Kalau mendengar kata “fantasi”, apa sih yang pertama kali terlintas di kepalamu? Penyihir bertopi lancip, perang naga di dunia antah-berantah, atau malah kekuatan ajaib yang sembunyi di balik bisingnya kota Jakarta?
Dunia cerita fantasi itu luas banget dan terus berkembang. Penulis-penulis hebat selalu punya cara kreatif buat mengajak imajinasi kita terbang jauh melampaui kenyataan. Nah, supaya kamu nggak bingung pas milih buku bacaan berikutnya, yuk kenalan sama 18 jenis (subgenre) fantasi yang paling populer berikut ini!
1. Dystopian Fantasy (Fantasi Dunia Rusak)

Genre ini menggambarkan masa depan atau dunia rekaan yang keadaannya serba kacau, rusak, dan menyusahkan. Seramnya, suasana dunianya terasa mirip dengan dunia kita sekarang, tapi versi jauh lebih buruk. Contoh klasiknya ada di seri Dying Earth karya Jack Vance.
2. High Fantasy (Fantasi Epik)

Ini tipe fantasi yang dunianya dibuat dari nol, punya peta, aturan sihir, dan sejarahnya sendiri. Ceritanya biasa berskala raksasa dan berfokus pada petualangan pahlawan buat menyelamatkan dunia. Contoh paling pas adalah The Lord of the Rings karya J.R.R. Tolkien, seri Percy Jackson karya Rick Riordan (perang raksasa dewa lawan titan), The Night Circus karya Erin Morgenstern, hingga seri Caraval karya Stephanie.
3. Low Fantasy (Fantasi Ringan)

Bedanya sama High Fantasy, cerita ini berlatar di dunia nyata tempat kita tinggal sehari-hari. Hanya saja, tiba-tiba ada kejadian atau benda ajaib yang bikin kaget orang-orang biasa. Contohnya novel The Indian in the Cupboard karya Lynne Reid Banks, tempat patung plastik mendadak hidup.
4. Realisme Magis (Magical Realism)

Di genre ini, hal-hal ajaib dianggap wajar dan biasa saja oleh para karakternya. Keajaiban itu menyatu halus dengan kehidupan sehari-hari tanpa perlu banyak dijelaskan secara ilmiah. Contoh populernya ada One Hundred Years of Solitude karya Gabriel García Márquez dan The Night Circus karya Erin Morgenstern.
5. Sword and Sorcery (Pedang dan Sihir)

Fokus utama genre ini simpel: petualangan pahlawan yang jago main pedang plus pertarungan lawan ilmu hitam atau sihir. Nggak terlalu pusing sama urusan nasib dunia, yang penting aksinya seru! Contohnya, cerita Conan karya Robert E. Howard, atau gaya bertarung sihir di seri Harry Potter.
6. Urban Fantasy (Fantasi Perkotaan)
Gampangnya, ini adalah cerita sihir atau makhluk mitos yang hidup berdampingan sama kehidupan kota modern. Vampir yang tinggal di apartemen, atau dewa yang nongkrong di kafe. Contohnya ada seri The Dresden Files karya Jim Butcher, semesta Percy Jackson, serta novel lokal seperti Aroma Karsa dan Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh karya Dee Lestari.
7. Paranormal Romance (Romansa Supranatural / Fantasi Romantis)

Sesuai namanya, ini adalah gabungan kisah cinta manis (atau panas) dengan unsur makhluk gaib atau magis, seperti vampir, manusia serigala, atau peri. Seri Caraval karya Stephanie Garber juga sangat menonjol di genre ini karena menyajikan taruhan cinta, rahasia, dan romansa yang kental di balik pertunjukan magisnya. Contoh penulis terkenal lainnya antara lain Patricia Briggs dan Jeaniene Frost.
8. Dark Fantasy (Fantasi Gelap)

Kalau fantasi dicampur horor, jadinya Dark Fantasy. Tujuannya memang bikin pembaca merinding, takut, dan nggak tenang lewat monster atau atmosfer yang kelam. Contoh legendarisnya bisa kamu temukan di cerita-cerita monster karya H.P. Lovecraft.
9. Grimdark Fantasy

Satu tingkat lebih kelam dari Dark Fantasy. Cerita grimdark nggak segan-segan memperlihatkan sisi paling kelam manusia: pengkhianatan, darah, dan dunia yang serba tidak adil. Karakter utamanya pun jarang ada yang benar-benar “orang baik”. Contohnya novel The Court of Broken Knives karya Anna Smith Spark.
10. Fabel (Fable)

Cerita yang memakai karakter hewan yang bisa berbicara dan bertingkah seperti manusia untuk menyampaikan pesan moral. Contoh yang paling sering kita dengar waktu kecil adalah Aesop’s Fables atau kisah 1001 Malam.
11. Dongeng (Fairy Tales)

Cerita imajinatif yang biasanya ditujukan untuk anak-anak, berlatar di negeri dongeng yang jauh dengan kalimat pembuka khas “Pada suatu hari…”. Isinya penuh dengan naga, penyihir, dan putri raja, seperti pada Grimms’ Fairy Tales.
12. Superhero Fantasy

Cerita pahlawan super yang kekuatannya murni berasal dari sihir atau hal supranatural, bukan dari eksperimen laboratorium atau radiasi sains. Karakter seperti Wonder Woman dan Thor yang membawa unsur mitologi ke dunia manusia adalah contoh pas buat genre ini.
13. Fantasy of Manners

Bisa dibilang ini genre fantasi yang irit adegan perang, tapi kaya akan drama sosial, tata krama, gaun-gaun indah, dan intrik persaingan. Permainan gaib, estetika visual, dan teka-teki sosial di seri Caraval karya Stephanie Garber dan The Night Circus karya Erin Morgenstern adalah contoh sempurna untuk genre ini. Contoh klasik lainnya ada di novel Gormenghast karya Mervyn Peake.
14. Crossworlds Fantasy (Fantasi Lintas Dunia)

Biasa disebut juga portal fantasy, yaitu cerita di mana karakter dari dunia nyata mendadak masuk ke dunia magis atau dimensi lain lewat sebuah “portal” (seperti pintu lemari, lubang kelinci, atau lift ajaib). Contoh paling ikonik tentu saja The Chronicles of Narnia, Alice in Wonderland, serta petualangan menembus luar angkasa dan Minusland di Charlie and the Great Glass Elevator karya Roald Dahl.
15. Steampunk Fantasy

Genre unik yang menggabungkan suasana zaman kerajaan/revolusi industri (lengkap dengan baju gaun dan topi tinggi) dengan teknologi canggih seperti robot bertenaga uap. Contoh novel kece untuk genre ini adalah Soulless karya Gail Carriger.
16. Arthurian Fantasy

Cerita fantasi yang khusus berlatar di dunia mitos Raja Arthur, para ksatria meja bundar, penyihir Merlin, dan perburuan naga. Meski berlatar sejarah kuno, unsur keajaibannya tetap kental banget.
17. Sci-Fi Fantasy (Fantasi Sains)

Perpaduan antara teknologi masa depan/sains tingkat tinggi dengan kekuatan magis atau hal-hal ajaib yang absurd. Selain ada pesawat luar angkasa canggih, di dalamnya juga ada ilmu sihir atau fenomena mistis. Contoh populernya adalah seri Star Wars, aksi lift kaca ajaib Mr. Wonka yang menembus stasiun luar angkasa di Charlie and the Great Glass Elevator karya Roald Dahl.
18. Wuxia Fantasy

Genre yang berakar dari sastra dan budaya Tiongkok. Isinya memadukan aksi seni bela diri (kungfu) yang luar biasa hebat dengan elemen sihir dan pendekar sakti. Contoh populernya adalah novel Jade City karya Fonda Lee.
Ternyata dunia fantasi itu warna-warni banget, ya! Cerita fantasi nggak cuma soal naga, tapi bisa juga soal lika-liku kehidupan di kota modern, drama romantis, persaingan pertunjukan magis, sampai petualangan lift kaca ajaib menembus luar angkasa. Penulis sering kali menggabungkan beberapa jenis genre di atas dalam satu buku supaya ceritanya makin seru dan bikin penasaran.
Dari 18 genre di atas, mana nih jenis cerita fantasi yang paling sering bikin kamu lupa waktu pas membacanya?
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Sumber: diolah dengan penyesuaian
https://www.masterclass.com/articles/a-complete-overview-of-fantasy-subgenres
https://reedsy.com/discovery/blog/fantasy-subgenres

