Jika pada 23 April kita merayakan Hari Buku Sedunia, maka setiap tanggal 17 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Buku Nasional (Harbuknas). Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan panjangnya perjalanan literasi di Tanah Air.

Sejarah Hari Buku Nasional

Hari Buku Nasional pertama kali dicetuskan pada tahun 2002 oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Abdul Malik Fadjar. Pemilihan tanggal 17 Mei tidak dilakukan sembarangan, melainkan bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) pada tahun 1980.

Penetapan hari besar ini didasari oleh keprihatinan pemerintah terhadap rendahnya minat baca masyarakat Indonesia pada masa itu. Dengan adanya Harbuknas, diharapkan kesadaran akan pentingnya buku sebagai jendela dunia semakin meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan industri penerbitan di dalam negeri.

Sejarah Buku di Indonesia

Untuk memperingati momen ini, mari kita menengok kembali beberapa sejarah penting dalam dunia literasi Indonesia yang perlu kamu ketahui:

1. Dulu Menulis di Daun, Sekarang di Kertas

A. Masyarakat Indonesia menggunakan daun lontar sebagai media tulis. Prosesnya sangat panjang: daun dijemur, direndam, direbus selama delapan jam, hingga disimpan selama enam bulan agar teksturnya sempurna untuk ditulisi.

https://instiki.ac.id/2021/11/19/sejarah-aksara-bali-yang-ditulis-di-daun-lontar/

B. Kedatangan Kertas dari Tiongkok Teknologi kertas ditemukan oleh Ts’ai Lun di Tiongkok pada tahun 104. Tiongkok kemudian menjadi pengekspor kertas utama ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Sejak saat itu, penggunaan daun lontar perlahan mulai ditinggalkan.

https://pressbooks.bccampus.ca/diversescientists/chapter/cai-lun/

C. Era Penerbitan Kolonial Belanda Pada masa penjajahan, industri buku dikuasai penuh oleh pemerintah Belanda. Semua naskah harus melalui sensor ketat; buku yang dianggap memprovokasi perlawanan dilarang terbit. Sebaliknya, pemerintah hanya mengizinkan penerbitan cerita rakyat, hikayat, dan pengetahuan umum dalam bahasa daerah (Jawa, Sunda, Melayu, Madura) untuk mengembangkan budaya lokal di bawah pengawasan mereka.

2. Novel Pertama di Indonesia

Wikipedia

Seiring berkembangnya zaman, Indonesia mulai memasuki era novel. Berdasarkan berbagai catatan sejarah, novel pertama yang pernah terbit di tanah air berjudul Bintang Toedjoeh (Thjit Liap Seng) karya Lie Kim Hok. Terbit pada tahun 1886, novel setebal 500 halaman ini mengisahkan dinamika kehidupan di Tiongkok pada masa Dinasti Qing (Taj Tjheng Tiauw) di bawah kepemimpinan Raja Hamhong.

3. Novel Modern Pertama

https://perpustakaan.jakarta.go.id/book/detail?cn=JAKPU-11139000002924

Evolusi sastra terus bergerak hingga melahirkan karya yang diklaim sebagai novel modern pertama di Indonesia, yaitu Sitti Nurbaya. Mahakarya dari Marah Rusli ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1922 dan menjadi tonggak penting transisi sastra tradisional menuju sastra modern yang lebih terstruktur.

4. Penulis Indonesia Pertama yang Karyanya Mendunia

wikipedia

Kualitas penulis lokal mulai mendapat pengakuan internasional lewat sosok Mochtar Lubis. Menariknya, novel beliau yang berjudul Senja di Jakarta (selesai ditulis pada 1957) justru lebih dulu terbit dalam bahasa Inggris di Inggris pada tahun 1963 dengan judul Twilight in Jakarta. Versi bahasa Indonesianya baru resmi diterbitkan di tanah air pada tahun 1970.

5. Cikal Bakal Industri Penerbitan Nasional

Wikipedia

Industri percetakan di Indonesia sudah tumbuh sejak masa kolonial, meski saat itu masih didominasi oleh pihak Belanda. Salah satu institusi paling berpengaruh adalah Commissie voor de Volkslectuur atau Komisi Bacaan Rakyat yang didirikan pada 1908, yang kemudian berganti nama menjadi Balai Pustaka. Setelah kemerdekaan, tepatnya pada 1955, pemerintah mengambil alih dan menasionalisasi perusahaan-perusahaan tersebut menjadi milik negara.

Melalui fakta-fakta di atas, kita bisa melihat bahwa buku telah lama menjadi bagian dari perjuangan identitas bangsa. Semoga informasi ini menambah apresiasi kamu terhadap dunia literasi Indonesia. Selamat Hari Buku Nasional! Apa harapanmu di hari Buku Nasional ini?


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Sumber: (Artikel diolah dalam penyesuaian)

https://nationalgeographic.grid.id/read/13300458/bintang-toedjoeh-novel-pertama-indonesia-karya-sastrawan-tionghoa?page=all

https://www.tempo.co/teroka/novel-indonesia-terbit-di-luar-negeri-2104537?article_id=5b2a0a04-17bb-4acc-8e66-32eb44fd1a04

https://bobo.grid.id/read/081615250/suka-baca-buku-cari-tahu-sejarah-buku-di-indonesia-akubacaakutahu?page=all

https://bintangpustaka.com/mengulik-sejarah-penerbitan-buku-di-indonesia

Bagikan ke Sekitarmu!
Merayakan Literasi Indonesia: Fakta Menarik Seputar Dunia Perbukuan di Tanah Air