Kamu sedang mencari bacaan yang bisa membuka pikiran sekaligus memperkaya hidup? Di momen #Mizan1212 ini, ada banyak pilihan buku nonfiksi yang bukan hanya seru dibaca, tapi juga meninggalkan bekas yang berarti. Dari tema pengasuhan, psikologi, sampai filsafat dan spiritualitas, berikut 10 buku nonfiksi terbaik yang layak kamu incar dan beli.

1. Man’s Search for a Meaning

Kisah nyata Viktor E. Frankl di kamp konsentrasi Nazi ini mengajarkan bahwa manusia bisa bertahan melalui penderitaan jika ia punya tujuan yang ingin dicapai. Buku ini menyentuh, kuat, dan sering dianggap sebagai bacaan yang “mengubah hidup”.  Menurutnya, kita tidak dapat menghindari penderitaan, tetapi kita dapat memilih cara mengatasinya, menemukan makna di dalamnya, dan melangkah maju dengan tujuan baru. Teori Frankl, yang dikenal sebagai logoterapi, menjelaskan bahwa dorongan utama kita dalam hidup bukanlah kesenangan, tetapi penemuan dan pencarian dari apa yang secara pribadi kita temukan bermakna. Banyak orang terinspirasi dari kisahnya dan menjadikan buku ini sebagai satu dari sepuluh buku paling berpengaruh di Amerika dan telah dicetak ulang lebih dari 100 kali dalam edisi bahasa Inggris.

 

2. The Montessori Baby

Montessori memandang bayi dengan cara berbeda. Dan buku ini akan membantu orang tua untuk menerapkan Montessori sejak bayi masih di dalam kandungan hingga bayi terlahir dan tumbuh di dunia. Termasuk, bagaimana mempersiapkan diri menjadi orang tua secara fisik, emosional, dan spiritual.

Ratusan tips praktis di dalamnya akan membantu kita untuk memahami bayi dan memperlakukan mereka dengan hormat. Kini saatnya kita menerima ajakan Montessori untuk menjadi pengamat yang aktif dan siap membantu perkembangan bayi sesuai kecepatannya sendiri.

3. Filsafat Kebahagiaan

Melalui buku ini, kita akan diajak menyelami dunia filsafat untuk menemukan kebahagiaan hidup. Empat orang bijak—Plato, al-Farabi, al-Ghazali, dan Ki Ageng Suryomentaram menawarkan konsep kebahagiaan, berikut cara-cara mencapainya. Meski masing-masing mengambil pendekatan berbeda, ada beberapa kesamaan yang mencolok: bahwa orang mesti mengenal diri sendiri sebagai titik berangkat, dan orang menemukan diri sendiri sebagai titik tujuan. Mustahil orang mencapai kebahagiaan kalau tidak tahu siapa dirinya dan apa makna bahagia bagi dirinya.

4. Menghilang, Menemukan Diri Sejati

Menghilang, Menemukan Diri Sejati, mengajak pembaca menjelajahi dan memahami diri dari berbagai perspektif, demi mendapatkan dan menghidupkan makna-makna yang menjadi kompas kita menjalani hidup. “Menghilang” bukan berarti menceraikan dunia, melainkan justru melebur, terlibat penuh ke dalam berbagai persoalannya. “Menghilang” berarti mengesampingkan ego dan kepentingan diri—menyadari sepenuhnya misi penciptaan yang diembankan kepada setiap manusia, yaitu menjadi rahmat bagi semesta.

5. Meeting Muhammad: Merasakan Hidup Bersama Nabi Saw

Buku ini mengajak kita tak sekadar mengenal Rasulullah Saw., tetapi juga ikut merasakan hidup bersama beliau melalui pengalaman para sahabat.

Syaikh Omar mengajar Studi Islam di tingkat universitas sejak 2008. Sebagai instruktur penting di Al-Maghrib, Syaikh Omar mengembangkan salah satu seminar paling sukses “Kisah di Balik Layar: Sebuah Studi Mendalam tentang Praktik Spiritual dari Generasi Terbaik”. Dia juga merupakan salah satu figur utama dalam konferensi dan retret tahunan: IlmFest dan IlmSummit.

6. Meditations

Dengan Meditations, Marcus meyakinkan kita, “Kamu memiliki kemampuan untuk hidup bebas tanpa tekanan dan dengan rasa damai dalam pikiranmu, bahkan jika semua orang di seluruh dunia berteriak melawanmu.”

Sisakan sedikit waktu menapaki renungan-renungan yang telah menjadi acuan para negarawan, pemikir, dan banyak orang di seluruh dunia selama berabad-abad ini. Mulailah perjalananmu memahami diri sendiri sekaligus memahami dunia.

 

7. A DIARY OF GENOCIDE

Ditulis oleh orang yang dekat dan paham kondisi terkini Palestina, serta mengalami langsung serangan Israel yang dimulai sejak 7 Oktober 2023, yakni Atef Abu Saif, seorang Menteri Kebudayaan Otoritas Palestina. Buku ini berisi catatan harian lengkap dan paling update terkait situasi Gaza. Kalian dapat melihat dan merasakan kengerian genosida yang saat ini tengah dialami warga Palestina.

 

 

8. MENJADI MANUSIA MENJADI HAMBA

Buku ini membahas sekaligus fitrah kemanusiaan dan tanggung jawab kehambaan. Dengan pembahasan yang populer dan bahasa yang ringan, penulis mengajak pembaca mengenali mandat manusia di muka bumi ini: menjadi manusia, sekaligus menjadi hamba.

9. THE DANISH WAY OF PARENTING

Temukan rahasia nyata kesuksesan orang Denmark dalam membesarkan anak-anaknya, dalam buku ini. Namun ingatlah, menerapkan metode ini memerlukan latihan, kesabaran, penyelesaian, dan kesadaran, tetapi hasilnya sepadan karena tujuan kita sebagai orang tua adalah membesarkan anak-anak yang bahagia. Maka, kesuksesan akan menghampirinya pada masa depan kelak.

10. Seni Merayu Tuhan

Mencari makna hidup dari filsafat secara islami. Buku Seni Merayu Tuhan memakai  gaya “dakwah milenialis”, bahasa yang popular, dan jenaka. Ditulis Husein Jafar Al-Hadar ia mengemas buku ini dengan segar dan mudah dicerna oleh berbagai kelompok anak muda, tanpa kehilangan daya nalar dan kritisnya.

 

Kesepuluh buku di atas hadir dengan tema yang berbeda-beda, tapi semuanya punya satu benang merah: memberikan nilai baru untuk hidup kita. Mulai dari memahami diri, membangun hubungan yang lebih sehat, mendampingi anak, hingga memperkaya spiritualitas—setiap buku punya pelajaran yang bisa kamu bawa sepanjang hidup. Jadi, mumpung #Mizan1212 lagi berlangsung, jangan lewatkan kesempatan buat menghadiahi dirimu dengan bacaan yang bermakna. Selamat memilih, dan selamat menemukan buku yang tepat untukmu!

 

Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
TOP 10 Buku Non Fiksi Best Seller #MIZAN1212