Belakangan ini kalau lagi scrolling medsos atau dengerin berita, rasanya isi kepala langsung penuh banget, ya? Mulai dari isu global yang makin hangat, sampai nilai rupiah yang lagi melemah dan bikin harga-harga ikutan merangkak naik. Nah, daripada energi kita habis buat cemas sendirian, mending kita rehat sejenak sambil ngasih asupan yang segar buat pikiran.
Pas banget, di Editor’s Choice bulan ini, Mizanstore udah nyiapin 10 rekomendasi buku yang super lengkap dan relevan banget sama kita hari ini. Ada panduan cerdas biar tetap waras ngatur uang di tengah inflasi, fiksi lokal seru yang siap diangkat ke layar lebar, fantasi terbaru buat pelarian sejenak, sampai buku untuk memperingati Hari Anak Nasional. Yuk, kita intip daftarnya di bawah ini!
1. Bangkol 1934-2024

Bangkol (1934-2024), sebuah novel historical fiction karya Hasbunallah Haris, berlatar di sebuah kampung Jawa di pedalaman Sumatra yang dianggap terkutuk dan penuh misteri. Cerita berpusat pada Pram, pemuda yang penasaran dengan masa lalu kampungnya yang selalu dirahasiakan keluarganya, hingga pertemuannya dengan Evelin, seorang mahasiswi Leiden yang membawa petunjuk foto misterius—membawa mereka ke penyelidikan sejarah kelam.
Namun, situasi berubah mencekam saat Evelin tiba-tiba menghilang, memaksa Pram menggali lebih dalam rahasia masa lalu yang sengaja dikubur sejak zaman penjajahan, mulai dari kerja paksa, pembantaian, hingga keterlibatan seorang mata-mata NAZI bernama De Agueda yang menjalankan misi rahasia di sana.
2. Spectacular

Menjadi jembatan cerita seri 3.5 Caraval, novel fantasi terbaru ini mengisahkan kesibukan Scarlett yang tengah merancang perayaan Hari Raya Agung pertamanya sebagai ratu agar menjadi pesta yang spektakuler. Di sisi lain, sang adik, Donatella (Tella), justru didera dilema besar karena belum menemukan hadiah yang pas untuk Legend, yang jelas-jelas membenci hari libur tersebut.
Situasi makin rumit karena Legend terasa kian berjarak, seolah menyesali keputusannya mengorbankan keabadian demi cinta mereka. Terpengaruh oleh nasihat buku romansa untuk “jual mahal” demi mempertahankan lelaki, Tella kini harus memilih: apakah ia akan mengikuti ego tersebut atau justru berbalik memperjuangkan hubungannya dengan Legend demi meraih akhir yang bahagia?
3. Musik!

Dengan ilustrasi yang memikat dan kalimat naratif yang puitis, Andina Subarja mengajak anak mengenali musik dengan pendekatan yang sangat filosofis, tetapi tetap membumi untuk anak usia 6–12 tahun. Buku ini menyampaikan bahwa musik bukan hanya tentang suara, tetapi tentang rasa, tentang bagaimana kita mendengarkan dunia dengan hati terbuka. Salah satu daya tarik buku ini adalah ilustrasi yang bercerita. Gambar-gambarnya tak sekadar memperindah halaman, melainkan memperkuat makna dan emosi dalam cerita. Anak bisa membayangkan ritme, tempo, dan alunan nada lewat visual yang ekspresif.
Tak hanya itu, Musik juga menyisipkan notasi musik yang bisa dimainkan. Ini adalah bonus luar biasa yang membuat buku ini menjadi jembatan antara literasi dan musikalitas. Parents bisa membaca sambil menyanyikan atau memainkan notasi sederhana bersama anak, aktivitas bonding edukatif yang sungguh menyenangkan!
4. Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang

Novel ini berkisah tentang seorang kakek berusia sekitar 76 tahun keturunan Tionghoa yang tinggal bersama anak-anaknya. Meski usianya sudah senja dan sering menerpa sakit, khususnya tekanan darah tinggi, ia terus merenungkan makna hidupnya.
Di setiap pagi, kakek tersebut bertanya-tanya apakah yang dilihat: langit-langit ruangan atau peti mati. Kematian menjadi satu-satunya keinginan yang tersisa di benaknya.
Namun, keinginan untuk mati pun tak semudah membalik telapak tangan. Konflik batin, hubungan yang renggang dengan anak-anaknya, dan memori masa lalunya mengusik ketenangan hatinya. Diceritakan pula kilas balik kehidupan kakek dari masa muda, melalui gejolak sejarah Indonesia (termasuk tahun 1965 dan 1998) dan berbagai peristiwa yang membentuk dirinya.
Dengan alur maju-mundur, pembaca dibawa memahami bagaimana beban hidup, harapan, dan kesepian menyatu dalam satu “rencana besar” untuk menemui kematian dengan tenang. Meskipun maut ternyata sangat sulit untuk dijinakkan. Buku ini (dikenal juga dengan judul internasional My Own Last Supper) adalah film Indonesia yang sukses mencetak sejarah dengan menembus kompetisi utama (Main Competition) di ajang bergengsi Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026. Menariknya, RBMT langsung sukses mengamankan tempat di tujuh kategori utama yang dikompetisikan, yaitu: Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, dan Best Outstanding Artistic.
5. Seni Merayu Tuhan

Dengan gaya “dakwah milenialis”, bahasa yang popular, dan jenaka, Husein mengemas buku ini dengan segar dan mudah dicerna oleh berbagai kelompok anak muda, tanpa kehilangan daya nalar dan kritisnya. Buku ini resmi diangkat jadi film layar lebar yang akan tayang Agustus 2026 mendatang. Dibintangi Ari Irham, Rieke Diah Pitaloka, Lutesha, dan banyak artis ternama lainnya. Baca bukunya, sebelum nonton filmnya!
6. Seri Keluarga Panik – Makan Apa Hari Ini

Memperingati hari Anak Nasional, Seri Keluarga Panik: Makan Apa Hari Ini, hadir untuk menemani anak-anak. Buku ini berisi informasi tentang bagaimana makanan bisa sampai ke piring kita, makanan nusantara yang sangat beragam, sampai pentingnya ketahanan pangan bagi kehidupan. Selain trivia menarik, buku ini juga menyediakan panduan aktivitas seru untuk orangtua dan anak.
Ditulis oleh Noor.H.Dee, cerita dalam buku ini berpusat pada tokoh Bunbun dan Papap yang panik akibat harga bahan pangan yang naik. Menghadapi situasi ekonomi seperti melemahnya rupiah yang memicu kenaikan harga bahan pokok, buku ini mengajarkan anak-anak untuk bersikap bijak
7. The Only One Left

The Only One Left adalah novel thriller psikologis gotik karya Riley Sager. Kisahnya berpusat pada Kit, seorang perawat yang ditugaskan merawat Lenora Hope. Lenora adalah perempuan sepuh yang diyakini membantai keluarganya sendiri pada tahun 1929 dan menjadi pusat dari legenda lokal yang menyeramkan. Novel ini menyajikan perpaduan antara kisah kejahatan nyata (terinspirasi dari kasus pembunuhan Lizzie Borden) dengan investigasi bernuansa psikologis. Seru!
8. Negeri Para Bedebah

Negeri Para Bedebah sangat cocok dibaca saat ini karena menjadi cermin realitas yang menelanjangi bagaimana krisis dan kecarut-marutan sistem sering kali sengaja dimanipulasi oleh para “pencuri berdasi” demi materi dan kedudukan. Melalui kisah Thomas yang harus menyelamatkan Bank Semesta dari kehancuran akibat pelanggaran hukum, novel ini memperlihatkan secara gamblang bahwa di balik kekacauan sebuah negeri, selalu ada elite manipulatif yang bergerak seperti “musang berbulu domba”. Membaca buku ini di tengah situasi pemerintahan yang tidak menentu akan membuka mata kita bahwa realita terkadang memang lebih fiksi daripada novel, sekaligus memberi pengingat penting bahwa di tengah sistem yang rusak, nilai “kebaikan, kemanusiaan, dan kesetiaan” harus tetap diperjuangkan agar kita tidak kehilangan arah.
9. As Long As The Lemon Trees Grow

Bagi pencinta novel Young Adult peraih penghargaan Amazon Best YA Book of the Year 2022, versi republish dari As Long As The Lemon Trees Grow ini hadir lebih spesial dengan tambahan bab baru dan ilustrasi memukau yang membawa kita menyelami pergolakan batin Salama di tengah kecamuk perang Suriah. Antara janji mengungsi ke Eropa demi kakak iparnya yang hamil atau bertahan memperjuangkan tanah air bersama pemuda bernama Kenan, kisah penuh harapan dan mimpi ini wajib kamu baca ulang, terutama untuk menyambut karya kedua Zoulfa Katouh yang amat dinanti, The Ocean Would Paint Me Blue. Menariknya lagi, setiap pembelian edisi republish ini di Mizanstore hingga 31 Juli 2026 akan mendapatkan bonus special greeting card langsung dariZoulfa Katouh—sebuah promo manis yang sayang banget kalau sampai terlewatkan begitu saja!
10. The Psychology Of Money

Buku ini sangat cocok dibaca di tengah situasi rupiah yang melemah dan harga-harga yang mulai merangkak naik, karena Morgan Housel mengingatkan bahwa kunci utama bertahan di masa sulit bukanlah rumus matematika yang rumit, melainkan bagaimana kita mengendalikan perilaku dan emosi terhadap uang. Di dunia nyata, keputusan finansial sering kali dirusak oleh ego, gengsi, atau kepanikan, yang jika tidak dijaga bisa membawa bencana keuangan bahkan bagi orang yang pintar sekalipun. Melalui 19 cerita pendek dalam The Psychology of Money, kita diajak untuk memahami cara berpikir yang lebih sehat dan realistis tentang keuangan pribadi, sehingga kita bisa tetap tenang, bijak, dan waras dalam mengatur skala prioritas pengeluaran di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak menentu.
Nah, itu dia 10 buku pilihan editor yang siap jadi teman deep talk, teman santai, atau bahkan penyelamat isi dompetmu bulan ini. Di tengah kondisi yang serba dinamis dan bikin penat kayak sekarang, membaca buku itu bukan cuma soal nambah info baru, tapi juga cara terbaik buat ngasih ruang bernapas bagi pikiran kita sendiri. Semua judul di atas udah bisa kamu beli langsung di Mizanstore dengan promo dan harga yang ramah banget buat kantong.
Jadi, tunggu apa lagi? Amankan buku incaranmu sekarang!
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
