Mengenal Genre Magical Realism: Ketika Keajaiban Menelusup di Antara Realitas

Pernahkah kamu membaca novel yang dunianya terasa sangat nyata, tetapi tiba-tiba ada hal-hal ajaib yang terjadi tanpa ada karakter yang merasa keheranan? Tidak ada penjelasan ilmiah, tidak ada mantra gaib yang dijelaskan panjang lebar layaknya fiksi fantasi murni, keajaiban itu ada begitu saja, membaur secara alami dengan kehidupan sehari-hari.

Inilah inti dari genre Realisme Magis (Magical Realism).

Apa Itu Realisme Magis?

Genre sastra realisme magis menghadirkan elemen-elemen fantastis ke dalam dunia dan struktur sosial yang realistis, serta kerap kali terasa biasa saja—yang berfungsi sebagai metafora dan media untuk menyoroti kejanggalan dari realitas tersebut.

Dalam bukunya Ordinary Enchantments, profesor sastra komparatif dan bahasa Inggris, Wendy B. Faris, mengemukakan lima karakteristik yang menjadi fondasi genre ini:

  • Elemen keajaiban yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum alam.
  • Latar tempat yang berakar di dunia nyata.
  • Pengalaman pembaca yang dibuat terjebak di antara berbagai konsep realitas dan peristiwa yang berbeda.
  • Dua alam/ranah yang berselisih namun hampir menyatu.
  • Penggambaran waktu sebagai sejarah sekaligus sesuatu yang tak lekang oleh waktu, sehingga mengusik pemahaman kita tentang waktu, ruang, dan identitas.

Siapa yang Mencetuskan Istilah Ini?

FLICKR

Pada tahun 1925, kritikus seni asal Jerman, Franz Roh, menggunakan frasa ‘Magischer Realismus’ untuk menggambarkan gaya seni baru yang menampilkan sifat magis dari dunia yang pada dasarnya ‘nyata’.

Istilah ini mulai masuk ke lingkaran sastra pada waktu yang hampir bersamaan melalui penulis Futuris asal Italia, Massimo Bontempelli, yang kemudian memengaruhi penulis seperti Arturo Uslar Pietri dan Alejo Carpentier. Genre ini lalu diadopsi dan dikembangkan oleh para penulis Amerika Latin—terutama Gabriel García Márquez. Berkat edisi terjemahan bahasa Inggris yang diterbitkan secara luas, realisme magis meledak menjadi fenomena global yang dijuluki El Boom. Meskipun El Boom mencakup berbagai gaya eksperimental, genre realisme magis (magical realism) menjadi ikon utama dari gerakan ini berkat kesuksesan luar biasa dari novel “Cien años de soledad” (Seratus Tahun Kesunyian) karya Gabriel García Márquez pada tahun 1967.

bentangpustaka

Mengapa Genre Ini Menjadi Sangat Populer?

Tidak ada tempat untuk keseriusan yang kaku dalam karya sastra yang menyerupai fever dream (sensasi mimpi saat demam) ini; realisme magis sangat memikat dan seru untuk dibaca. Kombinasi memukau antara fantasi dan realitas ini juga memungkinkan ekspresi politik berkembang dengan cara yang tidak selalu memungkinkan dalam bentuk sastra tradisional.

Meski pada awal tahun 2000-an generasi penulis baru sempat menganggapnya terlalu berlebihan, realisme magis terus terbukti menjadi magnet yang sangat memikat bagi pembaca maupun penulis hingga hari ini.

Rekomendasi Buku Berunsur Realisme Magis

Jika kamu ingin merasakan langsung bagaimana keajaiban dan realitas dalam cerita, berikut 6 rekomendasi buku yang wajib masuk daftar bacaanmu:

The Ocean Would Paint Me Blue (Zoulfa Katouh)

dok.mizanstore

Sejak kehilangan ibunya, Jihad tidak bisa lagi melihat warna; semuanya berubah jadi abu-abu. Namun, warisan meja rias dan buku sketsa dari leluhurnya di Suriah perlahan membawa kembali warna-warna itu lewat mural-mural ajaib yang muncul di seluruh New York.

Dunia Sophie (Jostein Gaarder)

dok.mizanstore

Kehidupan biasa Sophie (14 tahun) berubah drastis ketika ia menerima surat-surat misterius berisi pertanyaan filosofis seperti “Siapakah kamu?”. Petualangan ini membawanya menembus batas-batas realitas dan rahasia keberadaannya sendiri!

Aroma Karsa (Dee Lestari)

dok.mizanstore


Menceritakan perburuan tanaman misterius beraroma ajaib yang tersembunyi di kerajaan gaib. Cerita ini memadukan keahlian penciuman luar biasa, mitos lokal Nusantara, dan kehidupan modern dengan sangat pas.

Seri Supernova (Dee Lestari)

dok.mizanstore


Mengeksplorasi perpaduan antara sains, filsafat kehidupan, dan elemen keajaiban spiritual/metafisika yang memengaruhi takdir para karakternya di dunia nyata.

Kafka on the Shore (Haruki Murakami)

goodreads

Salah satu karya puncak realisme magis modern. Menceritakan pelarian seorang remaja bernama Kafka yang bersilang jalan dengan peristiwa aneh seperti hujan ikan dari langit, pintu dimensi lain, dan kucing yang bisa diajak berbicara.

The Blanket Cats (Kiyoshi Shigematsu)

dok.nourapublishing

Kumpulan cerita tentang sebuah toko hewan di Tokyo yang menyewakan kucing khusus selama tiga hari. Kehadiran kucing-kucing ini beserta selimut kesayangan mereka menjadi perantara halus yang membuka tabir emosi, trauma, dan krisis dalam kehidupan nyata para penyewanya.

Realisme magis menuntut kita untuk tidak terburu-buru mencari alasan “mengapa” atau “bagaimana”. Ia mengajak pembaca untuk sekadar percaya, menikmati dinamika cerita, dan merasakan keajaiban kecil yang tersembunyi di sela-sela rutinitas kehidupan sehari-hari. Dari beberapa contoh buku di atas, mana yang sudah pernah kamu baca? Atau punya contoh buku bergenre magical realism lainnya?


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Sumber: artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian

https://www.penguin.co.uk/discover/articles/magical-realism-guide-books-authors

https://www.writersdigest.com/write-better-fiction/what-is-magical-realism

Bagikan ke Sekitarmu!
Mengenal Genre Magical Realism: Ketika Keajaiban Menelusup di Antara Realitas
Postingan terkait

This website uses cookies.