Bulan Agustus selalu identik dengan semangat refleksi, kemerdekaan, dan kisah-kisah yang berani membongkar sudut pandang baru. Menjelang penghujung musim ini, tim editor merangkum 10 buku kurasi terbaik yang siap menemani waktu luangmu. Mulai dari karya spiritual, filsafat bergambar, novel klasik, hingga misteri psikologis—berikut daftar lengkapnya.
1. Seni Merayu Tuhan — Husein Ja‘far Al-Hadar

Lewat buku ini, Habib Jafar menawarkan perspektif seni untuk memahami berbagai fenomena keberagamaan kontemporer, mulai dari kesalehan ritual, sosial, hingga digital. Dikemas dengan gaya dakwah milenial yang popular, segar, dan jenaka, buku yang adaptasi filmnya akan segera tayang ini akan mengajak pembaca memahami bahwa sebelum kita merayu Tuhan dengan romantis, Dialah yang lebih dulu memberikan nikmat tak terbatas.
2. Madilog dalam Gambar — Tan Malaka

Di era ketika narasi kebencian dan informasi palsu membanjiri layar ponsel, warisan pemikiran Tan Malaka hadir kembali sebagai senjata intelektual untuk merayakan kemerdekaan berpikir pada momen 17-an. Dilengkapi format gambar yang mudah dicerna, buku ini menjadi jembatan antara filsafat materialisme, dialektika, dan logika dengan realitas digital yang serba cepat.
3. The Metamorphosis — Franz Kafka

Hadir dalam seri English Classic by Poise Press, karya klasik tahun 1915 ini menceritakan Gregor Samsa, seorang salesman yang pada suatu pagi terbangun dan mendapati dirinya berubah menjadi serangga besar. Melalui perjuangan Gregor menyesuaikan diri dengan kondisi barunya, karya tersohor Kafka ini menggambarkan keterasingan manusia yang telah banyak dibahas kritikus sastra hingga diadaptasi dalam budaya populer.
4. Teruslah Bodoh Jangan Pintar — Tere Liye

Bercerita tentang Ali yang tinggal di desa kecil dan menyadari bahwa orang pintar belum tentu membawa keadilan, novel berlabel 18+ ini berfokus pada pertemuannya dengan pria tua misterius yang mengajarkan arti “menjadi bodoh”, yakni melepas ambisi dan keserakahan. Menggunakan teknik penceritaan unik yang berpusat di ruangan 3×6 meter, kisahnya menyajikan konflik politik, hukum, dan ekonomi yang tajam menyingkap realitas negeri ini.
5. Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Menjelang terbitnya edisi bahasa Indonesia novel terbaru Andrea Hirata, Tak Mau Dirayu Bulan, pada Agustus ini, tidak ada salahnya kembali membaca karya fenomenalnya yang telah mendunia. Kisah perjuangan 10 anak Laskar Pelangi di Belitung ini bukan hanya sekadar cerita tentang persahabatan dan semangat meraih mimpi, tetapi juga pengingat akan pentingnya pendidikan dan harapan di tengah keterbatasan.
6. Seri Ilmu Hidup: Kagum pada Orang Indonesia — Emha Ainun Nadjib

Buku saku ini merupakan kumpulan esai berisi pandangan, harapan, hingga parodi tentang sisi kualitatif manusia Indonesia yang dihimpun dari pengalaman Cak Nun berinteraksi di seluruh penjuru negeri. Sangat pas dibaca menyambut momen Agustusan, kisah di dalamnya mengajak pembaca melihat keunikan bangsa Indonesia yang sering kali menyembunyikan kebaikan dan kesalehannya di balik kesederhanaan.
7. Mencari Jalan Pulang – Nathania Luvena Lais

Bagaimana jika “pulang” ternyata bukan sekadar kembali ke rumah? Ikuti perjalanan Sirius yang penuh petualangan, sekaligus menemukan makna tentang keberanian, memaafkan, dan melangkah maju. Mencari Jalan Pulang sudah resmi terbit dan siap menemani waktu baca si Kecil.
8. Ketika Quran Jatuh di Hati Hamba yang Merasa Biasa – Nadirsyah Hosen

Masih menjadi salah satu buku agama yang best seller dan dibicarakan di mana-mana. Seringkali kita membaca Al-Quran hanya sebatas ritual penggugur kewajiban atau sekadar mengejar target khatam tanpa benar-benar meresapi maknanya. Buku spiritual ini hadir bak oase, menuntun jiwa-jiwa yang merasa “biasa saja” untuk bisa berinteraksi dengan Al-Quran secara mendalam, hingga ayat-ayat-Nya benar-benar menghujam dan mengubah perilaku sehari-hari.
9. Dan Bandung – Pidi Baiq

Menjelang adaptasi filmnya yang akan tayang Agustus ini, novel ini mengisahkan Basil yang melarikan diri ke Amsterdam demi mengobati luka hati setelah cintanya pada Elma direnggut paksa di Bandung. Namun, ketika ia memutuskan kembali ke Bandung untuk berdamai dengan masa lalu, kota tersebut justru menguak rahasia besar yang kembali mengobrak-abrik perasaannya.
10. The Secret of Secrets – Dan Brown

Setelah sukses membuat kita tegang lewat The Da Vinci Code dan Origin, Dan Brown kembali mengajak sang profesor simbologi legendaris, Robert Langdon, dalam petualangan keenamnya yang paling ambisius. Berlatar di keindahan kota Praha yang penuh mistisisme kuno, Langdon harus berkejaran dengan waktu untuk menyelamatkan Katherine Solomon yang hilang, sekaligus mengungkap konspirasi rahasia yang meneliti tentang kesadaran manusia dan misteri setelah kematian. Buku ini memadukan sains masa depan, mitologi kuno, kode rahasia, dan ketegangan tingkat tinggi khas Dan Brown yang bikin kamu gak bisa berhenti membalik halaman! Apalagi, sebentar lagi bakalan dibuat versi serial oleh Netflix. Siap-siap!
Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga pikiran tetap merdeka. Lewat sepuluh buku pilihan edisi Agustus ini, kita diajak untuk melihat berbagai sudut pandang, mulai dari sejarah, perenungan diri, hingga kisah-kisah yang dekat dengan keseharian kita.
Semoga ada cerita yang pas untuk menemani bulan Agustusmu. Selamat membaca!
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
