Film thriller Netflix, “The Woman in Cabin 10”, sukses membuat penonton deg-degan dengan misteri di atas kapal pesiar. Film yang dibintangi Keira Knightley ini diadaptasi dari novel bestseller karya Ruth Ware. 

Meskipun penulisnya sendiri, Ruth Ware, memuji adaptasi ini karena tetap setia pada tema utama “ketakutan tidak dipercaya,” sutradara Simon Stone melakukan banyak perubahan dramatis. Perubahan ini bertujuan membuat lebih modern, sinematik, dan emosional.

Berikut adalah perbedaan paling signifikan antara novel (terbit 2016) dan film adaptasi Netflix-nya:

1. Lo Blacklock: Dari Jurnalis Gagal ke Reporter Peraih Penghargaan

credit foto: Parisa Taghizadeh/Netflix

Perbedaan terbesar ada pada karakter utama, Lo Blacklock.

Aspek Novel (Buku) Film Netflix
Pekerjaan Jurnalis majalah perjalanan yang kariernya mandek. Jurnalis Investigasi peraih penghargaan untuk The Guardian.
Alasan di Kapal Diundang mendadak karena bosnya berhalangan. Diundang secara pribadi oleh Anne Lyngstad (istri Richard) karena Anne mengagumi laporannya.

2. Isu Kesehatan Mental Lo Dihapus dengan Sengaja

Credit foto: Parisa Taghizadeh/Netflix

Di novel, perjuangan Lo melawan kecemasan, depresi, dan kebiasaan minum alkohol menjadi alasan utama mengapa tidak ada yang memercayainya. Di film, fokus ini sengaja dihilangkan.

Sutradara Simon Stone menjelaskan bahwa keputusan ini dibuat untuk menghindari narasi bias gender. Ia tidak ingin meragukan kebenaran seorang wanita hanya karena riwayat kesehatan mental atau apa yang ia konsumsi. Di film, trauma Lo lebih spesifik—karena menyaksikan pembunuhan seorang sumber berita—membuatnya lebih kompeten dan layak dipercaya.

 

3. Motif Kejahatan Berubah Menjadi Perebutan Yayasan Amal

Di novel, motif Richard Bullmer lebih berfokus pada perselingkuhan dan uang pribadi.

Namun, di film, motifnya ditingkatkan menjadi perebutan Lyngstad Foundation. Istri Richard, Anne Lyngstad, berencana menyumbangkan seluruh warisan miliaran mereka ke yayasan amal ini, yang membuat Richard nekat melakukan pembunuhan untuk menguasai harta tersebut. Konflik pun menjadi jauh lebih besar dan bermuatan moral.

Credit foto: Parisa Taghizadeh/Netflix

 

4. Wanita Kabin 10 Bukanlah Selingkuhan

Karakter Carrie (wanita di Kabin 10) diubah dari wanita yang dimanipulasi asmara menjadi korban keadaan:

Aspek Novel (Buku) Film Netflix
Motif Richard Richard adalah selingkuhan Carrie dan memanipulasinya. Richard menyewa Carrie (menggunakan facial recognition) tanpa ada hubungan asmara.
Latar Belakang Carrie Aktris/pelayan yang mengejar karir. Ibu tunggal yang putus asa dan miskin, yang terpaksa menerima tawaran Richard demi uang.
https://vaguevisages.com/2025/10/10/the-woman-in-cabin-10-cast-netflix-characters/

5. Pacar Lo (Judah) Dihapus Total

Di novel, Lo masih memiliki pacar bernama Judah yang secara aktif membantunya dari darat. Dalam film, karakter Judah ditiadakan. Lo sepenuhnya sendirian dalam perjuangannya, hanya bertemu mantan pacarnya, Ben, di atas kapal.

https://www.rottentomatoes.com/m/the_woman_in_cabin_10

 

6. Daftar Tamu Berubah dari Wartawan Menjadi Elite Kaya

Di novel, perjalanan di kapal lebih banyak diisi oleh wartawan dan orang-orang pers. Di film, tamu diubah menjadi kelompok eksklusif yang terdiri dari anggota dewan yayasan, bintang rock, dan pebisnis super kaya. Perubahan ini memperkuat suasana drama sosial dan intrik di antara kaum elit.

Credit foto: Parisa Taghizadeh/Netflix

7. Ben Tewas secara Tragis

Ini adalah salah satu twist terbesar. Ben Morgan (mantan pacar Lo) yang di novel selamat, di film justru tewas terbunuh. Ia disuntik racun oleh Dr. Mehta saat mencoba menyelamatkan Lo.

Aktor yang memerankan Ben bahkan menyebut kematian itu “pengorbanan yang berharga” demi memberikan dampak emosional yang lebih kuat pada cerita.

https://vaguevisages.com/2025/10/10/the-woman-in-cabin-10-cast-netflix-characters/

 

8. Klimaks yang Dramatis dan Memuaskan

Akhir cerita diubah total. Di novel, kematian Richard terjadi secara ambigu di berita. Sementara di film:

  • Klimaks terjadi di acara gala amal di Norwegia.

  • Richard ditembak oleh salah satu stafnya, dan Lo sendiri yang memberikan pukulan terakhir dengan benda logam.

Penulis Ruth Ware menyukai perubahan ini, mengatakan bahwa ia senang Lo mendapatkan “momen penutup” (showdown) yang ia pantas dapatkan setelah melalui semua kesulitan.

Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

(Artikel diolah dengan penyesuaian)

https://people.com/differences-between-the-woman-in-cabin-10-book-and-movie-11825833

Bagikan ke Sekitarmu!
Novel vs Film: Ini 8 Perbedaan Paling Mengejutkan “The Woman in Cabin 10”