Pernahkah Ayah Bunda melihat si kecil menangis sedu-sedan, bukan karena lapar atau jatuh, melainkan karena hari libur telah usai? Atau mungkin mereka merasa sedih saat melihat Ayah Bunda harus kembali sibuk dengan rutinitas pekerjaan setelah akhir pekan yang menyenangkan. Fenomena ini sering kali membuat kita bingung bagaimana cara menjelaskan konsep waktu dan perubahan perasaan kepada anak.
Hadir sebagai solusi, buku anak berjudul “Ke Mana Perginya Kemarin?” karya Ana D. Itsna Pebriana menjadi teman yang manis untuk membantu buah hati Ayah Bunda memahami bahwa setiap hari yang berlalu membawa kenangan berharga, namun hari baru pun menjanjikan kebahagiaan yang tak kalah seru.
Sinopsis

Buku ini berpusat pada karakter bernama Dafa. Hari Minggu Dafa terasa sangat luar biasa; ia bermain, bercanda, dan berlarian bersama Ayah Bunda dengan penuh keceriaan. Namun, segalanya berubah saat hari berganti. Ibu kembali sibuk di dapur dan Ayah harus berangkat bekerja.
Dafa merasa kehilangan momen indah tersebut. Ia pun mulai bertanya-tanya dan mencari keberadaan “Kemarin”. Mengapa hari yang seru itu harus berakhir? Bisakah ia mengulanginya lagi?
Lebih dari Sekadar Cerita: Memahami Emosi Anak

Melalui narasi yang menyentuh, buku ini memvalidasi perasaan anak-anak yang sering kali “terjebak” di masa lalu. Bukan karena mereka tidak mau bahagia, melainkan karena rasa takut kehilangan kebahagiaan itu sendiri.
Buku ini membantu Ayah Bunda menanamkan nilai-nilai penting:
- Menerima Perubahan: Membantu anak melepaskan hari yang telah lewat dengan hati yang lapang.
- Keberanian Menghadapi Hari Baru: Menanamkan rasa percaya bahwa hari ini pun bisa menjadi momen lahirnya tawa dan cerita baru.
- Menghargai Kenangan: Mengajarkan bahwa momen indah tidak hilang, melainkan tersimpan sebagai kenangan yang berharga di hati mereka.
Visual yang Memukau dan Penuh Warna
Daya tarik utama buku ini juga terletak pada ilustrasinya. Berkat goresan tangan Widyasari Hanaya, setiap halaman terasa hidup dan sangat cocok dengan emosi yang ingin disampaikan penulis. Gambar-gambarnya yang cantik dan memikat akan membuat waktu baca bersama Ayah Bunda menjadi jauh lebih berkesan.
Buku “Ke Mana Perginya Kemarin?” adalah pelukan hangat bagi setiap anak yang merasa enggan berpisah dengan momen bahagia. Ini adalah pintu masuk bagi Ayah Bunda untuk membahas tentang waktu, perubahan, dan harapan secara ringan namun mendalam. Karena pada akhirnya, setiap hari baru selalu punya kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari sebelumnya.
Yuk, Ayah Bunda, kenalkan konsep waktu pada si Kecil dengan cara yang sederhana dan menyenangkan melalui buku Ke Mana Perginya Kemarin?
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
