebenarnya di antara para miniaturis yang tersisa. Siapakah sebenarnya pembunuh di antara para miniaturis tersebut? Sepanjang halaman buku, kamu akan diajak menyusun teka-teki, membedah motif, dan mengungkap identitas sang pembunuh yang bersembunyi di balik keindahan goresan kuas.

Mengenal Lebih Dekat Orhan Pamuk

https://statik.tempo.co/data/2025/06/07/id_1404220/1404220_720.jpg

Ferit Orhan Pamuk adalah seorang penulis dan akademisi terkemuka yang lahir pada 7 Juni 1952 di Istanbul, Turki. Ia diakui sebagai salah satu sastrawan paling berpengaruh di dunia yang mampu menjembatani narasi Timur dan Barat dengan sangat apik.

Karier kepenulisannya dihiasi oleh berbagai karya yang meraih penghargaan internasional, mulai dari Silent House (1983), The White Castle (1985), The Black Book (1990), The New Life (1994), hingga mahakarya My Name Is Red (1998) dan Snow (2002). Keberhasilannya di dunia literasi sangat luar biasa, dengan total karya yang terjual sudah mencapai 13 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam 63 bahasa.

Mahakarya yang Diakui Dunia

Kualitas luar biasa dari novel My Name Is Red dibuktikan dengan berbagai penghargaan internasional yang berhasil diraih, di antaranya:

  • International IMPAC Dublin Literary Award (2003): Salah satu penghargaan sastra dengan hadiah terbesar di dunia.
  • Prix du Meilleur Livre Étranger (2002): Penghargaan Buku Asing Terbaik di Prancis.
  • Premio Grinzane Cavour (2002): Penghargaan bergengsi dari Italia.
  • Puncak pencapaiannya terjadi pada tahun 2006, ketika Orhan Pamuk dianugerahi Hadiah Nobel Sastra, menjadikannya penulis Turki pertama yang menerima penghargaan tertinggi di dunia literasi tersebut.

Rekomendasi Karya Orhan Pamuk Lainnya

https://www.amazon.com.be/-/en/Museum-Innocence-Novel-Orhan-Pamuk/dp/0571237029
https://www.mosaicsite.org/main/2019/12/10/snow

Jika kamu ingin mengeksplorasi lebih jauh dunia imajinasi Pamuk, berikut beberapa karyanya yang sangat layak dikoleksi:

  • Snow (Kar): Novel politis tentang ketegangan agama dan identitas di sebuah kota yang terisolasi badai salju.
  • The Museum of Innocence: Kisah cinta obsesif yang begitu dalam hingga Pamuk mendirikan museum fisik di Istanbul berdasarkan buku ini.
  • Istanbul: Memories and the City: Perpaduan memoar pribadi dan biografi kota Istanbul yang penuh melankoli.
  • The White Castle: Kisah tentang pertukaran identitas antara seorang sarjana Venesia dan sarjana Turki pada abad ke-17.

Kesimpulan Membaca karya-karya Orhan Pamuk, terutama My Name Is Red, adalah sebuah perjalanan intelektual yang menuntut ketelitian namun memberikan kepuasan yang luar biasa. Ia adalah perpaduan sempurna antara ketegangan thriller pembunuhan dan kedalaman refleksi budaya dari tangan seorang maestro dunia.

Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Menelusuri Jejak Pembunuhan Berantai dalam My Name Is Red Karya Orhan Pamuk
Tag pada: