Masyarakat begitu sering mengabaikan perpolitikan, tapi berkoar di mana-mana soal tuntutan dan ketidakadilan yang disebabkan politik. Sudah tepatkah pendapat yang seadanya untuk memperbaiki segalanya? Mari, jangan sekadar menuntut sana sini, tetapi mencoba saling mengerti sehingga mampu bersama-sama saling memperbaiki.

Barangkali, perpolitikan terlalu rumit untuk dimengerti. Barangkali, masyarakat telah mencoba memahami. Kemudian, semakin dalam ditekuni semakin jauh perjalanan mengarah pada: “siapakah yang bertanggung jawab atas sistem politik di dunia?”

Berbagai pendapat masuk tanpa henti, tentang siapa yang bertanggung jawab atas semua¬† ini. Semua beradu pendapat, berusaha memberi jawaban paling tepat. Semua merasa menjadi yang paling mengerti, sehingga masyarakat kembali pada: “lebih baik tidak tahu apa-apa ketimbang harus memikirkan semuanya.”

who rules the

Semua kembali mengabaikan, sampai semua kembali ke perkara awal: pengabaian yang berujung kelalaian dan tuntutan yang tak keruan. Politik kembali disalahkan tanpa tahu harus ditujukan pada siapa segala keluhan. Kaum intelektualkah? Pemerintah pusatkah?

Hati-hati dalam membaca politik karena unsurnya penuh intrik dan hal-hal yang rumit. Akan tetapi, bagi para pembaca yang haus ilmu pengetahuan, pendapat Chomsky bisa dipertimbangkan.

Noam Chomsky barangkali bukan nama yang asing di dunia pengetahuan lingustik. Namun, bagaimana dengan kontribusinya untuk bidang politik? Nyatanya ia memiliki kemampuan yang mumpuni dan patut diperhitungkan.

Pemikirannya yang kritis telah dituangkan dalam berbagai bahasa. Sebut saja beberapa di antaranya yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia juga terbilang laris di pasaran. Dua buku teranyarnya, Who Rules The World? dan How The World Works pantas dijadikan koleksi bagi siapa yang ingin tahu banyak informasi mengenai politik.

Bagikan ke Sekitarmu!
Bincang-bincang Politik dengan Chomsky si Ahli Lingustik