Para Perempuan Pegiat Literasi: Menyalakan Cahaya Pengetahuan di Ruang-Ruang Sunyi

Bicara soal literasi bukan cuma tentang tumpukan buku, tapi tentang siapa saja sosok di balik layar yang nggak pernah lelah membuka jalan buat kita semua. Di tengah tantangan minat baca yang pasang-surut, muncullah para Perempuan Pegiat Literasi yang gerakannya bener-bener nyata. Ada Roosie Setiawan, Nila Tanzil, Basmawati Haris, dan Nursyda Syam. Empat perempuan hebat yang punya cara unik masing-masing buat menularkan virus cinta baca. Dari taman baca sederhana sampai pelosok negeri, mereka membuktikan kalau satu buku di tangan yang tepat bisa mengubah jalan hidup seseorang.

1. Roosie Setiawan

https://www.instagram.com/roosiesetiawan

Roosie Setiawan adalah seorang pakar literasi anak dan tokoh penggerak budaya baca yang sangat berpengaruh di Indonesia. Fokus utamanya adalah mengenalkan dan memopulerkan metode Read Aloud (Membacakan Nyaring) sebagai fondasi utama kecerdasan dan minat baca anak sejak dini.

Peran & Kontribusi Utama

  • Pendiri Reading Bugs: Sebuah komunitas yang fokus pada sosialisasi metode membacakan nyaring. Melalui wadah ini, beliau melatih ribuan orang tua, guru, dan pustakawan di seluruh Indonesia.
  • Pakar Read Aloud: Beliau meyakini bahwa membacakan buku dengan suara nyaring bukan sekadar aktivitas pengantar tidur, melainkan teknik krusial untuk membangun “bank kosakata” dan perkembangan kognitif anak.
  • Advokat Literasi: Aktif dalam berbagai kampanye literasi nasional dan sering menjadi narasumber untuk pengembangan kurikulum literasi berbasis buku bacaan anak.

Karya Tulisan

Karya beliau sering menjadi referensi utama bagi para praktisi pendidikan dan orang tua:

  • Membacakan Nyaring (Read Aloud): Buku panduan praktis yang menjelaskan teknik dan manfaat membacakan cerita bagi perkembangan otak anak.

Penghargaan

Dedikasi beliau selama bertahun-tahun telah diakui oleh berbagai lembaga literasi nasional:

  • IKAPI Awards 2023 (Literacy Promoter): Dianugerahi pada ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) atas kontribusi konsistennya dalam menginisiasi dan mengembangkan budaya baca di Indonesia.
  • Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS): Dipercaya oleh Kemendikbudristek sebagai bagian dari tim ahli yang menyusun panduan literasi untuk pendidikan dasar di Indonesia.

Fokus

  • Book Leveling: Ahli dalam menentukan jenjang buku yang tepat untuk kemampuan membaca anak agar mereka tidak merasa terberat saat belajar membaca.
  • Parenting & Literasi: Mengedukasi orang tua bahwa keterlibatan aktif keluarga adalah kunci utama keberhasilan literasi anak di masa depan.

2. Nursyda Syam

asset.kompas.com

Nursyda Syam, sosok perempuan tangguh asal Jambianom, Lombok Utara, terus menyebarkan semangat perubahan melalui dedikasinya di dunia literasi dan pendidikan keluarga. Sejak menginisiasi Klub Baca Perempuan pada tahun 2006, ia telah menjadi motor penggerak berbagai gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Perempuan kelahiran 17 Agustus 1979 ini tidak hanya fokus pada taman baca. Ia juga mengembangkan ekosistem pendidikan yang komprehensif, mulai dari PAUD Anak Negeri, Kanak Pecinta Baca, Sekolah Keluarga, hingga Dapur Rumah Indonesia. Seluruh inisiatif ini lahir dari satu visi: memberikan ruang bagi para orang tua di Lombok Utara untuk belajar pola pengasuhan (parenting) yang lebih baik.

Misi dan Inspirasi Keluarga

Lulusan PPKP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini memiliki impian besar untuk menjangkau setiap sudut desa.

“Saya ingin memberikan kesempatan belajar tentang pengasuhan bagi lebih banyak lagi orang tua di seluruh desa di Lombok Utara,” ungkapnya pada Selasa (25/2/2025).

Bagi ibu dari Baiq Keisha Ratu Ganefi Hansyami dan Lalu Muhammad Arai Lintang Hirata ini, kecintaan terhadap literasi berakar dari masa kecilnya di pesisir Jambianom. Sosok sang ayah yang berprofesi sebagai wartawan menjadi inspirasi utamanya dalam menggeluti dunia tulis-menulis.

Karya dan Penghargaan

Kerja keras Nursyda telah membuahkan berbagai apresiasi bergengsi, baik di level daerah maupun nasional. Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya antara lain:

  • Nugra Jasa Dharma Pustaloka (2013)
  • Women Indie Home pada Kartini Awards (2014)
  • Saparinah Sadli Award (2024) dari Komnas Perempuan

Tak hanya sebagai aktivis, ia juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Jejak pemikirannya tertuang dalam berbagai karya sastra, seperti kumpulan cerpen Gadis Itu Bernama Rinjani, novel Tulah Manuh, serta antologi puisi berjudul Tonggak.

Membangun Budaya Membaca dari Rumah

Nursyda percaya bahwa perubahan besar dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Ia menekankan bahwa orang tua adalah kunci utama dalam menumbuhkan minat baca anak sejak dini.

“Membaca belum menjadi budaya di keluarga. Orang tua harus hadir mendampingi dan memberikan teladan nyata dalam belajar maupun membaca,” tegasnya.

Melalui kegigihannya, Nursyda Syam membuktikan bahwa literasi dan pendidikan keluarga adalah fondasi penting untuk membangun masa depan Lombok Utara yang lebih cerah dan berdaya.


3. Nila Tanzil

nilatanzil.com

Sebelum mendedikasikan hidupnya di ranah sosial dan literasi, Nila adalah seorang profesional karier yang terbiasa dengan dinamika dunia korporasi. Ia akrab dengan ritual pagi yang teratur, mengenakan blazer, sepatu hak tinggi, dan beradu strategi demi memuaskan klien serta atasan. Namun, di balik kemapanan tersebut, benih perubahan telah ia tanam sejak tahun 2009.

Saat masih bekerja di korporasi, Nila mendirikan Taman Bacaan Pelangi, sebuah organisasi sosial yang berfokus mendirikan perpustakaan bagi anak-anak di daerah terpencil Indonesia Timur (Data per 20 April 2026):

  • 261 Perpustakaan telah berdiri kokoh di 18 pulau.
  • Memberikan akses literasi kepada lebih dari 40.000 anak.
  • Mendistribusikan lebih dari 200.000 buku cerita berkualitas.
  • Melatih lebih dari 10.000 guru lokal di Indonesia Timur

Didorong oleh semangat untuk bekerja sesuai passion, Nila kemudian mendirikan Travel Sparks. Melalui social enterprise ini, ia mengawinkan kecintaannya pada dunia traveling dengan misi sosial melalui konsep “Travel With A Cause”, mengajak wisatawan untuk menjelajah sekaligus menjadi relawan di Taman Bacaan Pelangi.


Karya dan Penghargaan

Dedikasi Nila telah membuahkan berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:

  • 10 Inspiring Women 2015 oleh Forbes Indonesia.
  • 10 Iconic Women 2016 oleh Senayan City.
  • Kartini Next Generation 2013 dari Kementerian PPPA dan Kemenkominfo.
  • Finalis EY Entrepreneur of The Year 2016 oleh Ernst & Young.

Nila Tanzil juga menulis sebuah buku berjudul The Art Of Giving Back. Di buku ini, Nila menyalurkan kegelisahan dan pengalaman hidupnya menjadi apa yang dia sebut, The Art of Giving Back, sebuah seni untuk merayakan rasa syukur dengan memberi. Dalam buku ini, Nila bercerita dengan sangat lepas, hangat, tetapi mampu menggelitik sisi “generous” dalam diri, mengingatkan kita pada tulisan-tulisan Ajahn Bram dan Gobind Vashdev.

Nila ingin meyakinkan lebih banyak orang bahwa kebiasaan memberi bisa diubah menjadi sebuah lifestyle. Melalui seluruh karyanya, Nila Tanzil membuktikan bahwa keberanian untuk meninggalkan zona nyaman demi sebuah misi mulia dapat menciptakan dampak nyata yang melampaui batas-batas geografi.


4. Basmawati Haris

https://www.instagram.com/basmawatiharis/

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia resmi menganugerahkan penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2019 kepada sejumlah pejuang literasi tanah air. Salah satu sosok inspiratif yang terpilih adalah Basmawati Haris, pegiat literasi asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi dari pemerintah bagi mereka yang mendedikasikan diri dalam mengembangkan perpustakaan serta menumbuhkan minat baca di tengah masyarakat Indonesia.

Penghargaan untuk Kategori Masyarakat

Basmawati menerima penghargaan dalam Kategori Masyarakat karena kontribusi nyatanya dalam membangun ekosistem membaca di Bulukumba. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri PAN-RB, Syafruddin, dalam acara Gemilang Perpustakaan Nasional 2019 yang digelar di Jakarta Theater pada Kamis (5/9/2019).

Pendiri Rumah Baca Pinisi Nusantara

Apresiasi tersebut tidak lepas dari peran Basmawati dalam merintis Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986. Berlokasi di kawasan Cekkeng Nursery, Kabupaten Bulu Kamba, Sulawesi Selatan. Rumah baca ini menjadi pusat gerakan sosialnya dalam mencerdaskan masyarakat sekitar.

Langkah nyata Basmawati juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Bulukumba saat itu, AM Sukri Sappewali. Beliau berharap kesuksesan Basmawati dapat memicu semangat generasi muda lainnya.

“Saya mendorong para pegiat literasi muda untuk terinspirasi dan bersinergi dengan dinas terkait guna meningkatkan budaya membaca di Bulukumba,” ujar Sukri.

Bagi Basmawati, penghargaan ini bukanlah garis finis, melainkan bahan bakar baru untuk terus bergerak. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan Rumah Baca Pinisi dan memperluas kolaborasi.

“Penghargaan ini adalah penyemangat. Masih banyak tugas yang harus diselesaikan, dan saya akan terus bergerak serta berkolaborasi untuk melahirkan karya-karya baru bagi Bulukumba,” ungkapnya dengan optimis.

https://www.instagram.com/rumahbacapinisinusantara1986/

Sosok seperti Roosie Setiawan, Nila Tanzil, Basmawati Haris, dan Nursyda Syam adalah bukti kalau kepedulian nyata bisa membawa perubahan besar. Lewat ketulusan dan kerja keras mereka, buku bukan lagi sekadar pajangan, tapi jadi gerbang masa depan buat banyak orang. Semoga semangat mereka terus menular dan menginspirasi kita untuk tetap menjaga nyala literasi di mana pun kita berada.

Selamat Hari Kartini

Mari teruskan api semangat Kartini dengan menjaga nyala literasi agar tetap hidup di mana pun kita berada.


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Sumber: diolah dengan penyesuaian

https://kumparan.com/beritaanaksurabaya/cerita-roosie-setiawan-pakar-membaca-nyaring-di-indonesia-1qyjv1aIk5d/full

https://perpusnas.go.id/berita/read-aloud-asah-kecakapan-literasi-anak

https://dispursip.kotawaringinbaratkab.go.id/v2/roosie-setiawan-founder-reading-bugs-dan-penasihat-read-aloud-indonesia-jadi-narasumber-utama-bimtek-membaca-nyaring-di-dispursip-kobar

https://kicknews.today/nursyda-syam-sosok-inspiratif-di-lombok-utara-yang-menggerakkan-literasi-dan-pendidikan-keluarga

https://www.instagram.com/nursydasyam

https://rri.co.id/mataram/regional/1347081/nursyda-syam-pejuang-literasi-dan-pendidikan-keluarga-di-lombok-utara

https://kicknews.today/nursyda-syam-sosok-inspiratif-di-lombok-utara-yang-menggerakkan-literasi-dan-pendidikan-keluarga

https://www.tamanbacaanpelangi.com/id/team-member/nila-tanzil

https://komunita.widyatama.ac.id/nila-tanzil-pendiri-taman-bacaan-pelangi

https://www.nilatanzil.com/id/tentang

https://sulsel.idntimes.com/news/sulawesi-selatan/pendiri-rumah-baca-pinisi-bulukumba-sabet-penghargaan-perpusnas-ri-00-4fksm-zzc15g

Bagikan ke Sekitarmu!
Para Perempuan Pegiat Literasi: Menyalakan Cahaya Pengetahuan di Ruang-Ruang Sunyi
Postingan terkait

This website uses cookies.